Gubernur Jabar Menanggapi Kritik Pandji Pragiwaksono
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan respons terhadap kritik yang disampaikan oleh komika Pandji Pragiwaksono. Kritik tersebut mengenai kecenderungan masyarakat Jawa Barat dalam memilih pemimpin yang berasal dari kalangan artis. Dedi Mulyadi menegaskan bahwa popularitas seorang artis tidak selalu berbanding lurus dengan kemampuan mereka dalam memimpin.
Popularitas Tidak Selalu Menjamin Kemenangan
Dedi Mulyadi mengingatkan bahwa ada contoh nyata di mana tokoh-tokoh dari kalangan artis gagal memenangkan Pilkada di Jawa Barat. Contohnya adalah Deddy Mizwar dan Dede Yusuf, yang meskipun memiliki popularitas tinggi, tidak berhasil menjadi gubernur.
Pandji Pragiwaksono menyampaikan kritik ini dalam pertunjukan stand-up comedy spesialnya bertajuk “Mens Rea”. Beberapa potongan videonya viral di media sosial, salah satunya yang membahas masalah pemilihan gubernur di Jawa Barat. Dedi Mulyadi merespons pernyataan Pandji melalui TikTok pribadinya pada 4 Januari 2026.
Dalam video yang dipublikasikan ulang oleh Dedi Mulyadi, Pandji menyebutkan bahwa sebagian warga Jawa Barat masih memilih pemimpin berdasarkan kepopulerannya, bukan kemampuan atau karakter. Ia juga menyebutkan bahwa masyarakat Sunda cenderung lebih suka memilih gubernur yang berasal dari kalangan artis.
Tanggapan Santai Dedi Mulyadi
Dedi Mulyadi merespons kritik Pandji dengan santai. Ia mengucapkan terima kasih atas kritik yang diberikan oleh Pandji, yang dinilainya kreatif dan edukatif. Dedi Mulyadi juga menyatakan bahwa ia adalah penggemar karya-karya Pandji.
Namun, ia menegaskan bahwa fakta yang terjadi tidak sepenuhnya sesuai dengan apa yang dikatakan Pandji. Ia mengingatkan Pilkada Jabar 2012, saat Dede Yusuf yang merupakan mantan Wakil Gubernur Jabar saat itu kalah dari Ahmad Heryawan. Begitu pula dengan Deddy Mizwar yang gagal menang pada Pilkada Jabar 2018, meskipun ia berpasangan dengan Dedi Mulyadi.
Kemampuan Artis Tidak Terbatas
Dedi Mulyadi juga memuji Dede Yusuf yang sering terpilih sebagai anggota DPR RI, meskipun berasal dari latar belakang keartisannya. Ia menyatakan bahwa Dede Yusuf memiliki kemampuan pemahaman pembangunan yang baik, bahkan telah dua kali menjadi pimpinan komisi di DPR RI.
Ia menegaskan bahwa banyak artis yang memiliki kemampuan, termasuk dirinya sendiri yang dianggap sebagai gubernur YouTuber. Namun, ia mengaku tidak bisa memuji diri sendiri apakah ia memimpin dengan baik atau tidak.
Ajakan untuk Melihat Perubahan Langsung
Dedi Mulyadi mengajak Pandji untuk datang dan berkunjung ke Jawa Barat. Ia ingin Pandji menyaksikan langsung berbagai perubahan yang telah terjadi sejak dirinya menjabat sebagai Gubernur Jabar. Ia menantang Pandji untuk mengunjungi jalan-jalan provinsi serta daerah-daerah di seluruh wilayah Jawa Barat.
“Nah, gini aja Kang Pandji datang ke Jabar. Keliling, lewatin tuh jalan-jalan provinsi ya. Kemudian keliling ke daerah-daerah di berbagai daerah di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat. Saya ngebangunnya benar apa enggak? Apakah saya ini hanya gubernur konten atau gubernur kenyataan?” tanya Dedi Mulyadi.
Apresiasi atas Kritik Kreatif
Dedi Mulyadi tetap memberikan apresiasi kepada Pandji atas kritik yang disampaikan secara kreatif. Ia menekankan bahwa dalam sistem demokrasi, setiap orang berhak menyampaikan pendapat, pikiran, dan gagasan, termasuk koreksi yang terbuka.
“Terus berkarya, melakukan otokritik yang terbuka. Karena ini negara demokrasi, setiap orang berhak menyampaikan pernyataan, pikiran, dan gagasan termasuk koreksi secara terbuka. Apalagi dikemas dalam koreksi-koreksi yang jenaka. Keren,” ujarnya.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."












