JAKARTA — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyiapkan strategi pengaturan lalu lintas untuk menghindari penumpukan kendaraan di sekitar pelabuhan. Salah satu langkah yang diterapkan adalah sistem penundaan perjalanan (delaying system) serta penentuan area sebagai buffer zone di luar pelabuhan. Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan menjelaskan bahwa strategi ini akan diterapkan di berbagai titik baik di jalan tol maupun jalan arteri yang menuju pelabuhan penyeberangan.
“Kami sudah menyiapkan strategi delaying system dan menyiagakan buffer zone di sejumlah titik untuk mengatur antrean kendaraan menuju pelabuhan. Agar tidak terjadi penumpukan di akses utama,” ujar Aan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Penerapan Delaying System dan Buffer Zone di Berbagai Pelabuhan
Pengaturan delaying system dan buffer zone dilakukan menuju beberapa pelabuhan penting seperti Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni, serta Pelabuhan Ketapan dan Gilimanuk. Secara lebih rinci, penerapan delaying system menuju Merak dan Ciwandan dilakukan di rest area KM 43A dan KM 68A pada ruas tol Tangerang-Merak. Selain itu, juga dilakukan di lahan PT Munic Line pada jalan Cikuasa Atas dan area parkir Pelabuhan Indah Kiat.
Untuk Pelabuhan Bakauheni dan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Muara Pilu, penerapan delaying system dilakukan di rest area KM 172B ruas jalan tol Terbanggi Besar – Pematang panggang – Kayu Agung, 87B, 49B, dan 20B pada ruas tol Bakauheni – Terbanggi Besar. Di jalan non-tol (arteri), penerapan dilakukan di Terminal Agribisnis Gayam, RM Gunung Jati, RM Tiga Saudara, Kantor Lama Balai Karantina Pertanian, pelabuhan terminal khusus PT SMA, dan depan pintu gerbang PT BBJ Muara Pilu.
“Penerapan delaying system menuju Bakauheni dan BBJ Muara Pilu tersebar di 10 titik buffer zone dengan total kapasitas parkir bisa mencapai 1.430 kendaraan kecil. Penerapannya mulai 13-29 Maret 2026,” ucap Aan.
Pembatasan Pembelian Tiket dan Pengaturan Area Lainnya
Selain itu, Kemenhub juga melakukan pembatasan pembelian tiket dengan radius larangan di sekitar pelabuhan. Untuk Pelabuhan Merak, radius larangan mencapai 4,71 KM dari titik tengah pelabuhan terluar, sedangkan untuk Pelabuhan Bakauheni mencapai 4,24 KM dari titik tengah pelabuhan terluar.
Di samping itu, buffer zone menuju Pelabuhan Ketapang dari arah Situbondo dilakukan di rest area Grand Watudodol. Sementara itu, tujuan Ketapang dari arah Jember disiapkan di kantong parkir Dermaga Bulusan.
“Kami siapkan juga delaying system menuju Gilimanuk, dan sebagai buffer zone dilakukan di Terminal Kargo Gilimanuk. Namun khusus sepeda motor, buffer zone dilakukan di Terminal Bus Gilimanuk,” tambah Aan.
Pengaturan untuk Angkutan Barang
Kemenhub bersama pemangku kepentingan terkait juga mengatur delaying system dan buffer zone untuk pembatasan operasional angkutan barang. Untuk Pelabuhan Ketapang dari arah Situbondo, buffer zone dilakukan di Lapangan Gudang PT Pusri di area Pelabuhan Tanjung Wangi dan Terminal Sritanjung. Sedangkan dari arah Jember, buffer zone dilakukan di lapangan parkir Dermaga Bulusan.
Untuk Pelabuhan Gilimanuk, buffer zone telah ditetapkan di terminal kargo, UPPKB Cekik, ruas jalan akses menuju Dermaga LCM Gilimanuk, PDC Gilimanuk PT Agung Automall, dan Gudang Utama Suzuki Bali. Sementara tujuan ke pelabuhan Tanjung Wangi diarahkan ke ruang parkir Kampung Anyar Desa Ketapang dan eks TUKS PT Pusri.
Strategi untuk Menghindari Penumpukan Kendaraan
Aan menuturkan, Kemenhub bersama stakeholder juga telah menyiapkan langkah untuk pembatasan pembelian tiket guna menghindari terjadinya penumpukan kendaraan di area sekitar pelabuhan. Pembatasan pembelian tiket dilakukan dengan radius larangan:
- Pelabuhan Ketapang sejauh 2,65 km dari titik tengah pelabuhan terluar (contoh acuannya Terminal Sri Tanjung)
- Pelabuhan Gilimanuk sejauh 2,0 km dari titik tengah pelabuhan terluar (sebagai contoh acuan Terminal Kargo)
“Dengan diterapkannya delaying system di luar pelabuhan baik di jalan tol ataupun jalan arteri diharapkan tidak terjadi penumpukan di akses utama pelabuhan. Kami optimistis dengan kerja sama semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat, arus mudik dan balik Lebaran tahun ini bisa berjalan aman, lancar, dan terkendali,” kata Aan.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”












