Tren Hijab Ramadan Zyta Delia: Nuansa Lembut dan Gaya Minimalis Digemari

Cerita Sukses Zyta Delia dalam Bisnis Hijab Lokal

Zyta Delia Rahma, seorang perempuan berusia 33 tahun yang lulusan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), memiliki kisah sukses dalam menjalani bisnis fesyen hijab. Awal mula bisnis ini dimulai dari kebingungan dan kesulitan mencari hijab yang cocok untuk dirinya sendiri. Dari situ, ia menemukan peluang bisnis yang menarik.

Pada tahun 2015, Zyta memulai bisnis hijab dengan alasan pribadi. Ia merasa tidak puas dengan produk hijab yang ada di pasaran. Sejak awal, ia memilih untuk membuat hijab sendiri, mulai dari membeli kain hingga menjahit tepiannya. Proses ini dilakukan secara mandiri, dengan modal awal sebesar Rp3 juta. Meskipun awalnya menghadapi banyak tantangan, seperti keterbatasan bahan baku, Zyta terus berusaha untuk meningkatkan produksi.

Melihat potensi pasar yang besar, Zyta pun memutuskan untuk mengubah strategi produksi. Ia beralih ke desain hijab printing agar suplai kain lebih stabil dan produksi bisa ditingkatkan secara bertahap. Langkah ini menjadi titik penting yang membawa brand Zyta Delia berkembang pesat.

Selain fokus pada hijab, Zyta juga ingin memberdayakan tenaga kerja lokal. Awalnya, ia melibatkan penjahit di sekitar rumah, namun kini bisnisnya telah berkembang dengan puluhan karyawan inti serta ratusan tenaga kerja yang terlibat di lini produksi dan distribusi.

Koleksi Ramadan 2026: Tren Modest Fesyen Terkini

Memasuki Ramadan 2026, Zyta Delia kembali menyiapkan koleksi khusus yang disesuaikan dengan tren modest fesyen terkini. Biasanya, kebutuhan perempuan terhadap produk modest fesyen meningkat menjelang bulan suci ini. Oleh karena itu, Zyta Delia terus menghadirkan koleksi yang tidak hanya stylish, tetapi juga fungsional untuk kebutuhan sehari-hari perempuan Indonesia.

Tahun ini, konsumen cenderung menyukai gaya sederhana, nyaman, dan versatile. Item fesyen yang bisa digunakan untuk berbagai aktivitas menjadi pilihan utama. Warna-warna lembut seperti Blue Aurora dan White Cloud disebut menjadi favorit. Selain itu, tren tas slouchy dengan karakter lemas, baik ukuran micro maupun oversized, mulai banyak diminati.

Selain itu, branding minimalis juga semakin digemari, khususnya oleh konsumen muda. Oleh karena itu, beberapa produk Zyta Delia kini hadir dengan sentuhan logo emboss yang lebih subtle namun tetap elegan.

Salah satu koleksi unggulan yang disiapkan menjelang Ramadan adalah Jarde Collection, lini tas berbahan jacquard yang dirancang untuk melengkapi tampilan modest fesyen selama bulan suci hingga Lebaran.

Tips Memadupadankan Fesyen Ramadan

Zyta juga membagikan tips sederhana dalam memadupadankan fesyen Ramadan. Ia menyarankan agar outfit bermotif dipadukan dengan aksesori bernuansa netral agar tetap seimbang. Sebaliknya, outfit polos dapat diberi sentuhan statement melalui scarf atau tas bermotif. Menurutnya, menjaga harmoni warna dan tekstur juga dinilai penting agar tampilan tetap nyaman sekaligus stylish sepanjang hari.


Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *