Profil Piprim Basarah, Dokter Jantung Senior yang Dipecat Menkes

Pemecatan Dokter Piprim Basarah Yanuarso dan Kontroversi di Baliknya

Dokter Piprim Basarah Yanuarso, seorang konsultan jantung anak senior, menjadi perbincangan hangat setelah mengumumkan bahwa dirinya dipecat oleh Menteri Kesehatan. Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun Instagram pribadinya pada hari Minggu, 15 Februari 2026. Dalam unggahannya, ia menyampaikan rasa penyesalan kepada para pasien serta peserta didiknya yang sebelumnya ia dampingi dalam proses pendidikan dan pelayanan medis.

“Saya dipecat oleh Pak Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin,” ujarnya dalam unggahan tersebut. Ia juga memohon maaf kepada seluruh pasien, terutama di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), serta kepada mahasiswa, residen, dan calon dokter anak yang sebelumnya ia bimbing. Ia menyebut tidak lagi dapat mendampingi mereka dalam proses pendidikan dan pengembangan karier.

Piprim telah bekerja lebih dari dua dekade di RSCM dan aktif sebagai dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI). Ia mengungkapkan bahwa dua bulan sebelum dimutasi secara paksa oleh Direktur Jenderal Layanan Lanjutan, ia sudah dipanggil dan diberi peringatan agar kooperatif terhadap kolegium yang dibentuk oleh Menteri Kesehatan. Jika tidak, maka ia akan dimutasi.

Menurutnya, ia hanya menjalankan amanah Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak di Semarang, di mana kolegium Ilmu Kesehatan Anak Indonesia tetap berdiri secara independen. Perjuangan ini kemudian dibenarkan oleh putusan Mahkamah Konstitusi.

“Perjuangan IDAI inilah yang kemudian ternyata dibenarkan oleh Amar Keputusan Mahkamah Konstitusi yang menyebutkan kolegium harus independen,” katanya. Namun, perjuangan tersebut berujung pada mutasi paksa hingga pemecatan karena menolak mutasi yang dinilai tidak sesuai asas meritokrasi ASN.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membantah adanya pemecatan tanpa dasar. Ia menegaskan bahwa keputusan pemberhentian tersebut melalui prosedur yang jelas dan sesuai aturan disiplin ASN. “Tidak mungkin memecat PNS tanpa alasan dan prosedur yang jelas. Apalagi hanya karena beda pendapat,” tegasnya.

Profil Dokter Piprim Basarah Yanuarso

Dokter Piprim dikenal sebagai ketua organisasi profesi dokter anak terbesar di Indonesia, yakni Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Ia lahir di Malang, Jawa Timur, pada 15 Januari 1967. Piprim menempuh pendidikan kedokteran umum di Universitas Padjadjaran (Unpad) dan meraih gelar dokter pada 1991. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan spesialis anak di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan lulus pada 2002.

Ia juga menyelesaikan pendidikan konsultan kardiologi anak di lingkungan yang sama (FKUI) pada 2004. Untuk memperdalam keahliannya, ia mengikuti fellowship kardiologi anak di Institut Jantung Negara, Kuala Lumpur, Malaysia, yang rampung pada 2007.

Selain pendidikan klinis, Piprim juga aktif dalam akademik dan penelitian. Ia tercatat sebagai dosen di FKUI, terutama dalam pengajaran calon dokter spesialis kardiologi anak, serta aktif dalam publikasi dan riset kesehatan anak.

Pengabdian di Pelayanan Anak dan Jantung

Karier dokter Piprim dimulai sebagai dokter PTT (Pegawai Tidak Tetap) di Puskesmas Rawa Pitu, Lampung Utara, pada 1992-1995. Ia lalu bertugas sebagai dokter anak di berbagai daerah, termasuk Ambon pada 2003. Sejak 2005, Piprim berkiprah sebagai Konsultan Kardiologi Anak di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat, yang merupakan salah satu rumah sakit rujukan nasional di Indonesia.

Di sini ia menangani kasus-kasus jantung bawaan dan gangguan kardiovaskular pada pasien anak, serta menjadi bagian penting dalam layanan Pusat Jantung Terpadu. Selain praktik klinis, Piprim dikenal sebagai pendidik dan mentor bagi calon spesialis kardiologi anak dan residen di FKUI–RSCM. Keahliannya tidak hanya di ranah klinik, tetapi juga dalam pembelajaran dan pengembangan kapasitas tenaga medis di bidang pediatri dan kardiologi anak.

Dipercaya sebagai Ketua IDAI dan Suara Isu Kesehatan Anak

Pada tingkatan organisasi, dokter Piprim dipercaya menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, organisasi profesi tertinggi dokter anak di Indonesia yang juga berperan dalam menetapkan standar pelayanan, advokasi kesehatan anak, serta edukasi publik. Dalam kapasitasnya sebagai Ketua IDAI, dokter Piprim kerap mengadvokasi kebijakan kesehatan anak, seperti peningkatan edukasi imunisasi, pencegahan keracunan makanan pada anak sekolah, hingga upaya pemerataan akses layanan kesehatan anak di seluruh wilayah Indonesia.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *