Penjelasan Gubernur Maluku Utara Soal Asal Keluarga
Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos (43), mengatakan bahwa informasi yang menyebutkan bahwa orangtuanya berasal dari Takalar, Sulawesi Selatan, adalah hoaks. Ia menegaskan bahwa dirinya lahir dan besar di Ambon.
“Saya lahir, besar di Ambon. Tapi dulu, saya pernah dengar kakek ke-6 saya, lama tinggal di Jeneponto,” ujar Sherly saat menjawab konfirmasi wartawan di kantor gubernur di Sofifi, Maluku Utara, Rabu (27/11/2025).
Ia juga mengingat bahwa kakek dan kerabatnya pernah bercerita soal rumah moyangnya yang berada di sekitar sumur tua di Tamalatea, Jeneponto. Jeneponto berjarak sekitar 81,4 km dari Kota Makassar, sedangkan Takalar terletak sekitar 31,8 km utara Kota Makassar.
Sherly dikonfirmasi saat kunjungan tim manajen di ruang kerjanya. Kepada GM Regional Manado, Gorontalo dan Ternate, Risdianto Tunandi, Gubernur wanita pertama di provinsi berpenduduk 1,37 juta jiwa ini, mengakui memiliki sejumlah kerabat di Makassar.
“Narasi kalau saya dari sana (Takalar) bukan saya yang buat, itu pendapat orang luar,” kata Sherly Laos.
Informasi tentang asal keluarga Sherly mencuat setelah ia hadir dalam perayaan HUT ke 49 Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Hotel Claro, Makassar, pada 15 November 2025. Ia mengatakan bahwa kedatangannya ke Kota Makassar atas undangan Ketua Umum BPP KKSS Amran Sulaiman.
“Kami diundang bersama gubernur yang banyak diaspora Bugis Makassarnya,” ujar Sherly Laos.
Klarifikasi Sherly Laos
Sherly Laos bersekolah di SMA Kristen Petra 2 Manyar Surabaya, kemudian pindah ke SMA Katolik Swastiastu Denpasar. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Kristen Petra Surabaya dengan jurusan International Business Management. Ia kemudian melanjutkan studi dalam program double degree di Inholland University, Belanda, lulus 2004.
Kabar bahwa Sherly adalah keturunan Takalar sebelumnya dibantah oleh kerabat Tionghoa dari Takalar. Kabar ini semakin menyebar setelah Sherly menghadiri acara Rakernas BPP Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Makassar, medio November 2025 lalu.
Dilansir dari Tribuntimur.com, anak kandung Baba Tuma’, Siu atau Hendi Daeng Sese, menanggapi kabar tersebut. “Ayah saya adalah Baba’ Tuma atau Ham Ba Hong, seorang China Takalar yang berdomisili di depan SMP 1 Pattallassang.”
“Beliau masuk Islam dan kemudian menikahi ibu saya, Daeng Baji,” ujar Sherly Laos dari informasi yang diperoleh Tribun-Timur.
Hendi mengatakan tidak mungkin Sherly Laos menjadi anak Baba Tuma’. Pria 60 tahun ini menjelaskan ayahnya meninggal pada 1973, sementara Sherly Laos lahir 1982.
“Ayah saya sudah meninggal sebelum Ibu Sherly lahir. Tidak mungkin anaknya,” ucapnya saat di ditemui di rumahnya, di Jalan Poros Pattalassang, Jumat (28/11/2025).
Namun ia tidak menutup kemungkinan adanya hubungan kekerabatan dengan Gubernur Maluku Utara itu. Ia mengatakan bisa saja lewat jalur hubungan lain.
“Kalau Ibu Sherly anaknya Baba Tuma’ saya rasa itu tidak mungkin. Tapi kalau ada hubungan lain, seperti cucu atau apapun itu mungkin saja,” ucap Hendi memakai kemeja kotak-kotak.
Hendi pun tidak ingin merespons lebih jauh kemungkinan itu sebelum mendengar pengakuan dan penjelasan langsung dari Sherly Laos.
“Kalau hanya kabar kami masih ragukan. Sebelum mendengar penjelasan Ibu Sherly sendiri,” jelasnya sambil duduk di ruang tamu rumahnya.
Dikutip Wikipedia, Sherly Laos dengan aksara (Chinese: 蔡任珍; pinyin: Cài Rènzhēn. Ia lahir dari orangtua bermarga Tjoa dan Liem. Ayahnya, bernama Paulus Tjoanda, pengusaha dan pedagang di Kota Ambon, Maluku. Sedangkan ibunya bernama Maria Margaretha Liem.
“Tjoa itu marga besar dari suku Hakka,” kata jurnalis senior dan Budayawan Tionghoa di Makassar David Aritanto Chen Quo’ Hwa kepada Tribun, Jumat (29/11/2025) di Makassar.
Menurut David, suku Hakka adalah salah satu kelompok migran asal China daratan di abad ke-6 M. Suku ini kemudian berasimilasi dengan warga Nusantara di Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan.
Suku Hakka ini, jelasnya, Tionghoa yang punya darah dan bakat politik. “Ahok (Basuki Tjahja Purnama), Brigjen TNI Teddy Jusuf, pendiri PSMTI adalah suku Hakka. Mereka juga aktif di TNI, Polri. Beda dengan Suku Hokkien, yang jadi pedagang, Kanton pertukangan,” ujar Ko David.
Sherly Laos lahir pada 8 Agustus 1982 di Kota Ambon, Provinsi Maluku. Ia menikah dengan Benny Laos pada 28 Mei 2005, dan dikaruniai 3 orang anak yakni Edbert, Edelyn dan Edrick Laos.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."












