Tidak Perlu ke Jawa, Dokter Spesialis Papua Kini Lulus dari FK Uncen

Sejarah Baru dalam Pendidikan Kesehatan di Tanah Papua

Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura siap mencatat sejarah baru dalam dunia pendidikan tinggi di Tanah Papua dengan membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif. Ini menjadi langkah penting dalam mengatasi kelangkaan dokter spesialis di berbagai rumah sakit rujukan se-Tanah Papua.

Anestesiologi adalah cabang ilmu kedokteran yang berfokus pada teknik pembiusan untuk menghilangkan rasa sakit, manajemen nyeri, serta pemeliharaan tanda-tanda vital pasien sebelum, selama, dan setelah prosedur operasi. Proses pembukaan program ini sudah memasuki tahap asesmen lapangan oleh Tim Satuan Tugas Percepatan PPDS Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), di Ruang Rapat Rektorat Uncen, Perumnas III Waena, Kota Jayapura, Rabu (4/2/2026).

Langkah ini bukan sekadar pembukaan program studi baru, tetapi menjadi jawaban atas persoalan pendidikan kesehatan di Papua. Selama puluhan tahun, dokter-dokter muda harus meninggalkan kampung halaman, merantau ke Jawa atau luar Papua, bahkan terkendala biaya, untuk mengejar gelar spesialis. Kini, harapan itu perlahan terjawab. Pendidikan dokter spesialis akan hadir di tanah sendiri.

Keuntungan bagi Dokter Asli Papua

Dekan Fakultas Kedokteran Uncen, dr. Inneke Viviane Sumolang, Sp.DVE, FINSDV, FAADV, menjelaskan bahwa pembukaan program studi ini menjadi momentum penting bagi kemandirian pendidikan dokter di Papua. “Selama ini anak-anak Papua yang mau ambil spesialis harus keluar daerah. Tidak semua punya biaya dan kesempatan. Dengan PPDS di Uncen, mereka bisa belajar di sini, dekat keluarga, dan kembali mengabdi untuk masyarakat Papua,” ujarnya.

Kehadiran PPDS akan mempercepat pemerataan tenaga dokter spesialis yang selama ini masih sangat minim mulai dari perkotaan hingga ke pelosok terpencil di 4 provinsi se-Tanah Papua. Banyak rumah sakit rujukan masih kekurangan tenaga anestesi, padahal perannya sangat vital dalam tindakan operasi, pelayanan bedah, hingga perawatan intensif (ICU). Tidak jarang, jadwal operasi tertunda berhari-hari atau pasien harus dirujuk ke luar daerah karena minimnya dokter spesialis.

Peran Universitas Cenderawasih

Di sisi lain, Universitas Cenderawasih sebenarnya telah melahirkan banyak tenaga medis. Hingga kini, FK Uncen tercatat telah meluluskan sekitar 1.393 dokter umum. Namun setelah lulus, sebagian besar harus meninggalkan Papua untuk melanjutkan pendidikan spesialis. “Anestesiologi kami pilih karena kebutuhannya paling mendesak. Ini akan menjadi lokomotif untuk pembukaan prodi spesialis lainnya ke depan,” jelas dr. Inneke.

Rektor Universitas Cenderawasih, Prof. Dr. Oscar Oswaldo Wambraw, SE, MSc.Agr, menegaskan komitmen kampus menjadikan Uncen sebagai pusat pengembangan pendidikan kesehatan di Papua. Menurutnya, PPDS ini tidak bisa berjalan sendiri melainkan dengan kolaborasi bersama pemerintah daerah dan rumah sakit pendidikan. “Kami ingin Uncen menjadi rumah bagi anak-anak Papua yang bercita-cita menjadi dokter spesialis. Mereka tidak perlu jauh-jauh lagi. Kami siapkan sistem pendidikan, dosen dan rumah sakit jejaring agar kualitasnya setara dengan kampus besar di Indonesia,” katanya.

Praktik Klinis dan Kolaborasi

Praktik klinis nantinya akan dilakukan di RSUD Jayapura, RSUD Abepura, serta sejumlah rumah sakit jejaring lainnya di Jayapura dan sekitarnya. Sementara itu, Ketua Tim Satgas Percepatan PPDS Kemendiktisaintek, Prof. Dr. med. Tri Hanggono Ahmad, dr, menyebut pembukaan PPDS Anestesiologi di Uncen merupakan bagian dari kebijakan nasional pemerataan pendidikan dokter spesialis. “Pendidikan spesialis tidak boleh hanya terpusat di Jawa. Papua juga harus punya kapasitas sendiri. Pemerintah pusat mendukung penuh Uncen agar mampu mencetak dokter spesialis dari wilayah timur untuk melayani wilayahnya sendiri,” tegasnya.

Asesmen lapangan turut dihadiri Ketua Kolegium Anestesiologi Indonesia Dr. dr. Reza Widianto Sudjud Sp.An-TI dan Dr. dr. Hamzah Sp.An-TI, serta para direktur rumah sakit dan dokter spesialis anestesi yang akan terlibat sebagai pengajar.

Profil Universitas Cenderawasih

Uncen merupakan sebuah Perguruan Tinggi Negeri yang terletak di Jayapura, Papua. Didirikan pada tahun 1962, universitas ini telah mencapai usia 64 tahun. Saat ini Uncen memiliki 9 fakultas yang tersebar di Distrik Abepura dan Waena di Distrik Heram, yang berbatasan dengan Kabupaten Jayapura.

9 fakultas tersebut adalah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Pertanian (FAPERTA), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK). Uncen sudah memperoleh akreditasi institusi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *