JAKARTA – Jepang tetap menjadi tujuan favorit bagi banyak orang, termasuk warga Indonesia, baik untuk berlibur, mencari pengalaman baru, maupun menetap. Berbagai survei dari platform travel menunjukkan bahwa Jepang selalu menduduki peringkat teratas sebagai destinasi wisata yang diminati. Namun, agar liburan Anda tidak mengecewakan, penting untuk menghindari tanggal-tanggal tertentu dalam setahun agar perjalanan lebih maksimal dan menyenangkan.
Beberapa momen tertentu di Jepang bisa sangat ramai, terutama saat liburan nasional atau akhir pekan panjang. Saat itu, biaya transportasi dan akomodasi meningkat tajam, sementara tempat wisata justru penuh sesak. Oleh karena itu, meskipun sudah memiliki izin cuti, sebaiknya Anda memperhatikan jadwal liburan nasional di Jepang tahun ini.
Berikut adalah daftar tanggal-tanggal yang sebaiknya dihindari jika Anda ingin menghindari keramaian:
Tanggal-Tanggal Liburan Nasional di Jepang
-
10–12 Januari
Akhir pekan panjang Seijinshiki (Hari Kedewasaan) jatuh pada 12 Januari. Pada hari tersebut, orang-orang yang baru saja atau akan segera berusia 20 tahun biasanya mengenakan kimono untuk upacara perayaan. Meski suasana menyenangkan, restoran dan pub akan sangat ramai, bahkan mereka yang belum berusia 20 tahun juga mendapat libur. -
21–23 Februari
Ulang tahun kaisar Naruhito jatuh pada 23 Februari. Tahun ini, tanggal tersebut jatuh pada hari Senin, sehingga penduduk setempat mendapatkan libur tiga hari. Meskipun tidak ada aturan khusus tentang cara merayakannya, ini tetap menjadi waktu yang ramai untuk perjalanan rekreasi. -
20–22 Maret
Ekuinoks musim semi merupakan hari libur di Jepang. Tahun ini, ekuinoks jatuh pada 20 Maret, yang merupakan hari Jumat, menciptakan akhir pekan panjang di pertengahan Maret. Cuaca mulai hangat dan menarik minat para pelancong. -
2–6 Mei
Golden Week adalah periode liburan yang terdiri dari beberapa hari: Hari Showa (29 April), Hari Peringatan Konstitusi (3 Mei), Hari Penghijauan (4 Mei), dan Hari Anak (5 Mei). Tahun ini, Hari Peringatan Konstitusi digeser ke 6 Mei, menciptakan blok lima hari libur. Banyak orang mungkin mengambil cuti tambahan, sehingga keramaian akan terjadi dari 29 April hingga 10 Mei. -
18–20 Juli
Hari Umi no Hi (Hari Laut) jatuh pada 20 Juli. Sejak 1995 menjadi hari libur resmi, hari ini populer untuk pergi ke pantai. Selain itu, konser dan acara hiburan lainnya sering diadakan, membuat daerah perkotaan ramai. -
13–16 Agustus
Liburan musim panas Obon berlangsung dari 13 hingga 16 Agustus. Tradisionalnya, Obon digunakan untuk kembali ke kampung halaman dan berkumpul dengan keluarga besar. Namun, kini juga menjadi masa perjalanan rekreasi utama. -
19–23 September
Golden Week terjadi setiap tahun, namun terkadang Pekan Perak juga terjadi. Tahun ini, Hari Penghormatan untuk Lansia jatuh pada 21 September, sedangkan Ekuinoks Musim Gugur jatuh pada 23 September. Keduanya berdekatan, menciptakan akhir pekan panjang. -
10–12 Oktober
Hari Olahraga (Senin kedua bulan Oktober) adalah hari di mana fasilitas olahraga umum dapat digunakan secara gratis. Cuaca pada waktu ini relatif nyaman, sehingga menjadi periode perjalanan yang ramai. -
21–23 November
Hari Thanksgiving Buruh jatuh pada 23 November. Mirip dengan Hari Olahraga, hari ini juga terjadi pada musim gugur dengan cuaca yang menyenangkan dan pemandangan dedaunan indah. Banyak orang memadati tempat-tempat yang terkenal dengan pemandangan musim gugur. -
Akhir Desember
Di akhir tahun, terjadi lonjakan perjalanan. Meskipun hanya 1 Januari yang menjadi hari libur resmi, banyak kantor tutup selama tiga hari pertama tahun ini. Beberapa perusahaan atau individu juga menambahkan libur ekstra di akhir Desember.
Tips untuk Menghindari Keramaian
Jika Anda ingin menghemat uang dan menghindari keramaian, hindari tanggal-tanggal di atas. Namun, jika Anda suka suasana yang penuh energi dan dinamis, jadwal perjalanan Anda mungkin tidak akan terganggu. Yang terpenting, pastikan rencana perjalanan Anda sesuai dengan preferensi pribadi Anda.











