Budaya  

5 Amalan Malam Nisfu Syaban Sesuai Sunnah, Dilakukan Malam Ke-15 Bulan Syaban 2026

Bulan Syaban dan Keistimewaan Malam Nisfu Syaban

Bulan Syaban adalah bulan kedelapan dalam Kalender Hijriah, yang menjadi jembatan menuju Ramadhan. Di bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan sholeh dan meningkatkan kualitas ibadah. Salah satu malam yang istimewa dalam bulan Syaban adalah malam tanggal 15 atau yang dikenal dengan Nisfu Syaban.

Malam Nisfu Syaban memiliki keistimewaan berdasarkan beberapa hadits yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW. Dalam salah satu hadits, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah memperhatikan hamba-Nya (dengan penuh rahmat) pada malam nisfu Sya’ban, kemudian Ia akan mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan musyahin (orang munafik yang menebar kebencian antara sesama umat Islam).”

Hadits ini diriwayatkan oleh Thabrani dalam Al-Kabir dan dikuatkan oleh peneliti hadis Al Haitsami yang menilai para perawi hadis ini sebagai orang-orang yang terpercaya.

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya (rahmat) Allah mendekati kepada hamba-Nya (di malam nisfu Sya’ban), maka mengampuni orang yang meminta ampunan, kecuali pelacur dan penarik pajak.”

Hadits ini diriwayatkan oleh al-Thabrani dalam al-Kabir dan Ibnu ‘Adi dari Utsman bin Abi al-’Ash. Syaikh al-Munawi menyatakan bahwa perawinya terpercaya.

Selain itu, dalam hadits ketiga, Rasulullah SAW bersabda:

“Rahmat Allah turun di malam nisfu Sya’ban maka Allah akan mengampuni semua orang kecuali orang yang di dalam hatinya ada kebencian kepada saudaranya dan orang yang menyekutukan Allah.”

Hadits ini dikategorikan sebagai hadits hasan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar dan diriwayatkan oleh Daraquthni dalam as-Sunnah serta Ibnu Khuzaimah dalam at-Tauhid.

Berdasarkan tiga hadits tersebut, jelas bahwa malam Nisfu Syaban memiliki keistimewaan salah satunya adalah malam pengampunan dosa.

Amalan Malam Nisfu Syaban

Tanggal 15 Bulan Syaban 1447 H/2026 jatuh pada Selasa atau malam Nisfu Syaban bertepatan dengan Selasa 3 Februari 2026. Artinya, malam Nisfu Syaban 2026 jatuh pada Senin 2 Februari selepas maghrib.

Berikut adalah lima amalan yang dianjurkan dalam malam Nisfu Syaban sesuai sunnah:

  • Sholat malam

    Malam Nisfu Syaban menjadi momen yang tepat untuk memperbanyak shalat sunah qiyamul lail. Beberapa shalat sunah yang dapat dikerjakan adalah shalat Tahajud, yang dilakukan setelah tidur di sepertiga malam terakhir, serta shalat Hajat, yang dikerjakan untuk memohon hajat tertentu kepada Allah. Selain itu, shalat Tasbih juga bisa menjadi pilihan karena memiliki keutamaan dalam menghapus dosa-dosa yang telah lalu.

  • Membaca Al-Qur’an

    Malam Nisfu Syaban dapat diisi dengan membaca dan memahami arti, dan meresapi kandungan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

  • Beristighfar dan Berdoa

    Malam Nisfu Syaban dapat diisi dengan memperbanyak istighfar dan berdoa untuk memohon ampun kepada Allah. Dianjurkan juga untuk membaca Sayyidul Istighfar atau memperbanyak kalimat “Astaghfirullah wa atubu ilaih.” Pada malam ini dapat memperbanyak doa untuk diri sendiri, keluarga, orang tua, serta umat Islam agar diberikan keberkahan, kesehatan, dan kemudahan dalam hidup.

  • Puasa Sunah di Hari Nisfu Syaban

    Sebagian ulama menganjurkan puasa sunah pada tanggal 15 Syaban. Puasa ini termasuk dalam kategori puasa sunah pertengahan bulan yang dikenal dengan Ayyamul Bidh yang biasa dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Selain sebagai ibadah tambahan, puasa ini juga menjadi latihan spiritual agar tubuh dan jiwa lebih siap menyambut Ramadhan.

  • Bersedekah dan Berbuat Baik

    Selain melakukan ibadah yang bersifat individu, Islam juga menganjurkan umatnya untuk memperbanyak amal kebaikan kepada sesama. Pada malam Nisfu Sya’ban, beberapa bentuk kebaikan yang bisa dilakukan antara lain bersedekah kepada fakir miskin, memberikan makanan kepada orang lain, membantu orang yang membutuhkan, serta memperbanyak silaturahmi dan memaafkan kesalahan orang lain. Amal ibadah ini tidak hanya membawa keberkahan bagi diri sendiri, tetapi juga mempererat hubungan dengan sesama dan memperbanyak pahala di sisi Allah.


Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *