Perjalanan Karier Kang Da Wit dalam Drakor Pro Bono
Kang Da Wit (Jang Kyoung Ho) adalah tokoh utama dalam drakor Pro Bono (2025). Ia tumbuh sebagai anak yatim yang berasal dari keluarga miskin. Ibunya bekerja di sebuah pabrik kertas untuk mencari nafkah, dan meskipun hidup mereka penuh dengan kekurangan, Kang Da Wit merasa ibunya adalah pusat dunianya. Ia berusaha keras untuk menamatkan pendidikan SMA-nya.
Sayangnya, suatu hari, ibunya mengalami kecelakaan kerja hingga kehilangan tangannya. Hal ini membuatnya tidak bisa bekerja selama beberapa waktu. Sayangnya, kasus ini tidak mendapatkan perhatian hukum yang cukup, sehingga akhirnya ibunya meninggal dunia. Setelah itu, Kang Da Wit harus berjuang sendiri untuk mempertahankan hidupnya.
Membangun Karier Hukum Tanpa Berkuliah
Setelah ibunya meninggal, Kang Da Wit harus melanjutkan hidup tanpa kesempatan untuk berkuliah. Meski begitu, ia tetap berusaha keras untuk membangun karier profesional. Ia memilih jalan menjadi hakim, meskipun hanya lulusan SMA. Ini merupakan langkah besar bagi dirinya, karena ia ingin membuktikan bahwa ia mampu menjalani profesi hukum tanpa gelar formal.
Julukan Hakim Rakyat dan Ambisi Jadi Hakim Agung

Sejak awal, Kang Da Wit memiliki ambisi besar untuk menjadi Hakim Agung. Sebelum meninggal, ibunya sempat menyampaikan pesan agar ia bisa menjadi sosok terbaik di bidangnya. Hal ini membuat Kang Da Wit sangat bersemangat untuk mengejar impian tersebut. Ia pun dikenal sebagai “Hakim Rakyat” karena selalu berpihak pada masyarakat yang tidak memiliki kekuasaan.
Terjebak Kasus Suap dan Kehilangan Jabatan

Pada saat ambisinya mulai terwujud, Kang Da Wit menjadi sorotan. Namun, di momen penting ini, ia justru terjebak dalam kasus suap. Seorang narapidana mengaku sebagai teman SD-nya dan memberikan kotak apel yang berisi uang kepada Kang Da Wit saat ia sedang mabuk. Kejadian ini ternyata terekam dan disebar ke orang-orang terdekatnya.
Diundang Bekerja di Firma Hukum Terbesar

Setelah kasus ini diketahui oleh mentor dan atasan Kang Da Wit, ia dipaksa keluar dari pengadilan dan harus beralih menjadi pengacara. Pada masa ini, salah satu teman SMA-nya, Oh Jung In (Lee Yoo Young), memberikan penawaran kerja baginya. Kang Da Wit kemudian menjadi ketua Tim Pro Bono di firma hukum milik ayah Oh Jung In, yaitu Oh & Partner.
Dikhianati oleh Mentor dan Asisten Pribadi

Di tengah proses penyelesaian kasus suap yang menimpanya, Kang Da Wit menemukan bahwa mentor sekaligus atasan yang selama ini dihormatinya, Shin Joong Suk (Lee Moon Sik), dan asisten pribadinya, Yoo I Na (Chae Seo An), diduga mengenal pelaku yang menjegalnya. Hal ini membuat Kang Da Wit semakin meragukan siapa saja yang bisa ia percaya.
Tersandung Kasus Penyelewengan Jabatan

Pelaku yang menjebak Kang Da Wit juga datang kepada Park Gi Ppeum (So Ju Yeon) untuk membela kasus ayahnya. Pelaku mengaku akan menuntut Kang Da Wit karena kasus ayahnya, Yoo Baek Man (Kim Yoon Jung). Kasus ini mengungkap bahwa pemilik pabrik tempat ibu Kang Da Wit bekerja adalah Yoo Baek Man. Kang Da Wit diduga membalaskan dendamnya dengan menjadikan Yoo Baek Man terdakwa di persidangan kebakaran pabriknya. Ia juga diduga membocorkan dan memanipulasi bukti pengadilan.
Sadar Jadi Pion Kekuasaan

Kasus-kasus ini terus berdatangan hingga membuat Kang Da Wit terpuruk. Ia sadar bahwa selama ini ia bertentangan dengan kekuasaan. Bahkan, ketika berusaha mempertahankan Tim Pro Bono, pemilik firma hukum, Oh Gyu Jang (Kim Kap Soo), diduga menjadi dalang karena kepentingannya terganggu. Akhirnya, Kang Da Wit harus memperjuangkan mimpinya dan hidupnya di tengah himpitan kekuasaan.
Apakah Kang Da Wit akan terbukti bersalah dalam drakor Pro Bono? Pertanyaan ini masih menjadi misteri yang akan terjawab dalam alur cerita selanjutnya.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."












