Kegiatan Pengabdian Masyarakat Mahasiswa UNIDA Gontor di Malaysia

Program Pengabdian Masyarakat Mahasiswa KKN Internasional UNIDA Gontor di Malaysia

Mahasiswa KKN Internasional ke-38 dari Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor) melakukan program pengabdian masyarakat dengan menyelenggarakan Arabic Camp dan English Camp. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mereka untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kemampuan bahasa asing, khususnya bahasa Arab dan Inggris, bagi para santri di Malaysia.

Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi bersama Ma’had ad-Dakwah al-Islamiyyah (MADI) Penang dan berlangsung di Komplek MADI, Padang Menora, Tasek Gelugor, Penang. Kegiatan berlangsung dari tanggal 23 Februari hingga 4 Maret 2026 dengan sasaran utama para santri MADI, baik putra maupun putri.

Tujuan utama dari program ini adalah untuk melatih keterampilan berbicara dan menulis serta membangun kepercayaan diri santri dalam menggunakan bahasa Arab dan Inggris secara aktif. Pelaksanaan kegiatan berlangsung di luar jam mata pelajaran formal agar tidak mengganggu jadwal utama pembelajaran di ma’had.

Metode Pembelajaran yang Inovatif

Rafly Mochammad Adam Wibisono, salah satu mahasiswa yang terlibat dalam KKN internasional UNIDA Gontor, menjelaskan bahwa metode pembelajaran yang digunakan bersifat komunikatif dan interaktif. Contohnya adalah praktik langsung berbahasa Inggris serta penerapan Direct Method dalam pembelajaran bahasa Arab. Materi disesuaikan dengan kemampuan santri tingkat menengah (SMP), sehingga pendekatan yang digunakan bersifat aplikatif dan mudah dipahami.

Adapun beberapa program yang dijalankan antara lain:
* Muhadatsah dan Conversation: Santri dilatih untuk melakukan percakapan sehari-hari dengan tema-tema sederhana seperti perkenalan, aktivitas harian, hingga dialog situasional.
* Maharatul Istima’ dan Listening: Dilakukan melalui media audio dan musik berbahasa Arab dan Inggris untuk melatih ketajaman pendengaran dan pemahaman makna.
* Maharatul Qira’ah dan Kitabah: Santri mengikuti pembelajaran membaca dan menulis melalui metode Muthola’ah dengan mempelajari teks cerita dan makalah sederhana.
* Spelling Bee: Kegiatan evaluasi yang menyenangkan sekaligus kompetitif untuk memperkaya kosakata dan ketepatan ejaan bahasa Inggris.

Tim Pelaksana dan Partisipasi Santri

Program ini diampu oleh empat mahasiswa KKN Internasional ke-38 UNIDA Gontor yang terdiri atas dua mahasiswa dan dua mahasiswi. Mereka berperan sebagai pemateri sekaligus fasilitator utama dalam proses pembelajaran. Sementara itu, pengurus MADI turut berkontribusi sebagai pendamping dan fasilitator lapangan guna memastikan kegiatan berjalan tertib dan efektif.

Kegiatan ini diikuti oleh 33 santri laki-laki yang tinggal di Komplek MADI Banin serta 24 santriwati yang tinggal di Komplek MADI Banat, sehingga total peserta mencapai 57 orang.

Hasil dan Dampak Positif

Menurut Rafly, hasil dari pelaksanaan program ini menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam minat dan keberanian santri untuk menggunakan bahasa Arab dan Inggris. Para santri tampak lebih antusias dalam mempraktikkan kosakata baru dalam percakapan harian mereka. Mereka juga mampu mengeja kata-kata dalam bahasa Inggris dengan lebih baik serta menggunakan ungkapan sapaan dan pertanyaan dasar dalam bahasa Arab dan Inggris secara lebih percaya diri.

Lingkungan ma’had pun mulai menunjukkan atmosfer bilingual yang lebih hidup selama program berlangsung. Pihak MADI menyambut baik kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN UNIDA Gontor. Kerja sama ini dinilai memberikan dampak positif, tidak hanya dalam peningkatan kemampuan bahasa, tetapi juga dalam mempererat hubungan kelembagaan antara UNIDA Gontor dan MADI Penang.

Kesimpulan dan Harapan Masa Depan

Sebagai penutup, program Arabic Camp dan English Camp di MADI Penang telah berjalan dengan baik serta memberikan dampak positif bagi seluruh peserta. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi bahasa Arab dan Inggris, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat belajar santri dalam menghadapi tantangan global.

Harapannya, para santri dapat terus mempraktikkan bahasa Arab dan Inggris dalam percakapan sehari-hari, tidak hanya di lingkungan pondok, tetapi juga ketika terjun ke masyarakat luas di masa mendatang. Ke depan, diharapkan kolaborasi antara UNIDA Gontor dan MADI Penang dapat terus berlanjut melalui program-program edukatif lainnya yang mendukung pengembangan kompetensi santri secara menyeluruh.


Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *