Budaya  

M Rifky Juliana Penerima Penghargaan Wartawan Tangguh dari Dewan Pers

Penghargaan Wartawan Tangguh untuk Muhammad Rifky Juliana

Pada malam puncak Anugerah Dewan Pers 2025 yang digelar di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (10/12/2025), Muhammad Rifky Juliana, seorang reporter dari Tribunbanten.com, menerima penghargaan sebagai wartawan tangguh. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dan keberaniannya dalam menjalankan tugas jurnalistik meskipun menghadapi ancaman dan kekerasan fisik selama proses peliputan.

Penghargaan tersebut bukan tanpa alasan. Rifky telah menunjukkan komitmen tinggi dalam menyajikan berita, bahkan ketika menghadapi risiko serius saat meliput di lapangan. Dalam acara tersebut, Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menyampaikan bahwa penghargaan ini adalah bentuk apresiasi tertinggi bagi para insan pers, yang merupakan pilar keempat demokrasi bangsa.

“Kami ucapkan selamat yang sebesar-besarnya. Anda semua adalah inspirasi bagi kami dan juga sumber motivasi. Teruslah berkarya dan teruslah menjadi mata, telinga, serta hati nurani publik,” kata Komaruddin dalam sambutannya.

Komaruddin menegaskan bahwa Dewan Pers berkomitmen untuk memastikan kebebasan pers tetap berjalan seiring dengan tanggung jawab dan kepatuhan pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Ia juga mengajak seluruh peserta acara untuk menjadikan momen ini sebagai penegasan kembali komitmen bersama dalam menjaga ekosistem pers yang sehat, adil, dan bermartabat.

Selain Rifky, Dewan Pers juga memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh penting seperti Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, sebagai Tokoh Kemanusiaan dan Perdamaian, serta mendiang Jakob Oetama sebagai Tokoh Pers. Ketua Informasi dan Komunikasi Dewan Pers, Maha Eka Swasta, menjelaskan bahwa proses pemilihan penerima penghargaan dilakukan melalui musyawarah sembilan anggota Dewan Pers pada awal Oktober 2025 dan rembuk bersama konstituen Dewan Pers.

Kronologi Pemukulan Rifky

Insiden pemukulan Rifky terjadi saat ia bertugas meliput inspeksi lingkungan di area PT Genesis Regeneration Smelting (GRS), Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Kamis (21/8/2025). Saat itu, rombongan Kementerian Lingkungan Hidup bersama sejumlah jurnalis sedang melakukan peliputan terkait sidak limbah pabrik peleburan timah PT GRS.

Dalam proses peliputan tersebut, sekelompok orang yang diduga berasal dari organisasi masyarakat (ormas) dan keamanan perusahaan melakukan tindakan kekerasan terhadap wartawan. Dugaan keterlibatan oknum aparat juga mencuat dalam peristiwa ini.

Lima orang terdakwa pengeroyokan saat ini sedang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Serang. Jaksa Penuntut Umum mendakwa kelima terdakwa yakni Karim alias Kipli, Bangga Munggaran alias Banggol, Ahmad Rizal, Syifaudin alias Ipoy, dan Ajat Jatnika alias Miki, dengan Pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama di muka umum. Satu tersangka lainnya, Briptu Tegar Bintang Maulana, ditangani dalam berkas perkara terpisah.

Dalam persidangan, para terdakwa mengakui keterlibatan mereka dalam pengeroyokan tersebut. Karim mengaku memiting Anton atas perintah koordinator lapangan, Briptu Tegar Bintang Maulana, anggota Brimob Polda Banten yang ditugaskan menjaga perusahaan. Sementara itu, Bangga Munggaran alias Banggol mengaku menendang Anton satu kali karena diperintah Briptu Tegar. Ahmad Rizal menyatakan memukul korban dua kali secara spontan karena merasa sebagai bagian dari perusahaan. Terdakwa lainnya, Syifaudin alias Ipoy, mengaku mengejar dan memukul Rifky di bagian leher. Ajat Jatnika alias Miki mengakui memukul kepala Rifky sebanyak dua kali.

Ucapan Terima Kasih Rifky

Dalam sambutannya, Rifky menyampaikan terima kasih kepada jajaran pimpinan Tribun Network yang terus memberikan pendampingan dalam proses hukum. “Terima kasih juga kepada CEO Tribun Network Bang Dahlan, beserta Direktur Pemberitaan, yang mana hingga saat ini terus memberikan pendampingan proses hukum,” tuturnya.

Acara puncak ini turut dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, mantan Menkominfo Sofyan Djalil, CEO Kompas Gramedia Lilik Oetama, CEO Tribun Network sekaligus Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers Dahlan Dahi, serta mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin.

Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *