Apa Itu Fenomena Parasosial?
Pernahkah kamu merasa mengenal seseorang yang bahkan belum pernah kamu temui di dunia nyata? Mungkin itu adalah idola atau seseorang yang kamu suka. Ternyata, fenomena ini memiliki istilah khusus, yaitu parasosial. Istilah ini merujuk pada perasaan dan koneksi sepihak yang dirasakan seseorang terhadap sosok yang tidak merasakan hal yang sama dengannya.
Parasosial pertama kali diperkenalkan oleh dua ilmuwan bernama Donald Horton dan R. Richard Wohl melalui esai berjudul Mass Communication and Para-Social Interaction: Observations on Intimacy at a Distance yang mereka publikasikan di jurnal Psychiatry pada 1956. Fenomena ini sudah bisa diamati sejak media massa menjadi bagian integral dalam kehidupan manusia, terutama televisi pada era itu. Kehadiran media memungkinkan kita untuk membangun koneksi personal dengan sosok yang tidak pernah kita temui, seperti aktor, musisi, politisi, pembawa acara, dan publik figur lainnya.
Dengan adanya media sosial, pilihan tokoh yang bisa kita ikuti sepak terjang kariernya makin meluas. Bahkan gak sedikit yang mempersilakan kita masuk ke area-area yang sebelumnya privat, seperti rumah, aktivitas di balik layar, bahkan relasinya dengan orang terdekat. Meski menawarkan engagement yang tinggi, batasan antara kehidupan privat si publik figur dengan penggemarnya jadi makin samar. Gak jarang yang melewati batas dan berefek fatal. Beberapa film berikut mencoba menggambarkan dampak fatal alias bahaya yang dimaksud.
Film-Film yang Menggambarkan Dampak Parasosial
-
All About Lily Chou Chou (2001)
Film ini menggunakan perspektif dua remaja di Jepang. Meski tak saling berkaitan, keduanya punya satu kesamaan, yakni mengidentifikasi diri sebagai penggemar berat musisi bernama Lily Chou Chou. Meski terdengar seperti film coming of age, ceritanya cukup suram. Mereka membentuk koneksi yang beragam terhadap persona si idola dan menariknya, itu mencerminkan apa yang mereka hadapi di dunia nyata: perundungan dan alienasi. -
Perfect Blue (1997)

Perfect Blue adalah contoh ekstrem hubungan parasosial yang terbentuk antara seorang idol perempuan dengan penggemarnya. Mima Kirigoe adalah penyanyi sukses yang kariernya menanjak gara-gara keterlibatannya di sebuah girl group. Namun, saat ia mengumumkan mundur dari grup untuk fokus berakting, banyak penggemar yang kecewa. Mima menemukan dirinya punya penguntit yang menerornya. Kombinasi antara teror penguntit dan jalan cerita film yang sedang digarapnya bikin Mima kesulitan membedakan mana realitas dan ilusi. -
We’re All Going to the World’s Fair (2021)

Ini adalah film debut Jane Schoenbrun yang memotret kehidupan seorang remaja bernama Casey (Anna Cobb). Terisolasi dan kesepian, Casey menemukan dorongan untuk berinteraksi dengan manusia lain lewat internet. Satu hari, ia menemukan sayembara yang membuatnya merasa diapresiasi. Sayembara itu tepatnya sebuah tantangan mendokumentasikan perubahan fisik dan mentalnya setelah mengalami kejadian supranatural. Secara umum, film ini mencoba melihat seberapa besarnya pengaruh opini warganet terhadap keputusan kita. -
Her (2013)

Her juga bisa dilihat sebagai bentuk relasi parasosial. Premisnya tentang seorang pria kesepian yang menjalin hubungan romantis dengan sosok maya yang dibuat dengan program kecerdasan buatan. Semua berjalan lancar sampai berbagai hal mengganggu terjadi, termasuk munculnya revelasi kalau ia bukan satu-satunya pasangan romantis si sosok maya itu. -
Vertigo (1958)

Vertigo adalah film lawas garapan Alfred Hitchcock yang dibuat dengan pendekatan psikologi. Ia mengikuti Scottie (James Stewart), mantan pengacara dan polisi yang direkrut seseorang jadi detektif swasta. Ia diminta menyelidiki seorang perempuan. Namun, dalam prosesnya ia justru jatuh cinta pada target observasinya itu. Saat si target tewas, Scottie justru terjerembab dalam trauma dan halusinasi tak berkesudahan. Ia jadi terobsesi pada sosok perempuan lain yang menurutnya mengingatkannya pada sang mendiang. -
He Loves Me, He Loves Me Not (2002)

Seperti Scottie, lakon di film ini, Angelique (Audrey Tautou) terobsesi pada seseorang yang sebenarnya tidak pernah balik menyukainya. Dikemas dalam format nonlinear, kita akan diajak mengikuti hubungan romantis Angelique dengan seorang pria yang sebenarnya sudah menikah. Meski dikritik banyak orang, Angelique tak ambil pusing. Bahkan pacar gelapnya rela meninggalkan sang istri untuk bersamanya. Namun, yang sebenarnya terjadi tidak sesederhana itu. -
Swarm (2023)

Swarm sebenarnya adalah miniseri yang mendiskusikan hubungan parasosial dari perspektif Dre (Dominique Fishback), perempuan muda yang merupakan bagian dari klub penggemar seorang bintang pop. Namun, kekagumannya pada sang bintang ternyata mempengaruhi keputusan-keputusannya. Beberapa bahkan cukup fatal dan susah untuk diterima akal sehat. Miniseri ini dibuat Donald Glover dan Janine Nabers, dan sempat meraih beberapa nominasi Emmy.
Kesimpulan
Sesuai dengan teori yang ditulis Horton dan Wohl, relasi parasosial di film-film tadi umumnya menjangkiti orang-orang yang terisolasi dan kesepian. Sangat natural menurut dua ilmuwan tadi untuk mereka mencari penghiburan dan kenyamanan dari mana saja, termasuk lewat persona yang tak pernah mereka temui di dunia nyata.












