Budaya  

Survei Kemenag: Gen Z Lebih Toleran Agama Lain Daripada Milenial dan Boomer

Generasi Z Tampak Lebih Bertoleransi dan Memiliki Literasi Al-Quran yang Tinggi

Hasil survei terbaru menunjukkan bahwa generasi Z atau Gen Z memiliki tingkat toleransi beragama yang lebih tinggi dibandingkan generasi lainnya. Survei ini dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama bekerja sama dengan Alvara Strategic Research. Hasilnya dirilis melalui Survei Indeks Kualitas Kehidupan Beragama Umat Islam Tahun 2025.

Survei tersebut mencerminkan dinamika positif kehidupan beragama, khususnya di kalangan generasi muda. Salah satu temuan utama adalah bahwa Gen Z memiliki indeks toleransi yang lebih tinggi dibandingkan generasi Milenial dan Baby Boomers. Bahkan, Gen Z masuk dalam kelompok tertinggi dalam kemampuan membaca Al-Quran dibandingkan generasi lainnya.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Arsad Hidayat, menyebut hasil survei ini sebagai capaian yang menggembirakan. Ia menilai laporan ini idealnya menjadi acuan bagi para pengambil kebijakan untuk merumuskan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama di Indonesia.

“Fokus utamanya adalah membangun sumber daya manusia yang unggul sekaligus memperkokoh kerukunan dan cinta kemanusiaan sebagai fondasi stabilitas nasional,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga capaian positif generasi muda, terutama dalam aspek toleransi dan literasi keagamaan. “Penguatan aspek yang sudah baik, seperti toleransi dan literasi kitab suci pada generasi muda, harus terus dikawal agar menjadi karakter permanen bangsa,” tegas Arsad.

Indeks Toleransi Beragama Gen Z Sangat Tinggi

Peneliti Alvara Strategic Research, Lilik Purwandi, menjelaskan bahwa Gen Z memiliki peran strategis sebagai motor penggerak menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, survei ini mencatat sejumlah indikator positif yang memperkuat optimisme tersebut.

Pertama, literasi Al-Quran, terutama kemampuan membaca Al-Quran di kalangan Gen Z menunjukkan hasil positif, bahkan indeksnya tertinggi jika dibandingkan generasi lainnya. Indeks kemampuan membaca Al-Qur’an dengan tartil pada Gen Z tercatat sebesar 56,29, lebih tinggi dibandingkan Milenial (54,06), Generasi X (53,97), dan Baby Boomers (50,95).

Kedua, Gen Z mencatat skor tertinggi dalam salah satu indikator toleransi beragama. Pada indikator sikap tidak membubarkan kegiatan keagamaan aliran atau organisasi keagamaan lain, Gen Z meraih indeks 80,03, melampaui Milenial (78,77), Generasi X (78,97), dan Baby Boomers (78,81).

Secara keseluruhan, indeks pengamalan toleransi Gen Z berada pada angka 79,65, hanya terpaut tipis dari Generasi X yang mencatat 79,67, dan lebih tinggi dibandingkan Milenial (79,07) dan Baby Boomers (78,63).

Indikator toleransi mencakup penerimaan terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, sikap tidak mencela, tidak melakukan persekusi, serta tidak menyebarkan ujaran kebencian.

“Data ini menunjukkan Gen Z memiliki kedewasaan sikap yang luar biasa dalam menghargai perbedaan. Mereka adalah generasi yang paling menolak praktik persekusi atau pembubaran kegiatan keagamaan pihak lain,” ujar Lilik.

Potensi Positif Keberagaman di Wilayah Perkotaan

Ketiga, survei juga mencatat potensi positif kehidupan beragama di wilayah perkotaan yang didominasi populasi muda. Meski indeks dimensi ibadah masyarakat urban (78,38) sedikit lebih rendah dibandingkan perdesaan (79,37), pemahaman keagamaan yang kuat dinilai menjadi modal penting bagi pengembangan spiritual ke depan.

“Gen Z dan Milenial adalah pilar masa depan. Walaupun terdapat tantangan dalam pengamalan ibadah harian, modal intelektual melalui pemahaman Al-Qur’an dan sikap toleransi yang matang merupakan aset besar bagi kohesi sosial,” kata Lilik.

Survei Dilakukan di 34 Provinsi

Survei ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan cakupan nasional, melibatkan 1.208 responden Muslim di 34 provinsi. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling melalui wawancara tatap muka langsung. Margin of error tercatat 2,89 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Secara nasional, Indeks Kualitas Kehidupan Beragama Umat Islam Tahun 2025 berada pada angka 78,80 dan masuk kategori tinggi. Dimensi Akhlak menjadi aspek dengan skor tertinggi, yakni 81,88.

Hasil survei ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perumusan program pembinaan keagamaan yang lebih relevan dengan karakter Gen Z dan Milenial, sehingga penguatan toleransi dan literasi keagamaan dapat berjalan seiring dengan peningkatan pengamalan ibadah secara berkelanjutan.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *