Kemendikdasmen Akui KTI: Sekolah Layak dan Kamus Bahasa Makassar untuk Generasi Muda

Revitalisasi Pendidikan di Kawasan Timur Indonesia dan Peluncuran Kamus Digital Bahasa Makassar

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat pemerataan akses dan kualitas pendidikan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, khususnya di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan fokus pada wilayah yang paling membutuhkan.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK), Tatang Muttaqin, menjelaskan bahwa keadilan dalam revitalisasi tidak berarti pembagian sama rata, melainkan afirmasi lebih besar bagi wilayah dan satuan pendidikan yang paling membutuhkan. Ia menekankan bahwa ketika ruang kelas aman, ruang keterampilan berfungsi, dan sanitasi tersedia baik, kualitas pembelajaran ikut terangkat. Dampaknya meluas: semangat pendidik meningkat, partisipasi masyarakat bertambah, dan kepercayaan publik terhadap layanan pendidikan semakin kuat.

Program ini tidak hanya menyasar sekolah formal, tetapi juga satuan pendidikan nonformal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Sebanyak 21 PKBM dan SKB di KTI telah menerima bantuan revitalisasi dengan total anggaran lebih dari Rp15 miliar, memastikan masyarakat yang tidak terlayani pendidikan formal tetap mendapatkan akses pembelajaran bermutu dan relevan.

Perubahan Signifikan di Kabupaten Mimika

Dampak nyata terasa di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Kepala PKBM Kasih Julius, Yakobus Natalis Fatubun, mengisahkan perubahan signifikan setelah menerima bantuan lebih dari Rp1 miliar untuk perbaikan ruang kelas, ruang keterampilan, dan sanitasi. “Wilayah kami berawa dan lembab, bangunan sulit bertahan. Struktur kelas sempat rusak akibat tanah tidak stabil dan gempa berulang. Kini dengan talud pencegah amblas, ruang belajar jadi aman dan nyaman,” katanya.

Di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), SKB Rote Ndao juga bertransformasi drastis setelah revitalisasi senilai Rp2,2 miliar, termasuk pembangunan enam ruang kelas lengkap dengan perabot. Kepala SKB Fadlun Sururiyadi menyatakan, “Kami tidak pernah yakin SKB akan berubah seperti sekarang. Wajahnya berubah hampir 180 derajat, dan kini dimanfaatkan seluruh masyarakat pencinta pendidikan nonformal.”

Ketersediaan ruang kelas terpisah untuk setiap jenjang memungkinkan warga belajar hadir bersamaan, belajar tertib, nyaman, dan fokus, dari PAUD hingga Paket C dalam satu lingkungan inklusif. “SKB kini menjadi ruang harapan baru: belajar, meningkatkan keterampilan, dan membuka peluang masa depan lebih baik,” tambah Fadlun.

Melindungi Bahasa Daerah Melalui Teknologi Digital

Selain revitalisasi infrastruktur, Kemendikdasmen juga fokus melindungi dan merevitalisasi bahasa daerah melalui teknologi digital. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) meluncurkan Program Kamus Masuk Sekolah versi Kamus Digital Bahasa Makassar-Bahasa Indonesia-Bahasa Inggris, sebagai upaya menjangkau generasi muda agar bahasa ibu tetap hidup dalam keseharian mereka.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menekankan, “Generasi muda menjadi fokus karena mereka menguasai teknologi informasi. Tujuannya agar bahasa ibu tidak asing lagi bagi mereka.” Kepala Badan Bahasa Hafidz Muksin menambahkan bahwa hingga 2025, Badan Bahasa telah merevitalisasi 120 bahasa dan menyusun 228 kamus bahasa daerah sebagai pelindungan jati diri budaya.

Kamus digital ini, dikembangkan bersama BASAsulsel Wiki, memuat 4.358 entri kosakata dan dirancang sebagai “kamus hidup” yang partisipatif, masyarakat dapat mengusulkan penambahan kata baru, diverifikasi tim ahli sebelum ditambahkan. Fitur modern meliputi terjemahan tiga bahasa, video pelafalan untuk pengucapan akurat, serta kuis interaktif yang menyenangkan bagi siswa.

Untuk keberlanjutan, dilakukan penandatanganan MoU dengan Pemerintah Kota Makassar selama lima tahun ke depan tentang pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa serta sastra. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyebut kamus ini vital memperkuat identitas lokal di era globalisasi. Dinas Pendidikan Kota Makassar akan menyosialisasikan aplikasi ini ke seluruh satuan pendidikan.

Setelah peluncuran, siswa SD dan SMP di Makassar mengikuti uji coba dan menunjukkan antusiasme tinggi saat mencoba fitur pencarian kosakata serta kuis interaktif. Kepala Disdik Kota Makassar Achi Soleman menegaskan pentingnya aplikasi ini agar anak-anak Makassar tidak kehilangan jati diri.

Dengan revitalisasi infrastruktur di KTI dan inovasi digital pelindungan bahasa daerah, Kemendikdasmen menunjukkan komitmen holistik: membangun fisik sekolah yang layak sekaligus menjaga warisan budaya melalui teknologi, demi generasi yang tidak hanya terdidik, tetapi juga berakar kuat pada identitas bangsa.

Hasnah Najmatul

Penulis yang dikenal teliti dalam riset dan penyajian data. Ia menaruh minat pada dunia ekonomi, statistik ringan, dan analisis tren. Di waktu luang, ia menikmati sudoku, membaca artikel panjang, dan mendengarkan musik instrumental. Motto: “Akurasi adalah bentuk tanggung jawab.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *