Siapa Mustoha Iskandar? Ketua Angkatan Jokowi di UGM Bantah Klaim Profesor UNJ Tanpa Materai Hijau

Sosok Mustoha Iskandar yang Menyatakan Kebenaran Ijazah Jokowi

Mustoha Iskandar, mantan Ketua Angkatan mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1980, menjadi sorotan publik setelah membantah klaim bahwa ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), tidak menggunakan materai hijau. Mustoha yang kini menjabat sebagai Komisaris Independen PT Pupuk Indonesia (Persero) menegaskan bahwa ijazah seluruh lulusan angkatan 1980, termasuk milik Jokowi, memiliki materai berwarna hijau.

Klaim ini sekaligus mematahkan pernyataan Prof. Ciek Julyati Hisyam, sosiolog hukum dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), yang menyatakan bahwa ijazah Jokowi palsu karena tidak menggunakan materai hijau.

Siapa Mustoha Iskandar?

Menurut laman resmi PT Pupuk Indonesia, Dr. Ir. Mustoha Iskandar, S.H., MDM adalah Komisaris Independen PT Pupuk Indonesia (Persero) sejak 4 Agustus 2020. Ia juga merupakan lulusan Sarjana Kehutanan UGM pada tahun 1986. Pada tahun yang sama, Mustoha berhasil meraih gelar Sarjana Muda dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) – kini bernama Universitas Islam Negeri (UIN) – Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Selain itu, Mustoha lulus dari University of Philippines Los Banos pada 1996 dengan gelar Magister Manajemen Pembangunan. Tak hanya itu, ia juga sukses meraih gelar Doktor Manajemen Bisnis dari Universitas Padjadjaran (Unpad) pada tahun 2006 dan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Krisnadwipayana Jakarta pada 2014.

Rekam Jejak Karier Mustoha Iskandar

Sebelum menjabat sebagai Komisaris Independen PT Pupuk Indonesia (Persero), Mustoha pernah menjabat posisi serupa di PT Pusri Palembang pada periode 2016-2018. Selain itu, ia beberapa kali mengisi kuliah umum di berbagai universitas seperti Universitas Bengkulu pada Oktober 2017 dan Universitas Kuningan pada September 2018.

Mustoha juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Perum Perhutani selama tiga bulan, yakni Agustus-November 2016. Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai Direktur Utama Perhutani pada periode 2014-2019. Pengangkatannya sebagai Dirut Perhutani tertuang dalam Keputusan Menteri BUMN Nomor 231/MBU/10/2014 tanggal 17 Oktober 2014.

Riwayat Jabatan Mustoha Iskandar

Berikut riwayat jabatan Mustoha Iskandar:

  • Direktur Komersial Kayu Perum Perhutani
  • Direktur Perum Perhutani (2014-2019)
  • Ketua Dewan Pengawas Perum Perhutani (2016)
  • Komisaris Independen PT Pusri Palembang (2016-2018)
  • Komisaris Independen PT Pupuk Indonesia (Persero) (2020-2025)

Bantah Klaim Profesor UNJ Terkait Materai Hijau

Mustoha dan Jokowi adalah teman satu angkatan di Fakultas Kehutanan UGM. Keduanya sama-sama masuk UGM pada tahun 1980 dan diwisuda pada 1985. Saat ini, Mustoha dipercaya sebagai ketua angkatan Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM tahun 1980.

Mustoha memastikan bahwa seluruh lulusan Fakultas Kehutanan UGM dari angkatan yang sama dengan Jokowi mendapatkan ijazah dengan jenis materai yang serupa. Hal tersebut sudah dicocokkan dengan dokumen kelulusannya dan milik rekan-rekan seangkatan Mustoha.

“(Materai warna hijau) Bukan merah,” kata Mustoha Iskandar mengutip YouTube Official iNews, Sabtu (6/12/2025).

Mustoha menjelaskan bahwa UGM memiliki empat periode wisuda setiap tahun, yakni Februari, Mei, Agustus, dan November. Dari semua periode itu, Mustoha berujar tidak ada mahasiswa Fakultas Kehutanan angkatan 1980 yang mengikuti wisuda pada periode Februari yang menggunakan materai berwarna merah.

“Jadi di Gadjah Mada itu ada empat kali wisuda. Ada Februari, Mei, Agustus, dan November. (Fakultas Kehutanan) Angkatan 1980 nggak ada yang wisuda Februari, yang merah itu nggak ada,” ucapnya.

“Jadi yang bareng wisuda Pak Jokowi itu hijau materainya, semuanya hijau,” kata Mustoha.

Mustoha Iskandar menyebut bahwa klaim ijazah Jokowi bermaterai merah tidak sesuai dengan fakta. “Kalau bilang merah berarti bukan angkatan 1980, apalagi sama-sama wisuda Pak Jokowi, itu bohong,” tuturnya.

Klaim Profesor UNJ: Lulusan 1985, Tak Ada Materai Hijau

Sebelumnya, Guru Besar UNJ (Universitas Negeri Jakarta) bidang Sosiologi Hukum, Prof. Dr. Ciek Julyati Hisyam, menyatakan yakin ijazah Jokowi adalah palsu. Keyakinannya didasarkan pada kejanggalan dokumen, terutama masalah materai hijau yang tercetak pada salinan ijazah.

Sebagai bukti, Ciek Julyati berargumen lulusan tahun 1985 saat itu tak ada materai hijau, karena ia sendiri merupakan lulusan tahun yang sama dan mengetahui warna materai yang berlaku kala itu.

Dalam acara televisi yang turut dihadiri Ciek Julyati, salinan ijazah Jokowi tampak dibawa oleh Wakil Ketua Umum Jokowi Mania (JoMan), Andi Azwan. Ciek menilai, materai hijau tersebut janggal karena di dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985, tidak pernah dinyatakan ada materai seperti di ijazah Jokowi yang dibawa oleh Andi.

“Yang didasarkan di sana adalah bahwa materai itu tadi cetakan utamanya itu adalah ungu,” ujar Ciek mengutip YouTube TV One, Selasa (2/11/2025).

“Warna hijau yang dikemukakan di situ adalah hanya untuk gambar Garuda. Jadi bukan keseluruhannya,” lanjutnya.

Ciek mengaku, dirinya juga lulusan tahun 1985 seperti Jokowi, tetapi berbeda kampus. Ciek merupakan lulusan IKIP Jakarta dan menurutnya saat itu tidak ada materai yang berwarna hijau pada ijazah.

“Saya juga lulusan tahun itu, tapi enggak tuh, warnanya enggak hijau,” kata Ciek.

“Kalau memang semua ijazah pada tahun itu harus menggunakan materai, tentu sama materainya,” ujarnya.

Guru besar UNJ tersebut menegaskan, semua orang pasti berani menunjukkan ijazahnya jika itu asli. Hal itu tidak dilakukan oleh Jokowi sehingga Ciek Hisyam menilai ijazah Jokowi palsu.

“Kalau saya meyakini (ijazah Jokowi) itu palsu,” kata Ciek.

“Kalau memang itu betul ada (ijazah) aslinya, pasti berani siapa pun akan menunjukkan,” tegasnya.


Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *