PDGI NTT Gelar Seminar dan Musyawarah Cabang
Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar kegiatan seminar dan Musyawarah Cabang (Muscab) di Hotel Harper Kupang, pada Sabtu (13/12/2025). Kegiatan ini menjadi wadah penguatan kapasitas profesi sekaligus konsolidasi organisasi dokter gigi di wilayah NTT.
Penguatan Profesi dan Kolaborasi dengan Pemerintah
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes., yang hadir mewakili Wali Kota Kupang, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh dokter gigi yang telah berkontribusi dalam memberikan layanan kesehatan. Menurutnya, profesi tenaga kesehatan, termasuk dokter gigi, menghadapi tantangan yang tidak ringan, mulai dari keterbatasan fasilitas hingga tuntutan masyarakat yang semakin tinggi.
Namun di balik tantangan tersebut, ada dedikasi dan ketulusan dalam melayani masyarakat. “Kesehatan adalah pondasi penting bagi kualitas hidup masyarakat dan arah pembangunan sebuah kota. Pemerintah Kota Kupang menempatkan sektor kesehatan sebagai prioritas utama, termasuk kesehatan gigi dan mulut yang selama ini sering terlupakan,” ujar drg. Retnowati.
Ia menegaskan, Kota Kupang tidak akan maju tanpa masyarakat yang sehat, dan tidak akan sehat tanpa kehadiran tenaga medis yang berintegritas, profesional, dan berbelas kasih. Karena itu, pemerintah siap memperkuat kolaborasi dengan PDGI dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
Agenda Kegiatan yang Beragam
Ketua Panitia kegiatan, drg. Melissa Tionardus, Sp.Perio., menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan terdiri dari tiga agenda utama, yakni seminar ilmiah, kegiatan hands on atau workshop, serta musyawarah cabang. Tercatat sebanyak 89 peserta mengikuti seminar, dan 21 peserta mengikuti kegiatan hands on.
Peserta didominasi dokter gigi yang bertugas di wilayah daratan Timor serta dari Pulau Alor, Pulau Rote dan Sabu. Kegiatan tersebut juga dikoordinasikan bersama Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Kesehatan Kota Kupang.
“Ini menjadi wadah silaturahmi, diskusi, sekaligus sarana memperkaya wawasan dan meng-update ilmu yang sangat dibutuhkan dalam praktik sehari-hari, agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” kata drg. Melissa.
Dalam seminar tersebut, pemaparan materi pertama disampaikan oleh drg. Eny Wahyuni, Sp.BM, dengan topik Temporomandibular Joint Disorders and Orofacial Pain. Materi kedua dibawakan oleh drg. Adi Kristanto, Sp.Pros., terkait All Ceramic Restorations: Simple Clinical Protocols in Daily Practice. Materi ini kemudian dilanjutkan dengan kegiatan hands on yang membahas pembuatan crown secara bertahap, mulai dari persiapan alat, bahan, hingga teknik klinis.
Pemilihan Ketua PDGI NTT
Dalam Musyawarah Cabang, drg. Friska D. Simamora, Sp.Ortho., MKM kembali terpilih sebagai Ketua PDGI Cabang NTT periode 2025–2030. Ia menyampaikan komitmennya untuk membawa organisasi semakin maju dan memperluas jangkauan pelayanan.
“Tanggung jawab ini kembali saya emban untuk lima tahun ke depan. Ini bukan hanya tanggung jawab pribadi, tetapi tanggung jawab bersama untuk membawa PDGI Cabang NTT semakin maju dan semakin jaya,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan organisasi tidak dapat dicapai seorang diri. Keterlibatan aktif seluruh anggota menjadi kunci agar PDGI tetap berjalan sesuai visi dan mampu menjawab tantangan zaman.
Strategi Pengembangan Organisasi
Dalam periode kepemimpinannya ke depan, drg. Friska memaparkan sejumlah rencana strategis, salah satunya memperkuat struktur organisasi hingga ke wilayah-wilayah. PDGI NTT berencana membentuk cabang dan wilayah baru agar dokter gigi yang bertugas di kabupaten-kabupaten yang jauh agar tidak selalu harus ke Kota Kupang untuk berorganisasi dan mengembangkan diri.
“Rencana kami ke depan adalah pembentukan PDGI cabang dan wilayah. Harapannya, teman-teman dari daerah yang jauh tidak perlu lagi datang ke kota, tetapi tetap bisa terlayani secara organisasi,” jelasnya.
Saat ini, PDGI di NTT telah memiliki tiga cabang, dan kedepan, drg. Friska berharap wilayah daratan Timor, khususnya Atambua, Kefamenanu, dan Malaka, dapat memiliki cabang PDGI sendiri. Sementara Pulau Rote, Pulau Sabu, dan Kabupaten Kupang masih berada dalam wilayah Cabang Kupang.
Kolaborasi dengan Pemerintah dan Edukasi Awal
Selain penguatan organisasi, drg. Friska juga menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan, dalam upaya meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat. Menurutnya, PDGI selama ini aktif terlibat dalam berbagai program pemerintah, seperti program kesehatan ibu dan anak, PAUD, serta kegiatan promotif dan preventif lainnya.
PDGI juga memiliki sekolah binaan sebagai bagian dari upaya edukasi kesehatan gigi sejak usia dini. “Kami percaya, pemahaman tentang kesehatan gigi tidak boleh dimulai saat dewasa, tetapi sejak anak-anak. Karena itu, edukasi sejak dini menjadi fokus kami,” ungkapnya.
Perkembangan Ilmu dan Teknologi
Dengan kepemimpinan yang berkelanjutan, drg. Friska berharap PDGI Cabang NTT dapat semakin solid, adaptif terhadap perubahan, dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat di seluruh Nusa Tenggara Timur.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."












