Hari Pendengaran Dunia, Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Ambon Ikut Pemeriksaan Pendengaran

Kegiatan Skrining Pendengaran dan Bersih-Bersih Telinga di SMA Negeri 1 Ambon

Ratusan siswa SMA Negeri 1 Ambon mengikuti kegiatan skrining pendengaran dan bersih-bersih telinga. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati World Hearing Day (WHD) atau Hari Pendengaran Sedunia yang diperingati setiap tanggal 3 Maret. Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Dari Komunitas ke Ruang Kelas, Perawatan Pendengaran untuk Semua Anak”.

Kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari, yaitu pada 7-8 Maret 2026. Pada hari pertama, para dokter spesialis THT melakukan pemeriksaan skrining pendengaran kepada 300 siswa dari kelas 11 dan 12. Sementara itu, pada hari kedua, sebanyak 200 siswa diperiksa terkait kebersihan telinga menggunakan alat-alat medis khusus.

Pemeriksaan Skrining Pendengaran

Pada hari pertama kegiatan, siswa-siswi hadir menggunakan seragam sekolah berwarna putih. Mereka mengantri untuk menjalani pemeriksaan. Para dokter duduk di tempat yang telah disediakan dengan laptop yang akan digunakan dalam proses pemeriksaan.

Siswa-siswi dalam proses skrining menggunakan headset bertali untuk mendengar suara dari laptop yang disediakan oleh dokter. Metode ini digunakan untuk mengecek kemampuan pendengaran mereka. Selain itu, para siswa juga diberikan edukasi tentang penggunaan headset secara benar agar tidak merusak sistem pendengaran.

Pembersihan Telinga dengan Alat Medis Khusus

Pada hari kedua, kegiatan fokus pada pembersihan telinga. Siswa yang teridentifikasi memiliki gangguan pendengaran atau kotoran telinga (serumen) diperiksa oleh dokter spesialis THT. Para dokter menggunakan alat-alat pembersih THT seperti elektrik/vakum, serta alat berbantuan kamera LED untuk keamanan.

Beberapa jenis alat yang digunakan antara lain kuret logam/silikon, vakum penyedot kotoran, serta alat endoskopi yang terhubung ke HP untuk pembersihan presisi. Proses pembersihan ini dilakukan dengan hati-hati agar tidak menyebabkan kerusakan pada telinga siswa.

Apresiasi dari Kepala Sekolah dan Ketua PERHATI Cabang Maluku

Kepala Sekolah SMAN 1 Ambon, Dra. E. Laturiuw, memberikan apresiasi atas kegiatan ini. Ia menilai program ini menjadi edukasi penting bagi siswa dalam menjaga kesehatan pendengaran. Menurutnya, penggunaan headset dengan volume tinggi sangat umum terjadi di kalangan anak muda, terutama saat olahraga, mendengarkan musik, atau aktivitas lainnya.

Laturiuw menekankan bahwa edukasi ini tidak hanya diberikan kepada siswa, tetapi juga kepada orang tua. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi rutinitas berkala di sekolah dan melibatkan seluruh warga sekolah.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis THT-KL (PERHATI) Cabang Maluku, Dr.dr. Rodrigo Limmon, menjelaskan alasan pemilihan SMA Negeri 1 Ambon sebagai lokasi kegiatan. Hal ini karena sekolah tersebut memiliki jumlah siswa yang besar dan berada pada usia produktif sekolah. Ia berkomitmen untuk menyasar sekolah lainnya dalam program skrining pendengaran ini.

Mekanisme Pemeriksaan dan Edukasi

Mekanisme skrining yang digunakan menggunakan aplikasi khusus yang memberikan efek suara langsung. Terdapat lima jenis suara dengan desibel berbeda yang telah disiapkan. Jika dalam proses skrining ditemukan adanya gangguan, maka siswa harus menjalani bersih-bersih telinga (BBT).

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa lebih waspada terhadap suara-suara bising yang dapat mengganggu sistem pendengaran. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga kesehatan telinga, tetapi juga meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya perawatan pendengaran.


Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *