Kemhan: Ribuan ASN Ikut Komcad Diklat di Kodam Jaya-Pasmar

Pelatihan Komponen Cadangan untuk ASN Dimulai April 2026

Kementerian Pertahanan telah menyiapkan pelatihan bagi ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan mengikuti program Komponen Cadangan (Komcad). Pelatihan ini akan dilakukan di lima lokasi yang dimiliki TNI, antara lain Kodam Jaya, Skadik 301 di Bandung, dan Pasukan Marinir 1 di Cilincing.

Pelaksanaan pelatihan gelombang pertama direncanakan berlangsung di beberapa lokasi pendidikan, termasuk Skadik 301, Pusbahasa AU, Pusdikkes (Pusat Pendidikan Kesehatan), Kodam Jaya, dan Pasmar 1. Pelatihan ini akan berlangsung selama 1,5 bulan, dengan fokus pada dasar-dasar pelatihan kemiliteran baik secara praktik maupun materi.

Jumlah Peserta dan Proses Pendaftaran

Sampai saat ini, sebanyak 987 ASN sudah mendaftar untuk mengikuti pelatihan Komcad. Ratusan peserta tersebut berasal dari kementerian yang berkantor di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Jumlah pendaftar diperkirakan akan terus bertambah hingga waktu pelatihan dimulai pada April 2026.

Kemhan berharap pelatihan ini dapat meningkatkan semangat dan jiwa nasionalisme para ASN dalam mengabdi kepada negara dan masyarakat. Selain itu, pelatihan Komcad bagi ASN bersifat sukarela dan tidak ada paksaan. Proses pendaftaran saat ini sudah masuk ke tahapan registrasi sesuai undang-undang tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN) nomor 23 tahun 2019.

Kuota dan Seleksi Peserta

Kuota ASN yang akan mengikuti Komcad disesuaikan dengan jumlah sumber daya manusia di tiap kementerian. Misalnya, jika sebuah kementerian memiliki 1.000 pegawai, maka kuota yang bisa diberikan untuk program Komcad mencapai 50 orang. Sedangkan kementerian dengan jumlah pegawai lebih sedikit hanya akan mengirimkan sejumlah ASN yang lebih kecil.

Proses pendaftaran dilakukan melalui seleksi yang ketat, dengan tujuan memastikan peserta dalam kondisi sehat dan tidak memiliki keterbatasan fisik yang menghambat. Mengenai gender, keputusan untuk mengirimkan laki-laki atau perempuan diserahkan kepada instansi atau kementerian masing-masing.

Tidak Mengganggu Pelayanan Publik

Meski pelatihan Komcad dilakukan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Rini Widyantini menyatakan bahwa hal ini tidak akan mengganggu kewajiban ASN dalam memberikan pelayanan publik. “Pelayanan publik harus tetap jalan,” ujarnya.

Walaupun Kemhan menyebut program ini bersifat sukarela, Rini menjelaskan bahwa pelatihan Komcad merupakan kewajiban bagi ASN sebagai bentuk bela negara. Namun, ia memastikan bahwa ASN yang mengikuti Komcad tidak langsung meninggalkan tugasnya. “Tidak ikut Komcad lalu besok langsung berangkat, gak begitu. Tapi, disiapkan, ada kuotanya,” tambahnya.

Skema Pelatihan dan Persyaratan

Sebanyak 4.000 ASN akan mengikuti pelatihan Komcad, namun persyaratan untuk bergabung tetap diberlakukan. Tidak semua ASN bisa menjadi bagian dari Komcad karena ada batasan-batasan tertentu. Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kompetensi dan kesadaran nasionalisme para ASN, sekaligus mempersiapkan mereka sebagai cadangan dalam situasi darurat.

Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *