Perubahan Kepemimpinan di DPD PAN Enrekang
Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Enrekang kini memasuki babak baru dalam kepemimpinannya. Putra mahkota Anggota Komisi X DPR RI Muslimin Bando, Mitra Fakhruddin, ditetapkan sebagai Ketua DPD PAN Enrekang. Ia menggantikan Ketua PAN periode 2021–2025, Abdurrachman Zulkarnain.
Penetapan tersebut disampaikan oleh Ketua Formatur DPD PAN Enrekang, Mitra Fakhruddin, usai pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) PAN kabupaten/kota yang digelar secara daring dan serentak. Acara ini berlangsung di Hotel Claro, Jl AP Pettarani Makassar, Minggu (28/12/2029) kemarin.
Menurut Mitra, seluruh tahapan Musda PAN telah dilalui sesuai mekanisme dan aturan partai berlambang matahari terbit. “Memang Musda PAN kali ini dilakukan secara daring dan serentak. Seluruh prosesnya sudah melalui tahapan-tahapan yang ditetapkan oleh partai dan sudah kita lalui semua,” kata Mitra sembari ucapkan rasa syukur atas terpilihnya, Senin (29/12/2025).
Mantan Anggota DPR RI itu menjelaskan, pelaksanaan Musda secara online dilakukan atas arahan DPP PAN. Hal itu dikarenakan padatnya agenda Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan. Seluruh DPW PAN kemudian diarahkan untuk menggelar Musda kabupaten/kota secara daring.
Mitra menegaskan, penetapan ketua formatur dan struktur kepengurusan dilakukan melalui mekanisme berjenjang. Nama-nama formatur diusulkan DPD, kemudian disetujui DPW PAN Sulsel dan DPP PAN hingga ditetapkan secara resmi. “Alhamdulillah, saya terpilih sebagai ketua formatur untuk kemudian menyusun kepengurusan di semua daerah yang ada di Sulsel, khususnya di Enrekang,” ujarnya.
Target Pemilu 2029
Terkait target, Mitra menyebutkan PAN Enrekang akan fokus menyongsong Pemilu 2029. Pada Pemilu 2024 lalu, PAN Enrekang berhasil menempati posisi kedua. Dengan 5 perolehan kursi di DPRD Enrekang, pemilu sebelumnya PAN hanya meraih 3 kursi. Posisi pertama dimenangkan Partai Masdem dengan 9 kursi.
Capaian tersebut menjadi modal kuat untuk meningkatkan perolehan suara di pemilu mendatang. “Insyaallah menyongsong Pemilu 2029, kita akan maksimalkan kerja-kerja partai, khususnya di Kabupaten Enrekang dan Sulsel pada umumnya. Kita akan mengejar target yang sudah ditentukan oleh DPP dan DPW,” jelas Mitra.
Ia menambahkan, target nasional PAN adalah masuk tiga besar dan menjadi pemenang di Sulsel serta di seluruh daerah. Untuk mewujudkan hal tersebut, PAN Enrekang akan memperkuat basis kader hingga tingkat bawah dan menyusun program-program unggulan yang berpihak pada rakyat.
Kader sebagai Fondasi
“Kader adalah fondasi. Kita akan perkuat kepengurusan sampai ke tingkat DPRD, lalu menjalankan program bantu rakyat. Kita ingin turun langsung ke masyarakat, mendengar dan melihat kebutuhan mereka,” tegasnya.
Mantan Calon Bupati Enrekang itu juga menekankan PAN merupakan partai terbuka yang merangkul semua golongan. Baik basis Muhammadiyah, NU, maupun kelompok masyarakat lainnya. “PAN adalah rumah bersama. Semua golongan kita rangkul untuk bersama-sama membesarkan partai dan memenangkan Pemilu 2029,” pungkasnya.
Evaluasi dan Persiapan
Diketahui Musda PAN kabupaten dan kota kali ini tidak sepenuhnya digelar secara serentak. Terdapat enam daerah masih harus evaluasi, sehingga pelaksanaan Musda belum sepenuhnya final. Sedangkan 18 kabupaten dan kota yang serentak ikuti Musda PAN.
Seluruh rangkaian Musda berlangsung secara tertutup, hanya dihadiri kader serta pengurus internal partai. Musda PAN dipimpin langsung Ketua DPW PAN Sulsel, Sitti Husniah Talenrang. Bupati Gowa itu didampingi sekretaris DPW PAN Sulsel Chaidir Syam.
Sementara itu, Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, hanya memberikan arahan kepada seluruh peserta Musda secara daring. Sejumlah elite PAN turut hadir memantau jalannya Musda, di antaranya mantan anggota DPR RI Mitra Fakhruddin, serta Ketua Fraksi Harapan (Hanura–PAN) DPRD Sulsel Irfan AB.
Tugas Formatur dan Konsolidasi
Dalam kesempatan itu, Husniah Talenrang mengakui pelaksanaan Musda kali ini memang belum sepenuhnya rampung. Ia menyebutkan hingga saat ini sudah ditetapkan beberapa ketua formatur. Namun masih ada daerah yang perlu dibahas lebih lanjut.
“Tadi sudah ditetapkan beberapa ketua formatur, serta formatur yang diharapkan mereka bisa berembuk lagi ke depannya,” ujar Husniah. Ia menegaskan hasil Musda belum clear 100 persen. Namun secara prinsip PAN Sulsel telah siap membangun struktur organisasi partai di seluruh wilayah.
“Jadi memang belum clear seratus persen, tapi pada dasarnya PAN sudah siap membangun struktur di 24 kabupaten kota,” tegasnya.
Lebih lanjut, Husniah menjelaskan tugas utama formatur adalah menyusun kepengurusan partai di wilayah masing-masing, mulai dari tingkat DPD, hingga struktur fraksi di DPRD. Selain itu, PAN juga mulai menyiapkan kekuatan relawan di tingkat tempat pemungutan suara (TPS) jelang Pemilu 2029.
Target Politik dan Konsolidasi Internal
Terkait target politik, Husniah menyampaikan bahwa PAN Sulsel diberi mandat besar oleh DPP untuk mendorong partai masuk tiga besar secara nasional. Ia bahkan berharap PAN Sulsel dapat menjadi kekuatan utama di tingkat daerah.
“Harapan kita target besar, masuk tiga besar di Indonesia. Dan harapan saya, kalau bisa, kita menjadi partai yang terbesar di Sulsel,” katanya. Target tersebut, kata Husniah, dijabarkan secara konkret dengan mengisi seluruh daerah pemilihan di kabupaten dan kota.
Terlebih meningkatkan perolehan kursi di tingkat provinsi dan pusat. “Mudah-mudahan setiap dapil kabupaten kota terisi kursi. Untuk DPRD provinsi minimal sembilan kursi, dan DPR RI kita berharap bisa empat kursi,” ungkapnya.
Husniah juga menyinggung daerah-daerah yang mengalami penurunan kursi pada pemilu sebelumnya. Menurutnya, DPW PAN Sulsel akan memberikan atensi khusus dengan mendorong figur calon ketua yang memiliki tingkat pengenalan publik tinggi dan potensi elektoral.
“Saya challenge calon ketua ini bukan hanya di kabupaten, tapi naik kelas ke provinsi, bahkan menjadi calon kepala daerah,” ujarnya.
Untuk wilayah yang saat ini memiliki kepala daerah dari, Husniah menyatakan akan dilakukan pembagian tugas berupa roadshow ke 24 daerah sebagai bagian dari konsolidasi dan evaluasi partai.
Empat daerah yang menjadi perhatian khusus tersebut antara lain Kabupaten Gowa yang dipimpin langsung Husniah Talenrang sebagai bupati. Selain itu, Kabupaten Maros dipimpin oleh Bupati Chaidir Syam, serta Kabupaten Bulukumba yang diwakili oleh Wakil Bupati Edy Manaf.
Ketiga kepala daerah tersebut saat ini juga tercatat sebagai pengurus PAN Sulsel. Melalui pembagian tugas ini, Husniah berharap konsolidasi internal berjalan lebih efektif sekaligus memperkuat kerja-kerja organisasi hingga ke tingkat daerah.
“Kita akan melakukan pendekatan, melihat kerja-kerja ketua yang baru, sekaligus mengetahui apa yang terjadi dan dibutuhkan masyarakat di wilayah setempat,” jelasnya.
Husniah menambahkan, arahan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan menekankan adanya peningkatan kursi legislatif di Pemilu 2029. Hal ini sebagai modal utama menghadapi agenda politik ke depan, termasuk Pilkada.
“PAN Sulsel saat ini hanya memiliki empat kursi di DPRD provinsi. Saya diberikan tugas untuk menambahnya menjadi sembilan kursi. Untuk DPR RI juga kita berharap bisa bertambah, sehingga PAN bisa diperhitungkan dalam Pilkada dan agenda politik lainnya,” pungkasnya.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”












