Fakta dan Tips Menyusui Pasca Persalinan Caesar untuk ASI Lancar

Fakta dan Tips Menyusui Setelah Operasi Caesar

Setelah melalui operasi caesar, banyak ibu merasa khawatir akan kesulitan dalam memberikan ASI eksklusif kepada bayi. Anggapan ini sering muncul karena prosedur operasi dianggap memengaruhi kemampuan menyusui. Selain itu, masa pemulihan setelah operasi juga diyakini dapat membuat produksi ASI menjadi lebih sulit. Namun, sebenarnya hal ini tidak sepenuhnya benar. Berikut adalah fakta dan tips untuk membantu Mama menghadapi fase menyusui pasca operasi caesar.

1. Fakta Menyusui Pasca Operasi Caesar

Seberapa cepat Mama bisa memulai proses menyusui bergantung pada kondisi Mama serta kondisi bayi. Saat ini, sebagian besar rumah sakit mendukung program ASI eksklusif dan skin-to-skin untuk ibu yang menjalani operasi caesar. Hal ini penting untuk meningkatkan keterhubungan antara Mama dan bayi sejak awal.

Selain itu, penting bagi Mama untuk berkomunikasi dengan petugas medis sebelum operasi tentang keinginan memberikan ASI. Dengan begitu, mereka akan lebih memahami kebutuhan Mama dan membantu memfasilitasinya. Jika Mama harus menyusui di ruang operasi, ingatlah bahwa Mama baru saja menjalani operasi besar dan mungkin kesulitan bergerak bebas. Jadi, jangan ragu meminta bantuan orang yang ada di sekitar Mama, seperti Papa, perawat, atau bidan.

Namun, jika Mama masih pusing akibat efek anestesi atau bayi perlu perawatan khusus, sesi menyusui awal mungkin akan tertunda. Jika setelah 12 jam Mama belum bisa bertemu si Kecil, bicarakan dengan perawat apakah Mama bisa menggunakan pompa ASI untuk memberikan kolostrum kepada bayi.

2. Posisi Menyusui yang Bisa Dicoba

Menyusui mungkin akan sulit karena Mama merasa nyeri di beberapa bagian tubuh. Oleh karena itu, mencari posisi yang tepat sangat penting. Jangan paksakan diri untuk langsung duduk. Cobalah dengan posisi berbaring terlebih dahulu, yang biasanya paling nyaman bagi sebagian besar ibu pasca operasi.

Posisi lain yang bisa dicoba adalah cradle hold. Menurut National Health Services UK, dalam posisi ini bayi berbaring di antara lekukan lengan Mama. Beri topangan pada seluruh tubuh bayi dengan salah satu tangan Mama. Jika perlu, Mama juga bisa menggunakan bantal atau alas di dekat lengan sebagai tumpuan.

Untuk rasa nyaman, gunakan tempat duduk atau sandaran yang empuk dan sesuai dengan punggung Mama.

3. Efek pada Berat Badan Bayi

Jelang operasi caesar atau persalinan, Mama biasanya akan diberikan cairan melalui infus. Efek dari prosedur ini adalah bayi memiliki lebih banyak berat air di tubuhnya. Setelah dilahirkan, cairan berlebih ini akan dikeluarkan melalui urine. Inilah sebabnya, berat badan bayi sedikit demi sedikit akan turun.

Tidak sedikit Mama yang khawatir tentang penurunan berat badan bayinya. Padahal ini termasuk hal yang wajar. Penurunan berat badan ini bukan selalu menjadi efek negatif dari operasi caesar. Berat badan bayi akan kembali naik setelah proses menyusui mulai dilakukan. Semua butuh tahapan, jangan terlalu berharap berat badan bayi akan langsung naik drastis.

Pastikan juga bahwa penurunan berat badan normal ini tidak dijadikan alasan untuk memberikan susu formula.

4. Pengaruh Operasi Caesar Terhadap Produksi ASI

Beberapa ibu yang menjalani operasi caesar sering merasa produksi ASI-nya terhambat dibandingkan yang menjalani persalinan normal. Kemungkinan hal ini terjadi karena adanya efek stres jelang operasi. Jadi, tidak semua ibu yang menjalani operasi caesar pasti memiliki produksi ASI yang sedikit.

Ada beberapa cara yang bisa Mama lakukan untuk meningkatkan produksi ASI. Salah satunya adalah dengan meningkatkan bonding bersama bayi, peluk si Kecil sesering mungkin. Sesi menyusui yang segera dilakukan secepat mungkin juga bisa memperbesar peluang Mama memiliki produksi ASI yang melimpah.

Jangan lupa, susui bayi dengan jadwal yang teratur, yakni setiap 1-2 jam sesuai kebutuhan bayi atau kapanpun bayi meminta ASI. Jika menyusui langsung masih belum bisa dilakukan karena berbagai alasan, tetap pompa ASI secara teratur agar produksinya tetap banyak. Konsultasikan dengan dokter laktasi jika Mama membutuhkan bantuan.

5. Minum Obat Pereda Nyeri Saat Menyusui

Setelah melewati operasi caesar, Mama mungkin akan diberikan obat pereda nyeri untuk membantu mengatasi keluhan yang dirasakan. Biasanya, konsumsi obat dalam jangka panjang dan dengan dosis yang sewajarnya masih aman. Jika Mama ragu akan efeknya terhadap produksi ASI, tanyakan kepada dokter sebelum mengonsumsinya.

Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *