Jelajah Bumi Pajajaran Goes to Desa Malasari
Tribun Network kembali menggelar kegiatan Jelajah Bumi Pajajaran yang kali ini berlangsung di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Kegiatan rutin yang digelar untuk yang keempat kalinya ini dilaksanakan pada 16 hingga 17 Januari 2025. Diikuti oleh Tribun Bogor, Tribun Jakarta, dan Tribunnews, acara ini menjadi momen penting untuk menjelajahi potensi lokal sekaligus memperkuat kekompakan antar karyawan.
Perjalanan dimulai dari Gedung Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, dengan peserta menggunakan sepeda motor. Sebanyak 25 lebih kendaraan roda dua ikut serta dalam konvoi yang tertib dan mengedepankan faktor keselamatan. Meski cuaca tidak bersahabat dengan hujan yang terus mengguyur, semangat peserta tetap tinggi. Hujan yang turun sejak awal perjalanan justru membawa keseruan tersendiri bagi para peserta.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 54 kilometer, rombongan tiba di Kantor Desa Malasari. Sesuai rencana, mereka tiba menjelang Sholat Jumat dan sekaligus beristirahat. Nasi liwet yang disediakan oleh salah satu warung makan menjadi obat bagi perut yang lapar setelah perjalanan panjang.
Selanjutnya, peserta mengunjungi Pendopo Bupati Bogor pertama yang berada di belakang kantor desa. Dengan antusias, peserta menyaksikan bangunan bersejarah yang sederhana namun memiliki nilai historis tinggi.
Setelah satu jam lebih menghabiskan waktu untuk belajar sejarah dan melihat bagian-bagian penting dari tempat tersebut, rombongan harus melanjutkan perjalanan menuju Kampung Tokyo. Perkampungan ini terlihat seperti bangunan di Tokyo jika dilihat dari ketinggian. Selama perjalanan, peserta menikmati pemandangan hijau perkebunan teh yang luas dan jalan beton yang baru dibangun pada tahun 2025.
Pukul 15.30 WIB, rombongan tiba di tujuan kedua. Para peserta langsung menyetandarkan motor dan turun dari kendaraannya. Di pinggir jalan dari atas ketinggian, peserta antusias melihat keindahan kawasan permukiman yang tertata rapi di tengah perkebunan teh. Cuaca cerah membuat hati begitu gembira dan para peserta pun tak lupa mengabadikan momen tersebut.
Di pabrik pengolahan teh yang jaraknya sekitar 5 menit dari Kampung Tokyo, peserta membeli produk teh hijau kering sebagai oleh-oleh. Sambil menunggu sebagian peserta membeli teh, peserta lainnya memilih beristirahat sambil menikmati indahnya pemandangan.
Setelah puas memandangi alam dan beristirahat, rombongan kembali melanjutkan perjalanan ke penginapan di kawasan wisata Gunung Salak Endah. Setelah kurang lebih satu setengah jam perjalanan, rombongan tiba di villa yang lengkap dengan kolam renang dan pemandangan indah. Para peserta langsung menarik napas panjang dan menghembuskannya sekuat tenaga, menandakan bahwa perjalanan panjang puluhan kilometer telah berhasil dilalui tanpa insiden apapun.
Di sisa energi yang tersisa setelah perut kembali diisi oleh menu nasi dan ayam bakar, peserta bercengkrama saling menceritakan pengalamannya selama perjalanan. Mulai dari cerita tertinggal oleh rombongan hingga rem yang tidak berfungsi karena terlalu panas oleh gesekan selama roda berputar. Kejadian yang saat dirasakan membuat wajah sedikit pucat, namun saat diceritakan berubah menjadi tawa hangat di tengah dinginnya udara di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).
Kebersamaan malam itu semakin terasa ketika para peserta duduk santai di pinggir kolam renang di area terbuka sambil menyantap daging slice yang dimarinasi kemudian dipanaskan di atas teflon. Malam semakin larut, tetesan air hujan kabut sedikit demi sedikit turun yang seolah menjadi pertanda agar kami semua kembali masuk dan beristirahat.
Pagi hari yang diawali oleh sarapan nasi goreng menjadi sumber tenaga untuk mengeksplore surga dunia yang tersembunyi. Para peserta dengan penuh semangat dan energi yang telah pulih, berjalan kaki menuju Telaga Biru yang jaraknya hanya 5 menit dari penginapan. Airnya yang berwarna biru membuat kami ingin langsung menceburkan diri merasakan kesegaran air pegunungan.
Namun keseruan harus berakhir karena para peserta harus pulang kembali ke rumahnya masing-masing dengan berbagai aktivitasnya. Perjalanan Jelajah Bumi Pajajaran tahun 2026 ini ditutup dengan konvoi kendaraan hingga Jalan Raya Cibungbulang dan setelah itu satu persatu berpisah di setiap persimpangan jalan menuju rumahnya masing-masing.
Yulis Sulistiawan, GM Digital Content Tribunnews.com, menjelaskan bahwa Jelajah Bumi Pajajaran bertujuan untuk mengangkat potensi lokal dari suatu daerah. Menurutnya, hal ini selaras dengan tagline yang digaungkan oleh Tribun Network yakni ‘Mata Lokal Menjangkau Indonesia’. Dalam setiap perjalanan akan dikemas dalam sebuah konten yang dapat dinikmati oleh publik melalui media sosial.
“Kenapa kami memilih Desa Malasari? Karena Malasari ini memiliki potensi yang luar biasa. Bahkan Malasari kini menjadi sorotan setelah pemerintah daerahnya membangun jalan yang belum pernah tersentuh sejak dulu,” ujarnya. Di samping itu, kata dia, melalui Jelajah Bumi Pajajaran menjadi ajang untuk meningkatkan kekompakan antar karyawan. “Karena kita ini adalah keluarga besar, jadi kita harus kompak, bagaimana caranya kita bisa mencapai tujuan bersama-sama, bagaimana caranya kita merapatkan barisan ketika ada yang tertinggal, poinnya adalah itu,” katanya.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”












