Lucia Christianti: Ibu, Tempat Berlindung di Tengah Badai Hidup

Hari Ibu: Pengingat akan Kekuatan dan Kasih Seorang Ibu

Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember setiap tahunnya bukan sekadar momen seremonial. Bagi banyak orang, ia menjadi pengingat bahwa dalam setiap tindakan seorang ibu, terdapat kekuatan doa dan ketulusan mendengarkan saat dunia tidak lagi menyimak.

Di balik deru ambulans dan kegawatdaruratan medis di RSUD dr. Soekardjo, terdapat sosok dokter yang memahami makna sejati dari Hari Ibu. Bagi dr. Lucia Christianti, MM, Kes Kepala IGD RSUD dr. Soekardjo, seorang ibu adalah napas kebijaksanaan yang menjadi oase di tengah gersangnya persoalan dunia.

Tempat Pulang Dari Segala Masalah

Dalam sebuah refleksi menjelang 22 Desember, dr. Lucia Christianti mengungkapkan bahwa esensi tertinggi seorang ibu adalah kemampuannya menjadi pelabuhan terakhir. Ketika dunia luar terasa menghakimi dan melelahkan, ibu hadir sebagai sosok yang mengayomi dengan kesabaran tanpa batas.

“Ibu itu harus jadi tempat pulang dari semua masalah,” tutur dr. Lucia Christianti. Menurutnya, seorang ibu sejati adalah dia yang mampu memberikan jalan keluar dan rasa aman, bahkan bagi anak yang sudah nyaris putus asa. Peran mulia ini baginya tidak terbatas pada dinding rumah, melainkan harus terpancar dalam setiap pengabdian perempuan di tempat kerja maupun lingkungan sosial.

Mendengar: Warisan Sunyi yang Paling Berharga

Mengenang mendiang ibundanya, dr. Lucia tidak menceritakan tentang gelar atau kemewahan. Ia justru berkisah tentang kekuatan “mendengar” yang dimiliki sang ibu, sebuah kualitas yang kian langka di era modern.

Meski ibundanya adalah sosok ibu rumah tangga sederhana, namun ia memiliki keanggunan luar biasa dalam menyimak setiap keluh kesah anaknya. “Mendengarkan itu sulit, jauh lebih sulit daripada berbicara,” ungkap dr. Lucia. Ia mengenang bagaimana ibundanya selalu sabar mendengarkan tanpa menghakimi, memotong, atau menyalahkan. Melalui telinga yang tulus itulah, sang ibu mampu menenangkan badai dalam hati anak-anaknya hanya dengan pola pikir sederhana yang penuh kasih.

Kepercayaan: Sayap Untuk Terbang Jauh

Kekuatan kasih seorang ibu juga teruji melalui kepercayaan. Dr. Lucia mengenang kembali tahun 1995, saat ia baru lulus sebagai dokter dan memutuskan untuk mengabdi ke Flores, sebuah wilayah yang jauh dan asing baginya saat itu.

Sebagai anak sulung dari enam bersaudara, dr. Lucia sempat meminta restu untuk pergi sejauh itu. Jawaban sang ibu tetap terngiang hingga kini: “Saya tidak pernah khawatir dengan kamu, pergilah!”. Kalimat sederhana itu menjadi sayap bagi dr. Lucia untuk terbang, mengabdi selama tiga tahun di Flores dengan keyakinan bahwa do’a ibunya selalu menjaga langkahnya hingga pulang kembali dengan selamat.

Oase Bagi Dunia

Bagi dr. Lucia yang juga aktif melayani di Gereja Hati Kudus Yesus (HKY) Kota Tasikmalaya, penghormatan terhadap ibu adalah sebuah kemuliaan yang agung. Kata dr. Lucia, sosok ibu mendapat kedudukan tinggi dalam agama Katolik yang Beliau anut.

“Seorang wanita itu menjadi sempurna ketika dia bisa menampilkan dirinya sebagai seorang ibu. Seperti halnya Tuhan Yesus yang juga menghormati ibunya, sehingga bagi umat Katolik, Bunda Maria—atau mungkin dalam Islam dikenal sebagai Siti Maryam—menempati posisi yang sangat khusus,” terangnya. “Kita mendevosikan diri dan mengenang beliau melalui perannya sebagai ibu dari Putra Manusia. Jadi, peran seorang ibu itu sangat agung; bahkan dalam ajaran Katolik, sosok ibu sangat dicintai, diagungkan, dan dimuliakan.” tegasnya.

Pesan Untuk Para Ibu Muda

Di akhir perbincangan, dokter yang hobi traveling dan penyuka kudapan bakso ini menyampaikan pesan sangat mendalam untuk para ibu muda: “Jangan pernah berhenti belajar! Namun jangan pula menjadi sombong hingga kehilangan kemampuan untuk mendengar. Jadilah oase buat anak-anakmu dan orang-orang di sekitarmu,” pesannya. Sebuah oase yang meneduhkan dahaga batin dan menyegarkan jiwa yang lelah.

Ibu mungkin tidak selalu memiliki jawaban atas setiap tanya, namun ia selalu memiliki pelukan bagi setiap luka. Melalui mata dr. Lucia Christianti, kita belajar bahwa menjadi ibu adalah tentang menjadi pendengar setia dan tempat pulang yang selalu menyediakan pintu terbuka, apa pun keadaan kita.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *