Presiden Prabowo Tetapkan Bencana Sumatra sebagai Prioritas Nasional

Presiden Prabowo Subianto Tetapkan Penanganan Bencana di Sumatra sebagai Prioritas Nasional

Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi kepada jajarannya untuk menangani dampak bencana di wilayah Sumatra dengan prioritas nasional. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa seluruh sumber daya yang tersedia dapat digunakan secara optimal dalam proses penyelamatan dan pemulihan masyarakat terdampak.

Pada Rabu, 3 Desember 2025, truk-truk bantuan dari Medan berhasil memasuki wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Ini menjadi langkah penting setelah jalur darat menuju daerah tersebut sempat terputus akibat banjir bandang dan longsor yang terjadi pada Selasa, 25 November 2025.

Menko PMK Pratikno mengatakan bahwa Presiden telah memerintahkan seluruh lembaga pemerintah untuk responsif dalam penanganan bencana. “Dana dan logistik nasional akan disiapkan secara penuh, termasuk dana siap pakai yang akan digunakan dalam masa tanggap darurat,” ujar Pratikno dalam jumpa pers di Posko Bantuan Bencana Sumatra, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Jumpa pers tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, seperti Seskab Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, serta para kepala staf TNI Angkatan Darat, Laut, dan Udara.

Jalur Darat Kembali Terbuka, Bantuan Mulai Disalurkan

Seskab Teddy menjelaskan bahwa jalur darat yang sebelumnya terputus telah kembali tersambung sejak tanggal 2 Desember lalu. Truk bantuan dari Medan kini bisa melintasi jalur tersebut menuju Aceh Tamiang. “Perjalanan dari Medan ke Aceh Tamiang memakan waktu sekitar 3 jam,” kata Teddy.

Ia juga menekankan bahwa pemerintah berupaya mempercepat penyaluran bantuan agar mencakup seluruh kecamatan dan desa di Kabupaten Aceh Tamiang. Ada sekitar 12 kecamatan dan 216 desa yang terdampak bencana. “Kita harapkan penyaluran bantuan dapat dimaksimalkan,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga melakukan evaluasi dan investigasi menyeluruh terkait kerusakan lingkungan di tiga provinsi yang terkena bencana. Faktor-faktor seperti kerusakan lingkungan dan cuaca ekstrem dinilai memperparah dampak bencana. “Ini sedang ditelusuri secara serius,” tambah Teddy.

Penyelidikan Terkait Kayu Gelondongan yang Tersapu Banjir

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni terkait temuan kayu gelondongan di lokasi bencana. “Besok, Kamis, 4 Desember 2025, kami akan melaksanakan rapat bersama untuk menurunkan tim gabungan guna melakukan penyelidikan,” katanya.

Berdasarkan informasi, ribuan kayu gelondongan berukuran besar, sebagian besar tampak dipotong dengan mesin, tersapu oleh banjir bandang. Berat kayu-kayu tersebut diperkirakan mencapai ribuan ton.

Korban Bencana dari Garut

Di sisi lain, sebanyak 26 warga Garut menjadi korban bencana di Sumatra. Mereka kehilangan harta benda dan perbekalan, sehingga meminta bantuan untuk segera dipulangkan ke kampung halaman mereka.

Pemkab Garut sedang mendata warga yang terdampak banjir bandang di wilayah Sumatra Utara dan Aceh. Hingga saat ini, tercatat 26 orang. Namun, jumlah ini masih kemungkinan bertambah karena pendataan belum sepenuhnya selesai.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengimbau warga aktif melaporkan keberadaan keluarganya di wilayah bencana melalui layanan aduan hotline yang disediakan Pemkab Garut.


Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *