Klarifikasi Cinta Laura soal LPDP, Video Lawas Viral, Tanda Negara Masih Berkembang

Klarifikasi Cinta Laura Mengenai Video Viral Terkait LPDP

Cinta Laura, seorang aktris dan aktivis ternama, memberikan klarifikasi terkait video lama yang beredar di media sosial dan mengomentari program beasiswa LPDP. Video tersebut kembali viral setelah perbincangan tentang beasiswa pemerangkat itu ramai dibicarakan.

Menurut Cinta, video tersebut sudah difilmkan pada tahun 2024 silam, sehingga tidak terkait langsung dengan isu-isu terkini mengenai LPDP. Ia menegaskan bahwa pernyataannya dalam video tersebut bukanlah pendapat resmi atau rekomendasi terkait kebijakan beasiswa saat ini.

“Jadi aku bukan ahli LPDP ya. Jadi tolong jangan kutip aku mengenai detail-detail LPDP karena bukan keahlianku,” ujarnya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan pada Senin (2/3/2026).

Cinta juga menjelaskan bahwa dalam podcast tersebut, ia tidak sedang membahas masalah LPDP saat ini. Ia hanya menyampaikan pandangan pribadinya tentang sistem beasiswa yang ada beberapa tahun lalu.



Cinta Laura mengungkapkan bahwa video yang viral adalah bagian dari sebuah podcast yang telah difilmkan sejak tahun 2024. Ia menekankan bahwa tanggapannya dalam podcast tersebut bukanlah kritik terhadap situasi terkini.”

Ia memastikan bahwa pernyataannya tidak dimaksudkan untuk menjadi patokan atau pedoman bagi publik. Cinta juga menyampaikan bahwa dirinya bukan spesialis dalam hal kebijakan atau teknis beasiswa LPDP. Oleh karena itu, ia meminta agar masyarakat tidak mengutip pernyataannya secara terpisah tanpa konteks.

Pandangan Cinta Laura Tentang Beasiswa LPDP

Bagi Cinta, menjadi penerima beasiswa LPDP merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Namun, ia juga menyadari bahwa Indonesia masih merupakan negara berkembang yang perlu lebih bijak dalam mengalokasikan dana pendidikan.

“Sebagai negara berkembang, penting banget kita mengalokasikan dana itu ke mahasiswa atau anak-anak yang benar-benar membutuhkan. Karena aku percaya banyak sekali orang-orang brilian di negara kita yang punya kemampuan sekolah di institusi-institusi baik di dunia ini tapi karena dana akhirnya mereka tidak mencapai potensi mereka,” katanya.

Cinta menilai bahwa dana pendidikan harus diberikan kepada orang yang membutuhkan dan memiliki kemampuan luar biasa. Dengan demikian, biaya pendidikan yang diberikan oleh negara bisa mendukung perkembangan para penerima beasiswa.

“Jadi selama negara kita masih banyak kekurangannya, masih banyak yang dibenahi, dan kita juga masih terus berjuang untuk menjadi negara yang maju, sebaiknya dana-dana seperti itu benar-benar diberikan kepada orang yang memang memiliki kemampuan dan kepintaran yang luar biasa tapi juga orang-orang yang tidak memiliki dana untuk men-support kemampuan mereka itu,” ujarnya.

Tanggung Jawab Moral dan Keberanian Berbicara

Dalam pernyataannya, Cinta juga menyentuh soal tanggung jawab moral bagi mereka yang secara ekonomi sudah mampu. Menurutnya, jika seseorang memiliki kecerdasan sekaligus dukungan finansial yang cukup, sebaiknya memberi ruang bagi mereka yang lebih membutuhkan.

“Kalau kita memang pintar, memang ahli, tapi memiliki materi yang cukup, ya jangan rampas kesempatan itu dari orang lain. Tapi ya itu hanya opini pribadi aku aja,” ujarnya.

Ia menyadari bahwa pandangannya bisa saja menimbulkan pro dan kontra. Namun, ia menegaskan bahwa niatnya murni menyampaikan opini pribadi dengan harapan adanya diskusi yang lebih sehat dan berorientasi pada keadilan sosial.

“Nggak tahu nanti ditanggapnya kayak gimana, tapi ya harapan aku adalah ke depannya kalau ada beasiswa, prioritaskanlah orang-orang yang benar-benar membutuhkannya,” tuturnya.



Cinta Laura tetap yakin bahwa Indonesia lahir dari kepedulian dan akan terus berkembang. Baginya, nasionalisme dan patriotisme adalah bentuk kebanggaan terhadap bangsa. Ia berharap masyarakat dapat saling mendukung dan memperkuat semangat bersama untuk masa depan yang lebih baik.

Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *