Kesehatan Laki-Laki dan Proses Penuaan
Kesehatan laki-laki kini tidak lagi dianggap sebagai hal yang tabu, terutama dalam konteks performa seksual. Namun, lebih dari itu, kesehatan menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat yang menekankan rasa percaya diri, hubungan sosial, serta keseimbangan antara jiwa dan raga.
Dalam acara grand opening Klinik Pratama Steros pada Kamis, 15 Januari 2026, yang fokus pada kesehatan laki-laki dan anti aging, Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And., Subsp.SAAM, pakar Andrologi, Seksologi, dan Anti Aging dari Universitas Udayana menyampaikan bahwa proses penuaan terjadi akibat penurunan kadar hormon dalam tubuh. Hal ini sangat berdampak pada kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari.
Berkurangnya Hormon Testosteron Jadi Salah Satu Pemicu Utama Penuaan
Proses penuaan tidak terjadi begitu saja. Menurut Prof. Wimpie, penuaan terjadi karena penurunan hormon di dalam tubuh dan dapat diperlakukan sebagai penyakit yang bisa diobati. Perubahan level hormon mulai terjadi pada usia muda, yang menjadi penyebab utama penuaan. Manusia menjadi tua karena hormon berkurang, bukan sebaliknya. Oleh karena itu, penuaan dianggap sebagai penyakit yang dapat diobati.
Penyebab Proses Penuaan

Usia dibagi menjadi dua jenis: usia kronologis dan usia fisiologis. Usia kronologis adalah usia sesuai tahun kelahiran sedangkan usia fisiologis merupakan usia sesuai fungsi sistem organ tubuh. Penyebab proses penuaan terbagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi hormon yang berkurang atau tidak seimbang, radikal bebas, glokosis, metilasi, apoptosis, sistem imun, kerusakan DNA, dan gen. Sementara faktor eksternal meliputi pola hidup dan diet tidak sehat, kebiasaan buruk, polusi lingkungan, dan stres.
Tiga Fase Proses Penuaan

Terdapat tiga fase lambat proses penuaan, yaitu fase subklinis, fase transisi, dan fase klinis. Fase subklinis terjadi pada rentang usia 25-35 saat hormon mulai berkurang, fase transisi pada usia 35-45 ketika hormon menurun 25%, dan fase klinis pada usia 45 lebih saat hormon terus berkurang. Gejala keluhan akibat kadar testosteron berkurang disebut Testoterone Deficiency Syndrome (TDS). Pada usia lanjut, gejala tersebut dikenal sebagai Androgen Deficiency in Aging Male (ADAM) atau Partial Deficiency in Aging Male (PADAM), juga disebut Late-Onset Hypogonadisme (LOH).
Saat Testosteron Menurun, Tubuh Mulai Memberi Sinyal

Testosteron memiliki peran besar dalam kestabilan emosi dan fungsi kognitif pria. Ketika kadarnya menurun, pria dapat mengalami gangguan suasana hati yang berujung pada penurunan kepercayaan diri dan motivasi. Penurunan kadar Testoteron pada pria mengakibatkan gangguan terhadap kenyamanan hidup, seperti kelelahan, depresi, kebingungan, perasaan panas, dan keringat pada malam hari. Selain itu, penurunan kadar hormon testosteron dapat ditandai oleh berbagai keluhan, mulai dari menurunnya gairah seksual, gangguan ereksi, andropause, hingga kesulitan berkonsentrasi, gangguan tidur, tulang yang menjadi lebih rapuh, dan munculnya penyakit kronis.
Perawatan Hormon dan Anti Aging sebagai Upaya Menjaga Kualitas Hidup

Penting bagi pria untuk menguatkan kemampuan diri dalam menepis gangguan kenyamanan hidup ketika harus mengambil keputusan penting dalam bisnis, mengembangkan karier, dan membangun koneksi sosial. Pengambilan keputusan penting sering terganggu karena masalah non-teknis yang melibatkan kematangan mood dan emosi yang ditopang hormon.
Selain menyediakan perawatan penggantian hormon untuk pria dengan testosteron rendah dan masalah hormonal lainnya, pendekatan medis ilmiah membantu meningkatkan energi, vitalitas, dan kualitas hidup. Terdapat pula perawatan anti-aging untuk mengurangi tanda-tanda penuaan dengan teknologi non-invasif untuk meremajakan kulit, meningkatkan elastisitas, dan menjaga agar tetap muda. Pendekatan medis yang diusung merupakan upaya holistik untuk mengembalikan vitalitas, keseimbangan hormon, dan ketahanan pria sebagai pondasi penting kehidupan lebih sehat, produktif, dan seimbang.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”












