Penarikan Diri AS dari Organisasi Internasional
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengambil keputusan penting untuk menarik diri dari sejumlah organisasi internasional, termasuk lembaga-lembaga yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Keputusan ini dilakukan melalui Memorandum Presiden yang dikeluarkan pada 7 Januari dan menjadi kelanjutan dari Perintah Eksekutif 14199 yang diterbitkan pada 4 Februari 2025. Langkah ini mencakup penarikan dari total 66 organisasi dunia, terdiri dari 35 organisasi non-PBB dan 31 badan PBB.
Keputusan ini didasarkan pada pertimbangan bahwa banyak organisasi tersebut dinilai bertentangan dengan kepentingan nasional AS. Namun, Gedung Putih belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai organisasi-organisasi yang dimaksud. Trump menegaskan bahwa langkah ini merupakan hasil dari peninjauan menyeluruh terhadap seluruh organisasi antarpemerintah internasional, konvensi, dan perjanjian yang diikuti atau diikuti AS sebagai anggota atau pihak terkait.
Penarikan dari Lembaga Lingkungan dan Iklim
Salah satu aspek utama dari keputusan ini adalah penghentian pendanaan terhadap organisasi lingkungan dan iklim. Beberapa organisasi yang terkena dampak termasuk:
- 24/7 Carbon-Free Energy Compact
- Commission for Environmental Cooperation
- Inter-American Institute for Global Change Research
- Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC)
- Intergovernmental Science-Policy Platform on Biodiversity and Ecosystem Services (IPBES)
- International Tropical Timber Organization (ITTO)
- International Union for Conservation of Nature (IUCN)
- Secretariat of the Pacific Regional Environment Programme (SPREP)
- International Renewable Energy Agency (IRENA)
- International Solar Alliance
- Renewable Energy Policy Network for the 21st Century (REN21)
- Intergovernmental Forum on Mining, Minerals, Metals, and Sustainable Development
- Global Forum on Migration and Development
Selain itu, AS juga menarik diri dari keanggotaan dan menghentikan pendanaan ke organisasi PBB seperti UN Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), UN Collaborative Programme on Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation in Developing Countries (UN-REDD), UN Water, UN Oceans, serta UN Energy.
Kritik dari Berbagai Pihak
Langkah AS ini mendapat kritik tajam dari berbagai kalangan. Gina McCarthy, mantan Penasihat Iklim Nasional Gedung Putih, menyebut keputusan AS sebagai langkah memalukan karena membuat negara ini menjadi satu-satunya yang berada di luar perjanjian tersebut. Ia menilai keputusan ini akan mengurangi kemampuan AS untuk memengaruhi investasi dan kebijakan global yang penting bagi ekonomi dan perlindungan lingkungan.
Ilmuwan iklim dari Universitas Stanford, Rob Jackson, juga memperingatkan dampak sistemik dari absennya AS. Menurutnya, penarikan diri ini bisa menghambat upaya global karena dapat memberi alasan bagi negara-negara lain untuk menunda tindakan dan komitmen mereka sendiri.
Selain itu, Dana Kependudukan PBB (UNFPA) juga kehilangan dukungan AS. Trump menuduh badan ini terlibat praktik aborsi paksa, meskipun tinjauan Departemen Luar Negeri tahun 2022 tidak menemukan bukti atas klaim tersebut.
Daniel Forti, kepala urusan PBB di International Crisis Group, menilai langkah ini sebagai visi Washington yang sangat kaku. Ia mengatakan bahwa yang terlihat adalah kristalisasi pendekatan AS terhadap multilateralisme, yaitu “cara saya atau tidak sama sekali”.
Fokus pada Lembaga Penting
Meski menarik diri dari banyak lembaga, AS tetap ingin memfokuskan uang pada lembaga yang krusial untuk menyaingi pengaruh China, seperti Uni Telekomunikasi Internasional (ITU) dan Organisasi Maritim Internasional (IMO).
Daftar organisasi lain yang turut ditinggalkan AS meliputi:
- Universitas Perserikatan Bangsa-Bangsa
- Organisasi Kayu Tropis Internasional
- Komite Penasihat Kapas Internasional
- Kelompok Studi Timbal dan Seng Internasional
- Federasi Internasional Dewan Seni dan Lembaga Kebudayaan
Langkah drastis AS ini diperkirakan akan memaksa badan-badan dunia melakukan penyesuaian besar, termasuk pengurangan staf dan program, akibat hilangnya aliran dana dari salah satu penyumbang terbesar di dunia.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”












