Peristiwa Dosen Meludahi Kasir di Makassar
Video yang menampilkan seorang dosen meludahi kasir swalayan di Makassar, kini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Nama Amal Said, dosen Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar (UIM), tiba-tiba menjadi sorotan publik setelah aksinya tersebut viral.
Amal Said resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai dosen UIM setelah dinilai melanggar etika dan nilai kemanusiaan. Pihak kampus mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil setelah melalui proses pemeriksaan internal oleh Komisi Disiplin UIM.
Dalam pengakuannya, Amal menyebut tindakannya dilakukan secara spontan karena emosi. Meski demikian, ia mengakui perbuatannya salah dan berharap kasus ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Ia juga merasa nama dan reputasinya rusak akibat kejadian tersebut.
“Sekarang ini sudah rusak nama saya, bahkan mungkin juga berakibat ke tempat kerja saya ini. Rusak sekali saya ini. Satu detik saya berbuat itu, 33 tahun saya pegawai, mengajar, ribuan mahasiswa saya selesaikan, masa sedetik itu rusak segalanya, tidak sebanding,” ujar Amal.
Amal juga berharap agar kasir wanita berinisial N (21) juga mengakui kesalahannya sehingga masalah tersebut tidak berlarut-larut. Ia menegaskan bahwa ia tidak ingin masalah ini berkepanjangan dan berharap bisa diselesaikan dengan baik-baik.
Kronologi Kejadian
Awalnya, Amal mengaku tidak menyerobot antrean. Ia hanya singgah untuk membeli cemilan dan kemudian mengantre di kasir yang tersedia. Saat tengah mengantre, kasir yang tidak jauh darinya sudah kosong. Ia pun berinisiatif untuk pindah ke kasir tersebut agar lebih ringkas, terlebih ada orang di belakangnya.
Namun, setelah ditegur oleh kasir, Amal merasa dilecehkan dan dihina. Ia menganggap bahwa tindakan tersebut tidak menghargainya sebagai orang tua. Menurutnya, dalam budaya Bugis-Makassar, hal seperti itu dianggap tidak pantas.
“Kalau orang Bugis-Makassar diperbuat begitu kayak seperti tidak hargai, dihinakan, begitu saya rasakan saat itu,” ujarnya.
Amal Said mengakui bahwa tindakan meludahi pegawai swalayan merupakan tindakan yang keliru. “Saya salah. Itu perbuatan spontan karena emosi,” ucapnya.
Profil Amal Said
- Nama: Dr Ir Amal Said
- Jenis Kelamin: Laki-laki
- Perguruan Tinggi: Universitas Islam Makassar
- Prodi: Agribisnis
- Pendidikan Terakhir: S3
- Status Ikatan Kerja: Aktif
Penjelasan Rektor UIM
Rektor UIM, Prof Dr Muammar Bakry MA, membenarkan bahwa Amal Said adalah dosen Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawah LLDIKTI Wilayah IX yang diperbantukan untuk mengajar di UIM. Ia menyayangkan tindakan Amal dan menyebut perbuatan tersebut tidak mencerminkan nilai kemanusian.
Menurutnya, tindakan meludah kepada orang lain merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut jauh dari nilai-nilai akhlak, sangat tidak etis, serta melanggar norma etika dan moral.
“Sebagai kampus yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama yang rahmatan lil alamin, nilai kemanusiaan, dan kearifan lokal, kami menilai tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi,” ungkapnya.
Berdasarkan keputusan Komisi Disiplin UIM, dosen tersebut dinyatakan melanggar kode etik dosen serta peraturan kepegawaian yang berlaku di lingkungan UIM. Atas dasar itu, Rektor UIM memutuskan untuk memberhentikan yang bersangkutan dari statusnya sebagai dosen UIM.
“Yang bersangkutan kami berhentikan sebagai dosen UIM dan kami kembalikan ke LLDIKTI Wilayah IX sebagai dosen negeri,” ujarnya.
Prof Muammar juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada korban atas tindakan yang dinilai sebagai pelecehan dan tidak mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan.
“Kami mewakili Universitas Islam Makassar menyampaikan permohonan maaf kepada korban atas perbuatan oknum dosen tersebut,” jelasnya.
Penjelasan Amal Said
Sebelum dirinya terekam meludah di depan kasir, Amal menjelaskan kronologi kejadian. Ia membantah tudingan telah menyerobot antrean. Menurutnya, kasir di sebelah tempat ia berdiri sudah tidak memiliki antrean sehingga ia berpindah ke sana.
Ia juga menyebut tidak ada aturan yang melarang pelanggan berpindah antrean. Amal juga menegaskan bahwa perempuan yang diludahi bukanlah kasir, melainkan pembantu kasir. Ia menyebut kasir yang bertugas justru melayaninya dengan baik dan sempat meminta kartu anggota.
Ia mengaku terpancing emosi setelah ditegur oleh pembantu kasir tersebut karena dianggap tidak mengikuti antrean. “Saya ditegur kenapa tidak antre, padahal tidak ada orang di antrean itu. Di situlah saya merasa tersinggung,” ujarnya.
Meski demikian, Amal mengakui perbuatannya meludah merupakan tindakan yang keliru. “Saya salah. Itu perbuatan spontan karena emosi,” ucapnya.
Terkait laporan polisi yang dilayangkan korban ke Polsek Tamalanrea, Amal tidak memberikan banyak tanggapan.












