JAKARTA – Pembangunan kembali jembatan penyeberangan orang (JPO) Sarinah di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, mulai berjalan. Proyek ini dilakukan setelah hasil kajian dari pemerintah provinsi DKI Jakarta menyimpulkan bahwa fasilitas penyeberangan tersebut masih diperlukan oleh masyarakat meskipun sempat menjadi perdebatan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya menyatakan bahwa keberadaan JPO Sarinah dinilai relevan, terutama untuk mendukung aksesibilitas bagi kelompok tertentu seperti penyandang disabilitas.
Pantauan pada Minggu (11/1/2025), konstruksi JPO sudah mulai membentang di sisi kiri dan kanan lantai 2 Halte Transjakarta MH Thamrin. Di bagian tersebut terpasang tulisan “Mohon maaf ada pekerjaan konstruksi”. Struktur konstruksi JPO terlihat tersambung dengan tiang di sisi barat dan timur halte. Bagian atas jembatan telah dilengkapi rangka yang nantinya akan berfungsi sebagai atap.
Saat dipantau dari lantai 2 Halte MH Thamrin, lantai JPO masih dalam proses pengerjaan. Beberapa pekerja proyek tampak sedang beristirahat, sementara sejumlah helm dan peralatan kerja diletakkan di area jembatan. Nantinya, JPO Sarinah akan berada di sisi barat Mal Sarinah dan terhubung langsung dengan area taman pusat perbelanjaan tersebut.
Salah satu petugas keamanan Mal Sarinah mengatakan bahwa pengerjaan proyek JPO sudah dimulai sekitar dua pekan lalu. Ia menjelaskan bahwa pertama-tama dipasang pemberitahuan proyeknya dulu. Yang ditempat di atas bagian JPO sama di tiang. Baru kemudian datang materialnya dan ditaruh di sebelah barat seberang. Baru dikerjain tukang-tukang.
Apa kata warga?
Sejumlah warga yang berkantor di sekitar Jalan MH Thamrin dan wilayah Gambir menyatakan setuju dengan pembangunan kembali JPO Sarinah. Mereka menilai fasilitas tersebut dapat mempermudah mobilitas sekaligus meningkatkan keselamatan pejalan kaki.
Alfi (33) mengaku mendukung pembangunan JPO agar warga tidak perlu menunggu terlalu lama lampu hijau saat hendak menyeberang di perempatan Sarinah. Menurut dia, JPO bisa membuat akses lebih mudah dan menghindari kecelakaan lalu lintas.
Meski demikian, Alfi berharap pembangunan kembali JPO Sarinah benar-benar memperhatikan kemudahan akses bagi penyandang disabilitas. Ia juga menekankan pentingnya kualitas material bangunan. Menurut dia, JPO Sarinah sebelumnya selalu dipadati warga yang menyeberang dari dua arah, sehingga material yang digunakan seharusnya lebih kuat dan tahan lama.
Dimas (29) yang berkantor di kawasan Gambir juga menyambut baik pembangunan kembali JPO Sarinah. Ia menilai keberadaan JPO dapat memberikan rasa aman bagi warga, terutama saat menyeberang dari halte Transjakarta menuju kantor.
Tegar (35) menilai pembangunan kembali JPO Sarinah sebaiknya lebih mengutamakan fungsi dibandingkan aspek visual semata. Menurut dia, keselamatan dan kenyamanan pengguna harus menjadi prioritas utama.
Pembangunan kembali dinilai kurang efektif
Di sisi lain, Ketua Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus mengkritisi pembangunan kembali JPO Sarinah. Ia menilai langkah tersebut kurang efektif karena nantinya akan berfungsi bersamaan dengan pelican crossing atau fasilitas penyeberangan jalan dengan tombol.
Menurut Alfred, alih-alih membangun ulang JPO, pemerintah seharusnya memprioritaskan pembenahan JPO lain di Jakarta yang kondisinya masih tidak ramah bagi pejalan kaki. Ia juga mengkritisi alasan pemerintah yang menyebut pembangunan kembali JPO Sarinah dilakukan demi alasan keselamatan.
Alfred menilai keberadaan pelican crossing dan zebra cross di kawasan Sarinah selama ini seolah dianggap tidak aman. Padahal, kedua fasilitas tersebut bertujuan mengembalikan hak pejalan kaki agar setara dengan pengguna kendaraan bermotor di jalan raya.
Mengapa JPO dibangun kembali?
Sebelumnya, Pramono mengatakan pembangunan kembali JPO Sarinah didasarkan pada hasil kajian yang menyatakan fasilitas tersebut masih dibutuhkan, terutama bagi penyandang disabilitas.
Pramono mengakui rencana pengaktifan kembali JPO Sarinah memunculkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Salah satu penolakan datang dari kelompok pejalan kaki yang menginginkan penyeberangan tetap dilakukan di permukaan jalan melalui pelican crossing.
Meski demikian, Pramono menegaskan pelican crossing yang saat ini tersedia tidak akan ditutup. JPO dan pelican crossing akan dioperasikan secara bersamaan agar warga memiliki pilihan. Dengan demikian, masyarakat dapat menentukan sendiri cara menyeberang yang paling nyaman dan aman sesuai kebutuhan masing-masing.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”












