Brigjen Purn Siswandi Tantang Roy Suryo Soal Ijazah Jokowi

Tantangan Siswandi untuk Roy Suryo dengan Sumpah Pocong

Brigjen Pol (Purn) Siswandi menantang Roy Suryo untuk menjalani sumpah pocong terkait isu dugaan ijazah palsu Joko Widodo (Jokowi). Ia juga menyatakan kesiapan untuk menyumbangkan dana bagi keperluan ritual tersebut. Tantangan ini kini menjadi viral di media sosial.

Sumpah pocong adalah tradisi yang umum dilakukan oleh masyarakat Jawa yang beragama Islam. Tradisi ini digunakan sebagai cara untuk membuktikan kebenaran atas suatu tuduhan. Pelaku akan membungkus diri dengan kain kafan seperti jenazah dan bersumpah dengan keyakinan bahwa jika ia berbohong, maka akan mendapat hukuman atau laknat dari Tuhan.

Tradisi ini sering kali digunakan sebagai solusi dalam sengketa, krisis kecurigaan, atau ketidakpercayaan antara dua pihak. Dalam konteks ini, Siswandi mengajak Roy Suryo untuk menggunakan jalur kearifan lokal yang memiliki konsekuensi spiritual berat.

“Berani enggak, ayo Mas Roy sumpah pocong. Anda kan hebat, keras ngelawan. Saya akan datang kalau anda sumpah pocong,” ujarnya. Ia juga menyatakan akan menyumbang anggaran secukupnya untuk melaksanakan ritual tersebut.

Siswandi meyakini bahwa sumpah pocong adalah cara paling jujur untuk mengakhiri kegaduhan di ruang publik. Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk mendanai seluruh keperluan pelaksanaan ritual tersebut jika Roy Suryo berani menerima tantangannya.

Hingga saat ini, pihak Roy Suryo belum memberikan tanggapan resmi terkait tantangan dari jenderal purnawirawan tersebut. Namun, Siswandi meragukan kapasitas Roy Suryo dalam menilai keabsahan dokumen pendidikan sang mantan Presiden.

Menurutnya, mustahil bagi seseorang untuk memvonis sebuah dokumen sebagai barang palsu jika yang bersangkutan belum pernah melihat atau memegang fisik aslinya secara langsung. “Ngelihat megangnya belum kok sudah bilang palsu. Apa hebatnya dia,” ujarnya dengan nada menyindir.

Ia menekankan bahwa dalam dunia hukum maupun pembuktian ilmiah, beban pembuktian ada pada penuduh. “Setiap orang yang mengatakan itu palsu, buktikan,” tuturnya.

Rektor UGM Sudah Tegaskan Keaslian Ijazah

Dalam pernyataannya, Siswandi juga mengingatkan bahwa pihak Universitas Gadjah Mada telah memberikan klarifikasi resmi terkait keaslian ijazah Jokowi. Rektor UGM, Prof Ova Emilia, disebut telah memastikan dokumen akademik tersebut sah.

“Rektor yang mengeluarkan aja bilang asli. Anda nggak ada urusannya bilang palsu. Apa kapabilitas anda?” kata dia. Menutup pernyataannya, Siswandi menyarankan Roy Suryo untuk lebih banyak melakukan refleksi spiritual agar mendapat ketenangan dan kejernihan berpikir.

“Saya sarankan anda salat tahajud agar dikasih pencerahan. Salat tobat, salat tahajud silakan,” pungkasnya.

Sejarah Isu Ijazah Palsu Jokowi

Sebagai informasi, isu dugaan ijazah palsu Jokowi telah mencuat sejak 2022 dan terus menjadi perdebatan publik. Meski demikian, Jokowi dan pihak kampus berulang kali menegaskan bahwa ijazah tersebut asli dan dikeluarkan secara sah oleh Universitas Gadjah Mada.

Profil Siswandi

Bukan orang sembarangan, Siswandi memiliki rekam jejak panjang di korps Bhayangkara hingga dunia sosial dan hukum pasca-pensiun. Lahir di Medan pada 5 Juli 1959, karier Siswandi mulai bersinar saat menjabat sebagai Kapolres Cirebon Kota pada medio 2002 hingga 2004.

Kedekatannya dengan masyarakat dan jurnalis di Cirebon membuat namanya tetap harum hingga dua dekade setelah ia meninggalkan kota tersebut.

Karier di Bidang Narkoba dan Hukum

Direktur BNN, Aktivis Anti-Narkoba dan Pengacara Senior

Karier kepolisiannya terus menanjak saat ia dipromosikan ke Bagian Narkoba Bareskrim Polri. Prestasi puncaknya di bidang ini tercatat saat ia ditunjuk sebagai Direktur Pertama Badan Narkotika Nasional (BNN).

Pengalaman ini membentuk karakternya yang tegas namun tetap humanis. Memasuki masa purna tugas, Siswandi tidak memilih untuk berdiam diri. Semangatnya melawan narkoba diwujudkan dengan mendirikan GPAN (Generasi Peduli Anti Narkoba).

Selain itu, ia juga aktif di ormas Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) dan menyalurkan hobi seninya melalui Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI).

Tak hanya aktif di kegiatan sosial, Siswandi kini juga merambah dunia hukum secara profesional. Ia tercatat sebagai pendiri Jagratara Merah Putih Law Firm dan tergabung dalam organisasi advokat ternama, Kongres Advokat Indonesia (KAI).

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *