Ahli Kritik Menko Zulhas Saat Tinjau Bencana Sumatra: Politisi Berpengalaman Tapi Hanya Pencitraan

Kritik terhadap Perilaku Menteri dalam Penanganan Bencana

Profesor Ikrar Nusa Bakti, seorang ilmuwan politik dan mantan peneliti senior LIPI, memberikan kritikannya terhadap beberapa menteri di Kabinet Merah Putih yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto. Kritik ini muncul sebagai bentuk kekecewaan terhadap cara para menteri menangani bencana banjir dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Salah satu tokoh yang menjadi sasaran kritik adalah Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas), yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN). Ikrar menilai bahwa Zulhas memiliki pengalaman yang cukup lama di dunia politik. Namun, perilakunya dalam menangani bencana justru mendapat sorotan dari publik.

Dalam sebuah podcast ‘Abraham Samad Speak Up’, Ikrar menyampaikan bahwa Zulhas terlihat melakukan pencitraan saat meninjau lokasi bencana di Sumatra. Dalam video yang beredar, Zulhas terlihat memanggul sekantong beras sambil mengunjungi korban banjir dan tanah longsor. Menurut Ikrar, tindakan tersebut dinilai tidak sesuai dengan harapan publik.

“Saya beri contoh ya, Zulhas lah ya. Ini juga sebetulnya dia adalah seorang politikus yang harusnya cukup lama pengalaman politiknya ya. Tapi coba Anda perhatikan, dia malah berupaya untuk apa istilahnya itu menarik simpati dengan pencitraan, dengan angkat-angkat beras di punggung gitu kan. Harusnya enggak seperti itu loh,” kata Ikrar.

Selain itu, sosok Zulhas yang pernah menjabat sebagai Menteri Kehutanan di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga ikut disorot. Bencana Sumatra yang terjadi pada akhir November 2025 disebut-sebut sebagai dampak dari pembalakan liar hutan-hutan di Sumatra. Hal ini membuat publik kembali mengingat masa lalu Zulhas sebagai mantan menteri kehutanan yang dianggap bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan.

“Dan biar bagaimanapun ya orang Aceh atau orang yang terkait dengan hutan tidak akan lupa, bahwa dia juga adalah seorang perusak hutan juga di masa lalu. Enggak akan hilang itu ya,” ujar Ikrar.

Aksi Zulhas Saat Kunjungan ke Lokasi Bencana

Sebelumnya, Zulhas melakukan kunjungan ke lokasi bencana banjir dan longsor di Sumatra Barat pada 30 November 2025. Dalam unggahannya di Instagram, Zulhas menyampaikan dukacita yang mendalam bagi para korban bencana. Ia juga berjanji akan membangun kembali rumah-rumah yang rusak akibat bencana tersebut.

Dalam video tersebut, Zulhas tampak memakai kemeja putih, celana hitam, dan sepatu bot sambil memanggul karung beras. Ia turut menyapa korban terdampak banjir dan tanah longsor serta membantu membersihkan lumpur menggunakan cangkul. Selain itu, ia juga berjanji akan mengganti mesin jahit seorang penjahit yang hanyut diterjang banjir.

Namun, aksi Zulhas ini dinilai sebagian pihak sebagai upaya pencitraan. Meski begitu, PAN membantah klaim tersebut. Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, menyatakan bahwa tindakan Zulhas bukanlah untuk pencitraan. Menurut Viva, Zulhas dikenal sebagai sosok yang mudah tersentuh hatinya ketika melihat penderitaan masyarakat.

“Bang Zul mengangkat karung atau membantu membersihkan rumah dari lumpur bukanlah untuk pencitraan,” kata Viva. Ia menegaskan bahwa sikap Zulhas telah terlihat sejak lama, bahkan sejak PAN berdiri pada tahun 1998.

Viva juga menyatakan bahwa Zulhas tetap berterima kasih atas kritik dan masukan yang disampaikan oleh masyarakat. “Bang Zul akan tetap bekerja serius untuk kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara, berapapun nilai yang diberikan oleh masyarakat,” tegasnya.

Pandangan tentang Pencitraan dalam Politik

Bagi Zulhas, kata Viva, turun langsung membantu warga yang terkena bencana adalah pekerjaan yang mulia. “Terjun membantu rakyat, berpeluh mengangkat karung, untuk rakyat yang terkena bencana banjir, adalah pekerjaan yang baik dan mulia,” ungkapnya.

Viva menambahkan bahwa yang tidak baik justru adalah pihak yang tidak pernah hadir membantu warga saat bencana, tetapi kemudian mendiskreditkan orang yang terjun langsung di lapangan. “Yang tidak baik itu adalah orang yang tidak pernah menolong rakyat yang terkena bencana, dan mendiskreditkan orang yang menolong rakyat dengan dalih yang negatif,” imbuh Viva.


Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *