Ponorogo Digoyang OTT KPK, Ini Catatan Satu Tahun Bunda Lisdyarita

Peran dan Tantangan Bunda Lisdyarita sebagai Plt Bupati Ponorogo

Setahun yang lalu, tepatnya 20 Februari 2025, pasangan Sugiri Sancoko-Lisdyarita resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Jakarta. Pasangan ini berhasil memecahkan mitos bahwa pimpinan Bumi Reog tidak bisa menjabat dua periode. Mereka menang dengan perolehan suara sebanyak 300.790 suara. Namun, mitos tersebut kembali terulang setelah Sugiri Sancoko tertangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 7 November 2025.

Akibat dari OTT tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menunjuk Lisdyarita, yang merupakan Wakil Bupati Ponorogo, sebagai Penjabat Bupati Ponorogo. Dengan jabatan tersebut, Bunda Lisdyarita harus menghadapi berbagai tantangan dan tanggung jawab baru sebagai pemimpin daerah.

Pengalaman dan Tanggung Jawab Sebagai Plt Bupati

Bunda Lisdyarita mengaku kaget saat ditunjuk sebagai Plt Bupati. Namun, ia menerima tugas tersebut dengan penuh kesadaran. Menurutnya, wajar jika ada cibiran atau pandangan negatif terhadap seorang wanita yang memimpin sebuah daerah. Ia menganggap hal tersebut sebagai bagian dari proses adaptasi.

Selama satu tahun menjabat, Bunda Lisdyarita telah melakukan berbagai upaya untuk merealisasikan visi dan misi yang dicanangkan selama Pilkada. Salah satu bidang yang menjadi fokus adalah infrastruktur. Dari total panjang jalan kabupaten sebesar 916,1 km, sekitar 35,2 km telah tertangani. Proses perbaikan jalan terus dilakukan, terlebih di akhir-akhir tahun 2025 kemarin.

Dia berjanji akan melanjutkan proyek perbaikan jalan pada tahun 2026 ini. Beberapa ruas jalan yang sebelumnya rusak telah dilakukan peningkatan, bukan sekadar tambal sulam. Selain itu, infrastruktur lain seperti ruang kelas di sekolah dan jembatan juga mendapat perhatian. Ia mengajukan sekitar 50 jembatan untuk diperbaiki. Beberapa jembatan bahkan mengalami kerusakan parah dan membutuhkan perbaikan segera.

Pembangunan Monumen Reog dan Museum Peradaban

Monumen Reog dan Museum Peradaban juga mendapat perhatian khusus. Pada tahun 2025 lalu, struktur reog telah selesai dengan pemasangan kepala burung Merak. Pembangunan di sekitar bangunan utama monumen dilanjutkan. Bahkan, tahun 2026 ini juga dianggarkan keberlanjutan pemenuhan kebutuhan kawasan monumen Reog. Hal ini dilakukan karena pembangunan dimulai secara bertahap.

Program Budaya dan Pariwisata

Di bidang budaya dan pariwisata, Bunda Lisdyarita tetap menjadikannya prioritas. Selain Reog yang masuk dalam daftar UNESCO, Kabupaten Ponorogo juga masuk dalam UCCN, atau bagian dari jaringan kota kreatif dunia. Untuk meningkatkan ekonomi, ia bekerja sama dengan pihak swasta untuk mengadakan acara-acara yang dapat membangkitkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Sinergi dengan Program Pemerintah Pusat

Bunda Lisdyarita juga terus berusaha mengawal dan bersinergi dengan program dari pemerintah pusat, seperti MBG dan KDMP. Ia menyatakan bahwa program-program tersebut sangat bagus dan harus dikawal dengan baik.

Target Pendapatan Asli Daerah

Dalam hal Pendapatan Asli Daerah (PAD), Bunda Lisdyarita menyatakan sedang memaksimalkan target sebesar Rp 1 Triliun. Ia menegaskan bahwa target ini penting agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat bekerja dengan maksimal.

Tantangan dan Keterbatasan

Meskipun telah melakukan berbagai upaya, Bunda Lisdyarita mengakui bahwa dalam satu tahun ini belum memuaskan semua pihak. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala. Namun, ia tidak berdiam diri dan tetap berkomitmen untuk membangun daerah dengan skala prioritas.

Prestasi dan Penghargaan

Bunda Lisdyarita menjelaskan bahwa prestasi dan penghargaan yang telah diraih tidak perlu disampaikan secara rinci. Ia mempercayakan kepada masyarakat untuk menilai. Ada beberapa penghargaan yang diterima, seperti terkait keterbukaan informasi, penghargaan dari Menteri Hukum, penghargaan dalam seni budaya, masuk KEN untuk kedua kalinya, penghargaan dari Brin, dan masih banyak lagi.

Fokus pada Kepercayaan Masyarakat

Saat ini, Bunda Lisdyarita fokus pada pengembalian kepercayaan masyarakat pasca-digoyang OTT. Ia mengharapkan kritik dan saran konstruktif dari masyarakat. Jika ada hal yang kurang pas, ia memohon untuk diingatkan.


Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *