Peristiwa Nasional yang Menarik Perhatian di Akhir November 2025
Pada pertengahan pekan pertama Desember 2025, beberapa peristiwa nasional menarik perhatian masyarakat. Salah satu berita yang paling banyak dibicarakan adalah dugaan teror terhadap Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau lebih dikenal dengan panggilan Gus Yahya. Selain itu, pembaruan data korban bencana ekologis banjir bandang dan tanah longsor di Pulau Sumatera juga menjadi fokus utama.
Selain itu, tumpukan kayu besar yang memenuhi aliran Sungai Aek Godang di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, juga menjadi sorotan. Berikut ini tiga pemberitaan terpopuler dalam rubrik nasional Tempo hingga pagi ini, Kamis, 4 Desember 2025:
Konflik PBNU: Gus Yahya Klaim Kerap Mendapat Teror
Yahya Cholil Staquf mengklaim bahwa dirinya sering mendapatkan ancaman dan teror sejak konflik internal PBNU semakin memuncak. Ia mengungkapkan bahwa ancaman tersebut datang melalui telepon dan pesan WhatsApp.
“Ada berbagai cara, mulai dari telepon yang tidak berhenti-henti, pesan WhatsApp, hingga ancaman-ancaman berbagai bentuk,” ujar Yahya dalam konferensi pers di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, pada Rabu, 3 Desember 2025.
Ia tidak menjelaskan secara rinci jenis teror yang dialaminya. Bahkan, ia tidak membuka identitas pelaku teror tersebut. Hanya saja, ia menyatakan bahwa teror serupa juga dialami oleh Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia PBNU, Ulil Abshar Abdalla, serta sejumlah pengurus Tanfidziyah—pelaksana di PBNU.
Update Terkini Data Korban Bencana Sumatera: 770 Meninggal, 463 Masih Hilang
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui angka korban banjir dan longsor besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa proses verifikasi dan validasi data korban telah diperketat setelah ada perbedaan laporan di dashboard daring.
“Secara total, korban meninggal yang sudah tervalidasi dan terverifikasi adalah 770 jiwa, sedangkan korban hilang yang masih dalam pencarian sebanyak 463 jiwa,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers secara daring, Rabu, 3 Desember 2025.
BNPB merinci, jumlah korban meninggal di Provinsi Aceh mencapai 277 jiwa, sementara 193 orang masih dinyatakan hilang. Di Sumatera Utara, 299 orang telah ditemukan meninggal dan 159 orang masih hilang. Adapun di Sumatera Barat, tercatat 194 orang tewas dan 111 orang belum ditemukan.
Abdul Muhari menekankan bahwa angka terbaru ini sudah melalui koreksi dari laporan-laporan yang masuk secara online. BNPB juga bekerja sama dengan Kodam Iskandar Muda, Kodam Aceh, dan Lanud Sultan Iskandar Muda untuk memastikan pencarian korban berlangsung optimal. Seluruh operasi pencarian, penyelamatan, dan penanganan darurat masih dipusatkan di tiga provinsi yang menjadi episentrum bencana dengan fokus situasi terkini di Aceh.
Tumpukan Kayu Besar Sumbat Aliran Sungai Aek Godang di Tapanuli Tengah
Tumpukan kayu besar memenuhi aliran Sungai Aek Godang di Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Rabu siang, 3 Desember 2025. Tumpukan kayu besar itu belum dibersihkan meski sudah berselang sembilan hari sejak kejadian banjir bandang dan longsor yang melanda 50 kabupaten dan kota di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Kayu-kayu besar yang menyumbat sungai itu menyebabkan Jalan Humala Tambunan-Sigotom menjadi jalur aliran air bercampur sedimen lumpur. Kondisi ini membatasi mobilitas warga setempat, termasuk tim pengirim bantuan logistik bencana.
“Kami terus berupaya untuk segera memperbaiki aliran sungai,” kata Bupati Tapanuli Selatan, Masinton Pasaribu, kepada Tempo di kantornya, pada Rabu, 3 Desember 2025.
Politikus PDI Perjuangan ini mengatakan tumpukan kayu di aliran Sungai Aek Godang itu memang merupakan imbas dari adanya aktivitas pembalakan liar. Sebab, kata dia, kayu-kayu tersebut nampak terpotong rapi yang diduga menggunakan gergaji mesin.
Namun, Masinton berdalih jika kayu gelondongan yang hanyut saat banjir itu bukan ditebang secara legal oleh korporasi, melainkan individu-individu tak bertanggung jawab.
Dede Leni Mardianti, Dinda Shabrina, dan Andi Adam Faturahman berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."












