Serangan Rudal dan Drone Rusia ke Ukraina
Pada hari Sabtu (6/12/2025), Rusia melancarkan serangan besar-besaran terhadap Ukraina menggunakan rudal dan pesawat tak berawak. Serangan ini terjadi setelah pejabat Amerika Serikat (AS) dan Ukraina mengumumkan rencana pertemuan untuk perundingan hari ketiga, yang bertujuan mencari solusi untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama hampir empat tahun.
Dalam serangan tersebut, Rusia menggunakan sebanyak 653 pesawat tak berawak dan 51 rudal. Pasukan Ukraina berhasil menembak jatuh dan menetralisir sebagian besar dari jumlah tersebut, yaitu 585 pesawat tak berawak dan 30 rudal. Sebanyak 29 lokasi di Ukraina diserang dalam insiden ini.
Korban Luka dan Peringatan Darurat
Menteri Dalam Negeri Ukraina, Ihor Klymenko, menyampaikan bahwa setidaknya delapan orang terluka akibat serangan tersebut. Tiga di antaranya luka di wilayah Kyiv, sementara penampakan drone dilaporkan hingga ke wilayah Lviv di bagian barat Ukraina.
Operator energi nasional Ukraina, Ukrenergo, mengungkapkan bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia kehilangan seluruh pasokan listrik di luar lokasi semalam. Pernyataan ini dikutip oleh Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), yang menyebutkan bahwa Direktur Jenderal Rafael Mariano Grossi memperoleh informasi tersebut.
Pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa ini telah berada di bawah kendali Rusia sejak Maret 2022. Meskipun saat ini tidak memproduksi listrik, pembangkit ini masih mengandalkan daya eksternal untuk menjaga bahan nuklir tetap dingin dan mencegah kehancuran.
Kembali Beroperasi
Setelah pemadaman selama setengah jam, saluran listrik 330 kilovolt (kV) kembali beroperasi. Selain itu, saluran listrik 750 kV yang sebelumnya diputus juga kembali berjalan, seperti yang diberitakan oleh manajemen pembangkit yang dipasang oleh Rusia pada sore hari. Pasokan listrik stabil telah dipulihkan, dan tingkat radiasi tetap normal.
Aktivitas militer yang intensif pada malam hari memengaruhi jaringan listrik Ukraina dan mendorong pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang beroperasi untuk mengurangi produksi listrik, tambah IAEA.
Respons Presiden Zelensky
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyatakan bahwa fasilitas energi menjadi target utama serangan tersebut. Ia juga mencatat bahwa serangan pesawat tak berawak telah “membakar” stasiun kereta api di kota Fastiv, yang terletak di wilayah Kyiv.
Serangan terbaru terjadi saat penasihat Presiden AS Donald Trump dan pejabat Ukraina mengatakan mereka akan bertemu untuk perundingan hari ketiga pada hari Sabtu. Setelah pertemuan hari Jumat, kedua belah pihak menyampaikan penilaian serius bahwa kemajuan nyata menuju kesepakatan apa pun akan bergantung pada komitmen serius Rusia terhadap perdamaian jangka panjang.
Upaya Diplomasi dan Komentar dari Pihak Kremlin
Pernyataan dari utusan khusus AS Steve Witkoff, menantu Trump Jared Kushner, serta negosiator Ukraina Rustem Umerov dan Andriy Hnatov muncul setelah mereka bertemu untuk hari kedua di Florida pada hari Jumat. Mereka hanya memberikan gambaran umum tentang kemajuan yang mereka klaim telah dicapai seiring Trump mendesak Kyiv dan Moskow untuk menyetujui proposal yang dimediasi AS guna mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir empat tahun.
Upaya diplomatik sebelumnya untuk memecahkan kebuntuan tidak membuahkan hasil dan perang terus berlanjut. Para pejabat sebagian besar merahasiakan perkembangan perundingan terbaru, meskipun rencana awal Trump yang berisi 28 poin telah bocor.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan delegasi negaranya di Florida ingin mendengar dari pihak AS tentang pembicaraan di Kremlin. Zelensky, serta para pemimpin Eropa yang mendukungnya, telah berulang kali menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin mengulur-ulur waktu perundingan damai sementara tentara Rusia terus berupaya melanjutkan invasinya.
Zelensky mengatakan dalam sebuah pidato video pada Kamis (4/12/2025) malam bahwa para pejabat ingin tahu “dalih apa lagi yang diajukan Putin untuk memperpanjang perang dan menekan Ukraina.”
Berbicara kepada jurnalis Rusia Pavel Zarubin pada Jumat (5/12/2025), penasihat urusan luar negeri Kremlin, Yuri Ushakov, memuji Kushner karena berpotensi memainkan peran penting dalam mengakhiri invasi Rusia ke Ukraina.
“Jika ada rencana yang mengarah pada penyelesaian yang dituangkan di atas kertas, pena Tuan Kushner-lah yang akan memimpin jalannya,” ujar Ushakov.
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."












