Panduan dan Kunci Jawaban untuk Soal Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA
Berikut ini adalah panduan lengkap mengenai soal dan kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA Halaman 121 Kurikulum Merdeka. Tujuan dari kunci jawaban ini adalah untuk membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran, tetapi tetap dihimbau untuk mengerjakan tugas secara mandiri terlebih dahulu.
Petunjuk Pengerjaan Tugas
- Bacalah Hikayat Bayan Budiman berikut ini.
- Identifikasikanlah karakteristik hikayat tersebut dengan menggunakan tabel berikut ini.
Kunci Jawaban Siswa
1. Karakteristik: Kemustahilan
- Meminta nasihat pada burung tiung dan bayan
Kutipan teks: “Sebelum dia pergi, berpesanlah dia pada istrinya itu, jika ada barang suatu pekerjaan, mufakatlah dengan dua ekor unggas itu, hubaya-hubaya jangan tiada, karena fitnah di dunia amat besar lagi tajam dari pada senjata.” - Burung bayan bisa berpikir untuk menghindar dari pembunuhan
Kutipan teks: “Maka bayan pun berpikir bila ia menjawab seperti tiung maka ia juga akan binasa.” - Burung bayan bisa menceritakan banyak kisah hingga 24 malam
- Burung bayan bisa melakukan tindakan bijaksana
Kutipan teks: “Bayan yang bijak bukan sahaja dapat menyelamatkan nyawanya tetapi juga dapat menyekat isteri tuannya daripada menjadi isteri yang curang.”
2. Karakteristik: Kesaktian
- Burung bayan bisa melakukan tindakan seperti manusia
Kutipan teks: “Burung Bayan tidak melarang malah dia menyuruh Bibi Zainab meneruskan rancangannya itu, tetapi dia berjaya menarik perhatian serta melalaikan Bibi Zainab dengan cerita-ceritanya.” - Hati kera bisa digunakan untuk menyembuhkan luka
Kutipan teks: “Anak saudagar mendapat luka di tangannya. Luka tersebut tidak sembuh melainkan diobati dengan hati kera.”
3. Karakteristik: Istana Sentris
Teks Hikayat Bayan Budiman tidak menyebutkan istana sentris. Namun, dalam hikayat ini terdapat sosok saudagar kaya:
– Khojan Mubarok, saudagar yang sangat kaya
Kutipan teks: “Sebermula ada saudagar di negara Ajam. Khojan Mubarok namanya, terlalu amat kaya, akan tetapi ia tiada beranak.”
– Bibi Zainab, anak seorang saudagar kaya
Kutipan teks: “Ia dipinangkan dengan anak saudagar yang kaya, amat elok parasnya, namanya Bibi Zainab.”
– Anak Raja Azam
Kutipan teks: “Hatta beberapa lama di tinggal suaminya, ada anak Raja Ajam berkuda lalu melihatnya rupa Bibi Zainab yang terlalu elok.”
– Anak saudagar yang berteman dengan kera
Kutipan teks: “Ibu bayan telah bercerita kepada anak-anaknya tentang seekor anak kera yang bersahabat dengan seorang anak saudagar.”
Soal Halaman 122
- Ki Hadjar Dewantara tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan dan nama pemberian orang tuanya agar dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun hatinya. Jelaskan apa yang dimaksud dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun hatinya dalam teks tersebut!
- Ki Hadjar Dewantara dikenal sebagai penulis andal. Apa saja bukti-bukti yang menunjukkan beliau sebagai penulis andal dalam teks tersebut?
- Jelaskan apa pentingnya Perguruan Nasional Taman Siswa yang dibentuk Ki Hadjar Dewantara bagi pribumi?
- Menurut kalian, apakah hukuman pengasingan yang diberikan Pemerintah Belanda kepada Ki Hadjar Dewantara sudah sesuai dengan kesalahan yang dilakukannya? Jelaskan alasannya!
- Jelaskan maksud ajaran Ki Hadjar Dewantara, yaitu tut wuri handayani, ing madya mangun karsa, dan ing ngarsa sung tulada berdasarkan pemahaman kalian sendiri!
- Menurut penilaian kalian, apa saja informasi penting tentang tokoh yang belum terdapat dalam teks tersebut?
- Menurut kalian, apa saja kelebihan dan kekurangan teks biografi tersebut? Jelaskan!
- Tuliskan beberapa saran dan masukan agar teks biografi tersebut lebih baik!
- Berdasarkan pengetahuan kalian tentang tokoh Ki Hadjar Dewantara, tulislah sebuah karangan singkat berjudul “Seandainya Aku adalah Ki Hadjar Dewantara”!
Kunci Jawaban Siswa
1. Maksud kalimat tersebut berkaitan dengan status Ki Hadjar Dewantara sebagai bangsawan yang memiliki batasan untuk bergaul dan berbaur secara sosial dengan masyarakat yang bukan dari kalangan bangsawan.
2. Keandalan Ki Hadjar Dewantara dibuktikan dengan dipercayanya beliau sebagai wartawan di beberapa surat kabar, antara lain Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara. Banyak pula yang menganggap tulisan Ki Hadjar Dewantara sangat komunikatif, tajam, dan patriotik sehingga mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya.
3. Perguruan Taman Siswa sangat penting karena memberikan kesempatan bagi para pribumi untuk dapat memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda. Perguruan ini sangat menekankan pendidikan rasa kebangsaan kepada peserta didik agar mereka mencintai bangsa dan tanah air serta berjuang untuk memperoleh kemerdekaan.
4. Hukuman pengasingan Ki Hadjar Dewantara dianggap tidak tepat dan merupakan reaksi yang sangat berlebihan dari Belanda. Hal itu disebabkan karena Belanda takut terhadap pergerakan kemerdekaan Indonesia.
5. Tut wuri handayani berarti ketika berada di depan seorang pendidik harus memberikan teladan. Ing madya mangun karsa berarti ketika berada di tengah seorang pendidik harus membangun motivasi, semangat, atau kemauan. Adapun, ing ngarsa sung tuladha bermakna ketika berada di belakang seorang pendidik dapat memberikan dukungan, pengaruh, dan saran masukan.
6. Jasa-jasa, karya tulis, dan nilai-nilai semangat perjuangan serta kiprah Ki Hadjar Dewantara dalam kehidupan berbangsa, khususnya dalam bidang pendidikan.
7. Keluarga Ki Hadjar Dewantara. Bagaimana semboyan “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani” bisa terbentuk. Seperti apa detail perjuangan Ki Hadjar Dewantara mengkritik Belanda dan memajukan pendidikan di Indonesia. Contohnya cara Ki Hadjar Dewantara mendirikan sekolah Taman Siswa.
8. Kelebihan:
- Sebagai biografi singkat cukup menjelaskan peristiwa penting yang membuat Ki Hadjar Dewantara dikenal sebagai Bapak Pendidikan.
- Menjelaskan dengan baik latar belakang Ki Hadjar Dewantara yang tertarik pada bidang pendidikan.
Kekurangan:
– Kurang menjelaskan bagaimana Ki Hadjar Dewantara yang tidak melanjutkan pendidikan bisa menjadi seorang jurnalis dan melakukan kritik.
– Tidak dijelaskan secara detail bagaimana kehidupan Ki Hadjar Dewantara dalam masa pengasingan, apakah masih bisa berjuang melawan penjajah di Tanah Air secara sembunyi-sembunyi.
– Informasi detail tentang mengapa Ki Hadjar Dewantara meninggal dan tempat dimakamkan.
9. Teks biografi tersebut akan lebih baik jika terdapat subjudul. Mulai dari profil, riwayat pendidikan, kiprah di dunia pendidikan, hingga pengasingan.
10. “Seandainya Aku adalah Ki Hadjar Dewantara”
Ki Hadjar Dewantara adalah sosok guru besar sekaligus Bapak Pendidikan Nasional. Seandainya aku adalah Ki Hadjar Dewantara, aku akan terus melanjutkan perjuangan demi pendidikan Indonesia. Aku akan terus berjuang agar bangsa Indonesia memiliki akses pendidikan yang adil.












