Cara cepat pulihkan perineum robek setelah melahirkan

Perineum Robek Setelah Melahirkan: Apa Itu dan Bagaimana Cara Merawatnya?

Melahirkan adalah momen yang penuh dengan perasaan campur aduk. Cemas, bahagia, kagum, dan tentu saja rasa sakit yang tak terhindarkan. Saat bayi lahir melalui vagina, terkadang terjadi robekan pada area perineum atau bahkan diperlukan sayatan untuk mempermudah proses kelahiran. Ini disebut dengan episiotomi. Lalu, bagaimana cara merawat perineum yang robek agar cepat pulih?

Apa Itu Robekan Perineum?



Perineum adalah area antara vagina dan anus. Ketika bayi lahir, tubuh ibu akan mendorong dan mengejan sehingga mengakibatkan robekan pada jaringan perineum. Robekan ini bisa terjadi secara alami atau melalui prosedur episiotomi. Dalam banyak kasus, robekan perineum melibatkan kulit dan otot perineum, serta bisa juga mencakup bagian dalam vagina dan labia.

Mengenal Episiotomi



Episiotomi adalah tindakan medis di mana dokter atau bidan membuat sayatan pada dinding vagina dan perineum. Tujuannya adalah untuk memberikan ruang tambahan agar bayi bisa lahir dengan lebih mudah. Faktanya, hampir 9 dari 10 ibu melahirkan mengalami robekan perineum baik secara alami maupun melalui episiotomi. Hal ini dianggap sebagai hal yang wajar dan umum terjadi.

Jenis-Jenis Robekan Perineum



Setelah proses melahirkan selesai, dokter atau bidan akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui jenis robekan perineum. Berdasarkan tingkat keparahannya, ada lima jenis robekan perineum, yaitu:

  • Tingkat pertama: Robekan superfisial, hanya pada jaringan vagina dan atau kulit perineum.
  • Tingkat kedua: Melibatkan jaringan vagina, kulit perineum, dan otot perineum.
  • Tingkat ketiga: Robekan pada jaringan vagina, kulit perineum, dan otot perineum yang meluas ke sfingter anal (otot yang mengelilingi anus).
  • Tingkat keempat: Robekan melewati sfingter anus dan jaringan di bawahnya (anus atau rektum – bagian paling bawah dari usus).
  • Robekan labial: Robekan pada bibir vagina.

Penanganan Terhadap Robekan Perineum



Episiotomi membutuhkan penjahitan atau yang dikenal dengan istilah stitching. Untuk robekan tingkat pertama, mungkin tidak perlu penjahitan dan bisa sembuh secara alami. Namun, untuk robekan labia biasanya memerlukan penjahitan di bawah pengaruh anestesi lokal.

Robekan tingkat kedua membutuhkan penjahitan otot dan kulit dengan anestesi lokal. Sementara itu, robekan tingkat ketiga dan keempat biasanya ditangani di ruang operasi dengan anestesi yang lebih efektif, seperti anestesi spinal, epidural, atau umum untuk mencegah perdarahan dan membantu pasien sembuh total. Benang jahitan yang digunakan adalah benang larut, sehingga tidak perlu dilepas. Benang ini akan mulai larut dalam waktu 10–14 hari, dan beberapa jahitan bisa memakan waktu hingga 6–12 minggu untuk benar-benar larut.

Perawatan Terhadap Robekan Perineum



Setelah proses melahirkan, dokter atau bidan akan memeriksa luka perineum atau tindakan episiotomi yang dilakukan. Mereka biasanya menyarankan pemeriksaan berkala untuk memantau perkembangan luka. Selama penyembuhan di rumah, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan atau dihindari:

  • Hindari berdiri atau duduk dalam waktu lama.
  • Kenakan bahan pakaian yang ringan, seperti katun dan celana dalam sekali pakai, hindari pakaian ketat.
  • Mulailah melakukan latihan dasar panggul sesegera mungkin setelah melahirkan. Aktivitas ini akan meningkatkan suplai darah dan membantu mempercepat penyembuhan.
  • Perbanyak minum air putih minimal delapan gelas sehari untuk mengencerkan air seni.
  • Pastikan merasa nyaman saat duduk untuk menyusui bayi.
  • Gunakan kompres dingin atau es, tetapi jangan mengaplikasikannya langsung ke kulit. Bungkus dengan kain atau flanel dan kompres selama 30 menit selama beberapa hari pertama.
  • Minum obat pereda nyeri secara teratur selama dua hingga tiga hari pertama jika diperlukan. Parasetamol dan ibuprofen termasuk aman untuk ibu menyusui, tetapi pastikan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
  • Gunakan air hangat untuk cebok atau pancuran dan bidet air hangat untuk membantu mengurangi rasa perih.

Jika Mama merasakan tidak enak badan, demam, keluar cairan bernanah dan berbau, jahitan lepas, atau tidak dapat mengontrol buang air kecil, segera periksakan ke dokter agar mendapat penanganan lanjutan yang tepat.

Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *