Contoh Soal Situational Judgement Test (SJT) dan Pedagogical Content Knowledge (PCK) PPG
Artikel ini menyajikan berbagai contoh soal Situational Judgement Test (SJT) dan Pedagogical Content Knowledge (PCK) yang dilengkapi dengan kunci jawaban. Soal-soal ini menekankan pemahaman guru terhadap konsep-konsep penting seperti ekosistem, hutan tropis, kebakaran hutan, matematika praktis, serta cerita moral tentang kecerdikan Kiki si Kancil.
Materi-materi yang disajikan menunjukkan pentingnya penerapan ilmu secara kontekstual, etis, dan kreatif dalam pembelajaran untuk membentuk siswa yang kritis, peduli lingkungan, serta mampu memecahkan masalah.
Berikut adalah beberapa contoh soal SJT dan PCK beserta penjelasan jawabannya:
1. Soal tentang Ekosistem dan Rantai Makanan
Bu Siti sedang menjelaskan ekosistem dan rantai makanan kepada murid-muridnya. Dalam ekosistem padang rumput, terdapat rumput sebagai produsen, kelinci sebagai konsumen tingkat pertama, dan serigala sebagai konsumen tingkat kedua. Bu Siti menjelaskan bahwa jika populasi kelinci tiba-tiba meningkat karena tidak ada predator lain selain serigala, maka akan terjadi ketidakseimbangan ekosistem. Untuk mengembalikan keseimbangan, para ahli ekologi memutuskan untuk memperkenalkan kembali serigala dalam jumlah tertentu.
Jika dalam sebuah ekosistem terdapat 1.000 kg rumput, dan 10 persen dari energi yang tersedia di tingkat trofik sebelumnya ditransfer ke tingkat trofik berikutnya, maka berapa kilogram serigala yang dapat didukung oleh ekosistem tersebut?
A. 1 kg
B. 10 kg
C. 50 kg
D. 100 kg
E. 500 kg
Jawaban: B
Pembahasan:
– Energi pada tingkat produsen (rumput): 1.000 kg
– Energi yang ditransfer ke konsumen tingkat pertama (kelinci): 10% × 1.000 kg = 100 kg
– Energi yang ditransfer ke konsumen tingkat kedua (serigala): 10% × 100 kg = 10 kg
Jadi, hanya 10 kg serigala yang dapat didukung oleh ekosistem tersebut.
2. Soal tentang Hutan Tropis dan Dampak Pembukaan Hutan
Pak Andi ingin mengajarkan siswanya tentang hutan tropis. Ia menceritakan sebuah kisah tentang sekelompok peneliti yang menjelajahi hutan tropis di Kalimantan. Dalam perjalanan mereka, mereka mencatat bahwa hutan tropis memiliki curah hujan tinggi, keanekaragaman hayati yang sangat besar, dan tanahnya cenderung tidak subur karena lapisan humusnya cepat terurai. Mereka juga mengamati beberapa jenis tumbuhan dan hewan khas yang hanya bisa ditemukan di sana, seperti pohon ulin dan orangutan.
Namun, mereka menghadapi dilema saat menemukan sebuah area hutan yang telah ditebang untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit. Para peneliti memperkirakan bahwa jika pembukaan hutan terus dilakukan, maka dalam waktu 20 tahun, sebagian besar ekosistem alami akan rusak. Di sisi lain, masyarakat lokal menggantungkan hidup mereka pada perkebunan tersebut.
Berdasarkan cerita di atas, apa yang menjadi dampak utama dari pembukaan hutan untuk perkebunan kelapa sawit?
A. Meningkatnya pendapatan masyarakat lokal secara signifikan.
B. Menurunnya keanekaragaman hayati dan kerusakan ekosistem alami.
C. Bertambahnya cadangan air tanah akibat berkurangnya pohon.
D. Peningkatan kualitas tanah karena pohon kelapa sawit.
E. Tidak ada perubahan signifikan pada lingkungan dan masyarakat
Jawaban: B
Pembahasan:
Dampak utama dari pembukaan hutan untuk perkebunan kelapa sawit adalah penurunan keanekaragaman hayati dan kerusakan ekosistem alami. Hutan tropis merupakan habitat bagi banyak spesies, termasuk spesies endemik seperti orangutan. Deforestasi akan menghilangkan habitat mereka, sehingga menyebabkan penurunan drastis populasi atau kepunahan.
3. Soal tentang Kebakaran Hutan
Sebuah berita melaporkan bahwa terjadi kebakaran hutan besar di Sumatera. Kebakaran tersebut berlangsung selama beberapa minggu akibat musim kemarau panjang dan aktivitas manusia yang membuka lahan dengan cara membakar. Akibat kebakaran ini, asap pekat menyelimuti wilayah sekitar, termasuk negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Beberapa sekolah terpaksa diliburkan karena tingkat polusi udara sangat tinggi. Para ahli mengatakan bahwa kebakaran hutan ini tidak hanya disebabkan oleh aktivitas manusia tetapi juga karena perubahan iklim global yang memperpanjang musim kemarau.
Apa solusi jangka panjang yang paling efektif untuk mencegah kebakaran hutan seperti yang terjadi di Sumatera?
A. Mengurangi aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar.
B. Mengandalkan musim hujan untuk memadamkan api secara alami.
C. Membuat undang-undang yang mengizinkan pembakaran hutan pada skala kecil.
D. Menggunakan teknologi canggih untuk mendeteksi api di tahap awal.
E. Melakukan penanaman kembali hutan setelah kebakaran.
Jawaban: A
Pembahasan:
Opsi yang paling tepat sebagai solusi jangka panjang adalah A. Mengurangi aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebakaran hutan besar sering dipicu oleh pembakaran lahan untuk perkebunan, terutama saat musim kemarau panjang. Dengan menghilangkan praktik pembakaran sebagai pemicu, risiko munculnya hotspot dan kebakaran skala besar dapat dicegah secara fundamental.
4. Soal Matematika Praktis
Ibu Lina memberikan tantangan kepada murid-muridnya di kelas. Dia berkata: “Di sebuah desa kecil, ada seorang petani bernama Pak Doni. Pak Doni memiliki kebun berbentuk persegi panjang dengan panjang 20 meter dan lebar 10 meter. Dia ingin membuat pagar di sekeliling kebunnya dan membutuhkan kawat untuk pagar tersebut. Selain itu, Pak Doni juga ingin membagi kebunnya menjadi dua bagian sama besar dengan memasang kawat melintang di tengah kebun dari sisi lebar ke lebar lainnya. Berapa meter panjang total kawat yang dibutuhkan Pak Doni?”
A. 30 meter
B. 60 meter
C. 70 meter
D. 80 meter
E. 100 meter
Jawaban: C
Pembahasan:
– Keliling kebun: 2 × (20 + 10) = 60 meter
– Kawat pembagi: 10 meter
– Total kawat: 60 + 10 = 70 meter
Jadi, panjang total kawat yang dibutuhkan adalah 70 meter.
5. Soal Cerita Moral tentang Kiki si Kancil
Pak Anton bercerita kepada murid-muridnya: “Di sebuah hutan, hidup berbagai jenis binatang. Salah satu binatang tersebut adalah Kiki, seekor kancil yang cerdik. Suatu hari, Kiki melihat sebuah pohon mangga yang sedang berbuah lebat. Namun, pohon itu dijaga oleh sekawanan lebah. Kiki berpikir keras bagaimana cara mendapatkan buah mangga tanpa disengat lebah. Akhirnya, Kiki menemukan ide. Dia memanfaatkan angin untuk menggoyangkan dahan pohon mangga sehingga beberapa buah mangga jatuh ke tanah. Setelah mangga-mangga itu jatuh, Kiki dengan cepat memungutnya tanpa harus mendekati sarang lebah.”
Dari cerita ini, apa yang dapat kita pelajari tentang Kiki?
A. Kiki adalah binatang yang kuat.
B. Kiki adalah binatang yang pintar.
C. Kiki adalah binatang yang pemalas.
D. Kiki adalah binatang yang rakus.
E. Kiki adalah binatang yang penakut.
Jawaban: B
Pembahasan:
Kiki menunjukkan kecerdasan dan kemampuan memecahkan masalah. Ia menggunakan strategi yang bijaksana untuk mencapai tujuan tanpa menghadapi ancaman langsung. Oleh karena itu, pelajaran utama dari cerita ini adalah kecerdikan Kiki.












