Eks Jubir Presiden yang Minta Jokowi Tolak Revisi UU KPK 2019, Ini Alasannya

Penjelasan Johan Budi Mengenai Revisi UU KPK

Sebagai mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi mengungkapkan bahwa ia pernah secara langsung menyarankan Presiden Joko Widodo untuk tidak menyetujui revisi Undang-Undang KPK. Ia berargumen bahwa undang-undang tersebut adalah produk reformasi dan masih sangat dibutuhkan dalam upaya pemberantasan korupsi.

Pernyataan Johan Budi ini kembali mencuat setelah Jokowi menyatakan tidak pernah menandatangani UU KPK yang telah disahkan oleh DPR bersama pemerintah. “Ya memang saat itu atas inisiatif DPR direvisi. Tapi saya enggak tanda tangan,” katanya usai menonton pertandingan Persis Solo melawan Madura United di Stadion Manahan, Kota Solo, Jumat (13/2/2026) sore.

Pengakuan Johan Budi

Dalam tayangan Gaspol Kompas.com yang tayang di Youtube pada Oktober 2025 lalu, Johan Budi mengaku sudah pernah mengingatkan Jokowi untuk tidak menyetujui rencana perubahan UU KPK tersebut. Awalnya, mantan Jubir KPK ini menceritakan bahwa ia pernah berupaya menghubungi Jokowi saat berada di Amerika Serikat sekira pukul 09.00 WIB.

Dalam komunikasi tersebut, Johan ingin membahas rencana revisi UU KPK sebagai inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang menunggu putusan Jokowi yang saat itu masih menjabat sebagai Presiden RI.

Johan Budi Minta Jokowi Tak Setujui Revisi UU KPK

Di awal komunikasi, Johan menyampaikan permintaan berbicara melalui ajudan Jokowi, namun komunikasi belum dapat dilakukan karena Presiden sudah berada di kamar. Johan kemudian menegaskan pembicaraan tersebut penting karena DPR menunggu sikap Kepala Negara.

Tak lama kemudian, Jokowi menghubunginya dan meminta pandangan mengenai rencana revisi tersebut. “Terus Pak Jokowi (berkata), ‘Gimana pendapat Pak Johan?,’ ujar Johan, dikutip dari tayangan Kompas.com, Rabu (18/2/2026). “Menurut saya, ‘Jangan direvisi Pak, undang-undang KPK, karena ini lahir dari reformasi dan ini kelompok-kelompok antikorupsi, jadi sangat menentang,’ tambahnya.”

Johan kemudian menyampaikan bahwa pemerintah juga membutuhkan dukungan beberapa kelompok, salah satunya pemberantasan korupsi. Setelah percakapan itu, Johan mengusulkan agar dirinya menyampaikan pernyataan resmi Presiden kepada publik.

“Saya usul. ‘Pak bagaimana kalau saya statement bahwa sampai hari ini Pak Presiden belum memutuskan untuk, belum tepat waktunya untuk merevisi Undang-Undang KPK. Karena ini masih dibutuhkan Undang-Undang 30 Tahun 2002,’ ungkap Budi. “Saya langsung konpres (konferensi pers), saya sampaikan bahwa sikap Presiden tidak setuju hari ini Undang-Undang KPK direvisi.” “Karena menurut Presiden, Undang-Undang KPK sampai hari ini masih dibutuhkan,” ujarnya.

Profil Johan Budi

Johan Budi Sapto Pribowo, lahir di Mojokerto, Jawa Timur, pada 29 Januari. Ia dikenal sebagai sosok yang memiliki rekam jejak di bidang jurnalistik, antikorupsi, komunikasi kepresidenan, dan legislasi. Dia merupakan lulusan S1 Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia (UI) (lulus tahun 1992).

Karier Sebagai Jurnalis dan Dosen

Sebelum dikenal publik sebagai pejabat negara, Johan Budi memulai karier sebagai jurnalis. Ia menjadi kolumnis di Harian Media Indonesia (1994–1999), lalu bekerja sebagai reporter dan editor di Majalah Forum Keadilan (1995–2000). Tahun 2000, Johan bergabung dengan Majalah Tempo, menjabat di berbagai posisi strategis seperti Kepala Biro Jakarta dan Luar Negeri, editor desk Nasional, hingga Investigasi.

Di tengah kesibukannya, Johan juga sempat mengajar di Fakultas Komunikasi Massa Universitas Indonusa Esa Unggul pada 2004–2005.

Delapan Tahun di KPK: Dari Jubir hingga Plt Pimpinan

Karier Johan Budi memasuki babak baru ketika ia ditunjuk sebagai Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2006. Ia menjabat selama delapan tahun, menjadi wajah publik lembaga antirasuah di tengah naik-turunnya kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum. Tahun 2014, ia diangkat sebagai Deputi Pencegahan. Setahun kemudian, Johan dipercaya menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Pimpinan KPK bersama Taufiequrachman Ruki dan Indriyanto Seno Adji.

Tak jarang, ia menghadapi ancaman atas perannya. “Roda mobil saya pernah dikendurin, terus ditabrak dari samping,” ungkapnya.

Staf Khusus Presiden: Komunikasi di Lingkar Istana

Pada Januari 2016, Presiden Joko Widodo menunjuk Johan sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi. Ia bertugas menyampaikan kebijakan pemerintah kepada publik dan membangun narasi yang selaras dengan program kerja Kabinet Kerja. Setelah hampir tiga tahun bertugas, Johan mengundurkan diri pada 2018 untuk mengikuti kontestasi pemilihan legislatif.

“Mohon maaf jika selama saya bertugas ada salah kata dan tindakan. Terima kasih atas kerja samanya,” ujarnya dalam pesan perpisahan.

Terjun ke Dunia Politik Lewat PDI Perjuangan

Pada 17 Juli 2018, Johan resmi bergabung dengan PDI Perjuangan. Ia mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur VII dan berhasil terpilih dengan perolehan 76.395 suara dalam Pemilu 2019. Menariknya, Johan memilih menjalankan kampanye politik yang bersih dari praktik politik uang.

“Saya tidak mau orang datang karena uang transport. Kalau mau datang ya silakan, kalau tidak pun tak apa-apa,” tegasnya. Ia memanfaatkan bantuan alat peraga dari Tim Kampanye Nasional Jokowi–Ma’ruf dan DPP PDI-P. Dana kampanye pun difokuskan pada logistik dasar seperti transportasi dan penginapan.

Komisaris Transjakarta

Pada Agustus 2025, Johan kembali dipercaya mengemban tanggung jawab publik. Kali ini, ia ditunjuk sebagai Komisaris PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), bersama Zudan Arif Fakrulloh dan Muhammad Ainul Yakin. Penunjukan ini bertepatan dengan berakhirnya masa tugas dua komisaris sebelumnya: Mashuri Masyhuda dan Bambang Eko Martono.

Pihak manajemen Transjakarta menyambut penunjukan ini dengan optimisme. “Selamat mengemban amanah baru. Terus hadirkan perubahan nyata demi transportasi publik yang lebih modern, aman, dan terjangkau. Bersama membangun Transjakarta semakin inklusif menuju Jakarta kota global,” tulis mereka dalam pernyataan resmi.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *