Peningkatan Pagu Dana Pembangunan Kelurahan Liliba
Jumlah penduduk di Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, semakin meningkat. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) Liliba meminta Pemerintah Kota Kupang untuk menaikkan pagu dana pembangunan kelurahan dari Rp 500 juta untuk tahun anggaran mendatang. Saat ini, jumlah penduduk di Kelurahan Liliba mencapai 23.000 jiwa yang tersebar di luas wilayah sebesar 1.400 Ha.
Ketua RW05, Raymundus Mega, menyampaikan bahwa pihaknya mengapresiasi arah baru kebijakan pelayanan pembangunan wali kota dan wakil wali kota saat ini. Salah satu hal penting dalam kebijakan tersebut adalah alokasi dana kelurahan yang dilakukan terlebih dahulu, sehingga usulan item dan program serta kegiatan pembangunan dari LKK (RT/RW) lewat LPM Kelurahan disesuaikan dengan dana yang ada.
Namun, menurut Raymundus, penghitungan pagu dana kelurahan harus berdasarkan jumlah penduduk dan luas wilayah dalam 51 kelurahan di kota ini. Hal ini penting agar tidak menimbulkan saling mengklaim dan anggapan ketidakberimbangan bahkan ketidakadilan antar warga disetiap RT dan RW setempat.
Peran Lurah Liliba dalam Pengelolaan Dana
Lurah Liliba Viktor Makoni, S.Sos, mengatakan bahwa Pemerintah Kota Kupang telah melakukan langkah dan terobosan terkait arah baru Musrembang Lur tahun 2026 dan 2027. Pemkot terlebih dahulu mematok pagu dana untuk kegiatan pembangunan di tingkat akar rumput, sehingga hanya item dan kegiatan yang sifatnya mendesak yang diprioritaskan pembangunannya.
Makoni yang memimpin Kelurahan Liliba sejak tahun 2018 mengungkapkan bahwa ia tahu benar dan betul item-item kegiatan apa yang prioritas di RT RW dalam kelurahan Liliba ini. Dengan demikian, ia yakin bahwa optimalisasi dana yang ada akan efektif dan tepat sasaran.
Rencana Pembangunan Tahun 2027
Ketua LPM Liliba, Drs. Apolonius Nurak, membacakan kegiatan-kegiatan pembangunan yang telah direalisasi pada tahun sebelumnya dan untuk tahun pembangunan 2027. Untuk tahun 2027, telah diusulkan prioritas jalan dengan kualitas HOTMIX di 14 RT sepanjang 5.000-an meter dan pekerjaan jalan dengan kualitas lapen sepanjang 5.000 meter lebih di 24 RT.
Berikut beberapa rencana pembangunan yang diajukan:
* Jalan Rabat beton ada 2 RT
* Jalan setepak
* Buka jalan baru di RT34 DEKER ada 12 buah
* Drainase 6 RT sepanjang 2.300 meter
* Penahan kali star dari RT32/RW13 Footsal Tanah Merah
* 32 Sumur resapan diantaranya di RT32/RW13
* Lampu jalan 31 RT utk 195 titik diantaranya oleh RT02/RW13
* Permintaan bedah rumah di RT11 dan RT32 (tiga kk/tiga unit) untuk rumah Maxi Betti, Kornelis Tulle dan Eliakim Klus rumah dekat TPU Liliba.
Keunggulan dan Ketangguhan Kelurahan Liliba
Plt Camat Oebobo, Zet Batmalo, SH.MH, mengakui ketangguhan Kelurahan Liliba karena soliditas dan kapabilitas LKK selama ini. Ia menyatakan bahwa Kelurahan Liliba unggul diantara 6 kelurahan lain dalam kecamatan Oebobo.
Batmalo menjelaskan bahwa salah satu indikator maju dan tangguhnya Kelurahan Liliba dapat diukur dalam konteks pra-Musrenbanglur yang telah dilakukan sebelum Musrembang hari ini. Strategi kepemimpinan Lurah dan LKK guna mempercepat proses dan efisiensi waktu.
Arahan Staf Ahli Wali Kota
Daud Nafi, S.STP., M.M – Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi dan Pembangunan, menjelaskan arah baru pengelolaan dan kebijakan walikota dan wakil walikota yang telah disetujui Pimpinan dan anggota DPRD Kota. Salah satu hal penting adalah alokasi anggaran pembangunan (dana kelurahan) untuk tahun anggaran mendatang.
Ia mengaku saat ini pagunya disamaratakan tanpa melihat jumlah penduduk dan luas wilayah. Menurut Daud, Kelurahan Liliba memiliki 52 RT dan 16 RW. Jika dibandingkan dengan kelurahan lain seperti Kelurahan Merdeka, maka bisa saja empat (4) kali lipat luas wilayah kelurahan Liliba saat ini.
Namun karena keadaan dan kebijakan efisiensi pemerintah pusat yang memangkas dana transfer ke kota kupang sebanyak Rp204 miliaran lebih, sehingga telah berdampak luas diantaranya pagu dana kelurahan semua sama.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”












