Peran Literasi Digital dalam Menjembatani Informasi Generasi

Pengertian Literasi Media

Literasi media adalah kemampuan untuk mengakses, memahami, dan mengevaluasi secara kritis isi media serta perbedaan aspeknya, dengan tujuan menciptakan komunikasi dalam berbagai konteks. Literasi media berhubungan dengan semua media, termasuk televisi dan film, radio dan rekaman musik, media cetak, internet serta teknologi komunikasi lainnya.

Dengan adanya gawai (handphone) dan internet, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi dari seluruh dunia. Tidak perlu memiliki keterampilan khusus, seperti membaca atau menulis, kebiasaan atau pemahaman terkait simbol-simbol tertentu cukup membuat kita mudah menjadi konsumen dari suatu media, terutama media digital. Namun, di tengah derasnya arus penggunaan media digital, tidak semua pengguna memiliki kemampuan literasi media digital yang baik.

Data Tingkat Literasi Media Masyarakat Indonesia

Literasi media digital tidak hanya penting bagi kalangan muda yang aktif menggunakan media, tetapi juga bagi anak-anak, orang dewasa dan bahkan lanjut usia yang kini juga mencoba untuk beradaptasi dengan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut survei APJII 2025, pengguna internet di Indonesia telah mencapai 229,4 juta jiwa atau 80,66 persen dari populasi nasional. Tingginya angka penetrasi ini menunjukkan bahwa akses digital sudah menjangkau hampir semua kelompok umur. Namun, data Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 dari Komdigi mengungkap bahwa meskipun skor nasional meningkat menjadi 44,53 poin, aspek literasi digital masih menjadi tantangan karena nilainya tidak tumbuh secepat aspek infrastruktur dan pemanfaatan teknologi.

Berdasarkan data tersebut, menggambarkan bahwa meskipun masyarakat semakin terhubung dengan internet, kemampuan untuk memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi digital secara kritis masih perlu diperkuat di semua kalangan.

Pentingnya Literasi Media Digital

Anak-anak perlu diajarkan untuk mengenali batasan dan memahami bagian-bagian informasi yang layak dikonsumsi, remaja harus dibekali kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terseret arus opini publik, serta orang dewasa dan lanjut usia (lansia) perlu memahami cara menggunakan media digital dengan baik agar terhindar dari penipuan atau penyebaran informasi yang menyesatkan tanpa disadari. Oleh karena itu, literasi media digital menjadi tanggung jawab bersama bagi semua kalangan usia.

Perkembangan media digital pada saat ini, membuat masyarakat untuk hidup berdampingan dengan media dalam kehidupan sehari-hari. Keberadaan media digital bermanfaat untuk mempermudah pekerjaan manusia dengan membantu mengakses segala informasi yang dibutuhkan di segala penjuru dunia di mana pun dan kapan pun. Walaupun tampak sangat berguna, tetapi penggunaan yang tidak bijak dapat berdampak buruk bagi penggunanya.

Pada zaman sekarang, setiap orang dari berbagai kelompok umur telah memiliki akses ke media digital. Namun, perkembangan tersebut juga dibarengi dengan seringnya terjadi kasus terkait penyebaran informasi palsu di dunia media digital, sehingga membuktikan masih rendahnya kedalaman literasi masyarakat Indonesia ketika menjadi pengguna media digital. Literasi media digital sangat penting untuk mengurangi dan meminimalisir dampak buruk dari media digital sebagai dasar pengetahuan individu sebelum masuk ke dunia digital yang lebih jauh.

Korban Penipuan Media Digital

Kurangnya tingkat literasi media digital di Indonesia, berdampak pada meningkatnya jumlah korban penipuan digital. Salah satu kasus yang pernah membawa nama artis, seperti Baim Wong dan Raffi Ahmad dalam modus penipuan “memenangkan giveaway”. Dalam penipuan tersebut, korban diminta untuk mengklik tautan dan memasukkan data pribadi dan memberikan kode OTP, sehingga berujung pada kehilangan sejumlah uang dari rekening korban.

Bukan hanya berdampak pada kerugian finansial, kasus-kasus media digital akan membuat korban trauma dan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital, termasuk perbankan dan platform resmi yang sebenarnya aman jika digunakan dengan benar.

Dampak yang lebih luas, terlihat pada kasus deepfake yang mencatut wajah dan suara tokoh terkenal atau pejabat publik untuk menawarkan bantuan atau program palsu. Beberapa korban mempercayai video tersebut karena menganggap rekaman visual sebagai bukti kebenaran, lalu melakukan transaksi uang tanpa verifikasi lebih lanjut. Kasus seperti ini menunjukkan kondisi rendahnya literasi media digital membuat masyarakat sulit membedakan antara konten asli dan manipulasi teknologi.

Kesimpulan

Literasi media digital kini telah menjelma menjadi kebutuhan dasar yang sangat penting bagi setiap masyarakat, tanpa memandang usia. Hal tersebut menjadi kunci agar individu masyarakat tidak mudah terombang-ambing oleh arus informasi di media digital. Saatnya semua elemen masyarakat bahu-membahu dalam gerakan literasi untuk menciptakan ruang media digital yang sehat, cerdas, dan bertanggung jawab.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *