Sanksi Ketat Mengancam, Gubernur Koster Minta Perbekel Kelola Sampah Berbasis Sumber

Gubernur Bali Ajak Masyarakat dan Perbekel Berperan dalam Pengelolaan Sampah

Gubernur Bali, Wayan Koster, mengajak perbekel, lurah, serta didukung oleh bendesa adat untuk bergerak bersama dalam mengelola sampah berbasis sumber di wilayah masing-masing. Ajakan ini disampaikan Gubernur Koster dalam acara Rakor Percepatan Penanganan Sampah yang dihadiri oleh Perbekel, Lurah, dan Bendesa Adat di Wilayah Badung.

Rakor ini menjadi tindak lanjut dari kunjungan Menteri Lingkungan Hidup, RI Hanif Faisol Nurofiq, ke sejumlah TPS3R di Badung sehari sebelumnya. Lebih jauh, Gubernur Koster menyatakan bahwa penanganan sampah secara terpadu di Daerah Bali, khususnya di Badung dan Denpasar, sangat mendesak.

Menurutnya, terjadi ketimpangan antara upaya menjaga kesucian Bali secara sekala dan niskala. “Penyucian niskala tak ada yang tertinggal, masyarakat Bali telah melakukan berbagai upacara penyucian mulai dari tingkatan yang paling kecil hingga upacara besar,” katanya.

Namun, secara sekala kurang mendapat perhatian sehingga danau, laut, dan lingkungan menjadi kotor. Akibatnya, beberapa waktu terakhir, alam Bali mulai memberi peringatan melalui serangkaian bencana banjir yang terjadi di sejumlah kawasan.

“Saya mikir, ini alam Bali sudah mulai protes. Niskala selama ini dijalankan dengan baik, tapi secara sekala tak jalan. Jadinya oleng dan alam marah,” urainya.

Rencana Penutupan TPA Suwung

Pada bagian lain, Gubernur Koster juga menyinggung rencana penutupan TPA Suwung oleh pemerintah pusat yang tidak bisa ditawar lagi karena keberadaannya sudah sangat tidak layak dan memicu pencemaran lingkungan. Bahkan, kasus TPA Suwung telah naik ke tahap penyidikan.

Menurut penegasan Menteri Hanif Faisol, mulai April 2026 TPA Suwung hanya diperbolehkan menerima sampah anorganik atau residu. Sampah organik wajib diselesaikan di sumbernya. Selanjutnya, TPA Suwung akan ditutup total dan tidak menerima kiriman sampah per 1 Agustus 2026.

Mencermati tahapan tersebut, Gubernur Koster mendorong seluruh Desa dan Kelurahan di Badung untuk bergerak dengan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber (PSBS). “Sampah organik harus selesai di sumber, mulai dari di tingkat rumah tangga atau desa. Kunci utamanya adalah disiplin memilah,” imbuhnya.

Menurut dia, PSBS bukanlah hal baru di wilayah Badung karena sejumlah desa telah menjadi pionir. Bahkan, Pergub Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber terinspirasi dari Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal.

Dukungan untuk Pembangunan TPS3R

Sebagai bentuk dukungan, Gubernur Koster akan menyetujui jika ada desa yang mengajukan permohonan pemanfaatan lahan Pemprov untuk pembangunan TPS3R. Masih dalam arahannya, gubernur kelahiran Desa Sembiran ini meminta Bupati Badung serius memimpin gerakan PSBS Desa dan Kelurahan.

“Kerahkan perangkat daerah hingga pegawai untuk mengawal program ini,” tandasnya. Tak hanya desa dan kelurahan, Pemkab Badung juga diminta mendorong gerakan PSBS di hotel, restoran, sekolah, perkantoran, dan tempat usaha lain.

Untuk hotel dan restoran, gubernur menyarankan pertemuan khusus dan ia akan hadir menyampaikan arahan. Menutup arahannya, gubernur yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini mengajak semua pihak berkonsentrasi penuh dalam penanganan sampah.

Ia juga mendorong Bupati Badung menerapkan prinsip reward and punishment. Desa atau kelurahan yang tertib layak dapat insentif, sebaliknya harus ada sanksi diberikan bagi yang tidak tertib.

Tanggapan Bupati Badung

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menyampaikan terima kasih atas kesediaan Gubernur Bali hadir pada rakor yang melibatkan Perbekel, Lurah, Bendesa Adat, Camat, dan TP PKK di wilayah Badung. Disebutkan olehnya, pertemuan ini merupakan gerak cepat Pemkab Badung dalam menindaklanjuti rencana penutupan total TPA Suwung yang sudah tak bisa ditawar-tawar lagi.

“Karena per April 2026, TPA Suwung hanya akan menerima sampah residu, langkah pertama yang multak harus dilakukan adalah mendisiplinkan masyarakat untuk melakukan pemilahan,” ungkapnya. Ia juga mohon dukungan masyarakat Badung karena persoalan TPA Suwung ini tak main-main dan sudah naik ke tingkat penyidikan.

Ratna Purnama

Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *