Perubahan Ritme Hidup di Bulan Desember
Memasuki bulan Desember, ritme hidup seakan berubah. Porsi makan biasanya meningkat karena banyaknya pertemuan dan undangan yang menyajikan hidangan lezat. Di bulan dingin ini, suasana penuh kehangatan justru terasa sulit. Semua orang memiliki jadwal padat sebelum libur akhir tahun.
Di minggu kedua Desember, pesta akhir kantor biasanya diselenggarakan. Persiapan untuk acara ini bahkan dimulai setelah pesta musim panas. Setengah tahun menjadi waktu yang umum untuk menjadwalkan acara agar bisa mendapatkan tempat yang sesuai keinginan, kapasitas, dan suasana yang baik.
Minggu lalu, suasana kantor sudah terasa berbeda; semangat liburan sangat kental. Wajah-wajah tampak berseri-seri di tengah kesibukan yang justru sedang berada di puncaknya.
Saya sendiri sangat menantikan pesta akhir tahun ini dengan antusias. Ini adalah saatnya saya bisa bertemu dengan kolega yang bekerja remote dari kota-kota berbeda. Ada kebahagiaan tersendiri saat berbincang dengan mereka dalam suasana santai.
Tema obrolan pun sengaja dijaga agar tetap ringan, di luar pekerjaan. Jika ada yang tidak sengaja menyinggung urusan kantor, biasanya ada yang mengingatkan dengan gurauan. Suasana pesta tetap dijaga agar hangat, santai, dan penuh tawa.
Weihnachtsfeier di Restoran Italia
Weihnachtsfeier atau Pesta Natal tahun ini berlangsung di sebuah restoran Italia yang masih berada di sekitar Stuttgart. Seperti tradisi yang sudah berjalan, setiap tahun selalu ada variasi dalam jenis hidangan yang disajikan. Perubahan ini membuat setiap perayaan terasa unik dan berkesan.
Apresiasi yang tinggi patut diberikan kepada asisten pimpinan yang mengorganisasi acara. Tugas yang tidak sederhana, mencari lokasi dan menyediakan makanan yang bisa diterima oleh semua.
Di tempat kerja kami, keberagaman sangat nyata terlihat. Rekan-rekan berasal dari latar bangsa, agama, dan kebiasaan pola makanan. Beberapa agama melarang konsumsi daging tertentu, ada juga vegetarian, serta ada yang harus berhati-hati dengan beberapa makanan karena alergi dan intoleransi terhadap produk tertentu.
Kehati-hatian akan jenis makanan ini menunjukkan penghormatan dan penghargaan terhadap keberagaman. Toleransi di perusahaan ini sangat dijunjung tinggi, sehingga kebersamaan dan atmosfer kerja yang sehat dapat tetap terjaga.
Arancini sebagai Makanan Pembuka
Ketika undangan Weihnachtsfeier dikirimkan lewat email, daftar hidangan yang akan disajikan langsung menarik perhatian. Mata saya tertuju pada salah satu menu pembuka: Arancini. Rasanya, sudah seabad saya tidak menikmati makanan ini khas Italia ini.
Arancini memang populer, tetapi tidak semua restoran Italia menyajikannya. Hidangan ini masih kalah tenar dengan Pizza dan Pasta. Padahal, menurut saya, Arancini ini memiliki kelezatan yang tidak kalah istimewa.
Ketika hidangan pembuka mulai ditata di meja besar, aroma menguar di ruangan. Dari awal saya sudah menetapkan pilihan: Arancini, ditambah beberapa makanan kecil lainnya. Bentuknya yang menarik dan aroma yang harum, membuat siapa pun tidak sabar untuk segera mengambil piring.
Meja yang saya tempati bersama sebagian besar tim, kebetulan berada paling dekat dengan lokasi hidangan. Para pria, yang merupakan mayoritas dibandingkan segelintir perempuan di kantor kami, dengan senyum lebar menunjukkan sikap gentleman yang khas dan umum terlihat di sini. Gestur sederhana ini menambah kehangatan pesta, menjadikan suasana kebersamaan yang santai dan saling menghargai.
Jejak Arab di Sisilia
Arancini yang berbentuk bola nasi dengan isi yang beragam ini berasal dari Sisilia, salah satu daerah otonomi di Italia dengan ibukota Palermo. Letak Sisilia di peta Italia –yang bentuknya menyerupai sepatu bot—tepat berada di ujung depan sepatu, dan merupakan pulau terbesar di Laut Tengah.
“Jeruk kecil” begitu arti dari Arancini. Penganan berbentuk bola yang renyah –dengan tekstur garing di luar dan lembut di dalam– ini sudah dikenal sejak abad ke-10. Pada masa itu, Sisilia masih di bawah kekuasaan Arab. Dahulu, nasi masih menjadi makanan yang langka dan mahal. Hanya orang-orang berada dan kaum bangsawan yang bisa menikmati nasi pada saat itu. Seiring waktu, nasi menjadi makanan yang bisa dijangkau oleh seluruh kalangan.
Pada perayaan yang lalu, saya menikmati Arancini dengan isi daging sapi cincang, kacang ercis (kacang polong), serta potongan daun bawang.
Arancini memiliki beberapa variasi isi, tergantung dari wilayah mana. Di kota Palermo, Arancini umumnya berisi daging sapi cincang, tomat, dan keju. Lain lagi di Catania, yang merupakan kota terbesar kedua di Sisilia, warga menyukai Arancini dengan isian ikan dan sayuran. Masih ada variasi lainnya, sesuai makanan warga setempat.
Resep Arancini Isi Daging Sapi
Adakah Kompasianer yang ingin mencoba membuat Arancini di rumah? Pangan ini relatif gampang dibuat. Berikut resep sederhana yang bisa dicoba.
Bahan untuk Nasi:
- 350 g beras Risoto (atau beras lain)
- 1 L kaldu sapi
- 1 bawang bombay, cincang
- 2 sm mentega / butter
- 75 g keju parut Parmesan
- Sejumput safran (atau bubuk kunyit)
- Merica dan garam secukupnya
Bahan Isi:
- 300 g daging sapi cincang
- 1 bawang Bombay, cincang
- 2 siung bawang putih, cincang
- 125 g tomat, giling
- 50 g kacang ercis
- 1 sm pasta tomat
- Minyak zaitun untuk menumis
- Merica dan garam secukupnya
- Oregano secukupnya (kering atau segar)
Bahan Lapisan:
- Tepung panir
- Tepung terigu
- 2 butir telur, kocok lepas
- Minyak goreng
Cara Membuat Nasi:
- Tumis bawang bombay dengan mentega/ butter hingga layu.
- Masukkan beras yang sudah dicuci, tumis sebentar.
- Tambahkan kaldu secara bertahap.
- Masukkan safran, garam, dan merica.
- Aduk hingga rata dan beras matang kenyal (al dente).
Cara Memasak Isi:
- Tumis bawang bombay dan bawang putih dengan minyak zaitun.
- Masukkan daging cincang, tumis hingga layu.
- Tambahkan pasta tomat, tomat giling, dan kacang ercis.
- Bumbui dengan garam, merica, dan oregano.
- Masak dengan temperatur sedang hingga adonan mengental.
- Koreksi rasa. Angkat dan dinginkan.
Cara Membentuk Arancini:
- Ambil nasi dengan sendok, lalu bentuk cekungan dengan tangan.
- Masukkan isi, tutup dan bentuk seperti bola tenis atau kerucut. (ukuran sesuai selera).
- Gulirkan bola nasi di atas tepung terigu.
- Lalu masukkan ke dalam kocokan telur.
- Setelah itu balur dengan tepung panir.
- Goreng di dalam minyak dengan temperatur sedang hingga berwarna kecoklatan.
- Angkat dan tiriskan.
Arancini siap disantap dan sangat lezat dinikmati hangat.
Selamat mencoba!
Salam musim dingin dari Jerman
Hennie Triana Oberst
Germany, 15.12.2025












