Nurhadi, Penyandang Disabilitas yang Viral Usai Diantarkan Makanan, Buka Rahasia Kondisinya

Kehidupan Nurhadi, Seorang Penyandang Disabilitas di Bekasi

Nurhadi (29), seorang penyandang disabilitas di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kini menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Kisah hidupnya menarik perhatian netizen, yang merasa prihatin dengan kondisinya. Namun, banyak informasi yang beredar tidak sepenuhnya sesuai dengan realita.

Nurhadi tinggal di Kampung Tenggilis, Kelurahan Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Dalam beberapa unggahan akun X (@ub***ol), ia terlihat terbaring di atas kasur bersama sampah-sampah plastik bekas makanan. Akun tersebut juga menyebutkan bahwa Nurhadi tinggal sendiri. Hal ini memicu respons dari netizen yang mempertanyakan perhatian keluarga dan pemerintah terhadap dirinya.

Namun, Nurhadi membantah narasi tersebut. Menurutnya, meskipun ia tinggal sendiri di ruangan tertentu, orang tua dan saudara kandungnya tetap berada di rumah sebelah. “Sendiri, benar sendiri. Cuma orang tua di samping,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa keluarganya hanya berbeda ruangan, tetapi tetap mendampinginya.

Selain itu, Nurhadi menghabiskan waktunya sehari-hari di atas kasur sambil bermain media sosial. “Iya, nonton YouTube sama Facebook aja sudah, sebelumnya ada rental PlayStation jadi ramai, tapi sekarang tidak,” katanya. Ia sempat memiliki lima unit PlayStation, namun beberapa di antaranya dijual dan satu hilang. Saat ini, nurhadi ingin kembali membuka usaha rental PS untuk menambah penghasilan serta mengisi kekosongan dalam hidupnya.

“Kan dulunya rame ini, gara-gara hilang sama ada yang dijual jadi sepi, sisa satu PS-nya dan itu lagi error,” ujarnya. Nurhadi berharap bisa kembali membuka usaha tersebut agar bisa lebih ditemani dan tidak merasa sendirian.

Nurhadi juga menjelaskan bahwa kisah tentang dirinya yang viral tidak sepenuhnya benar. “Viralnya enggak tahu sebenarnya, baru tahunya itu ada yang kasih tahu. Itu kata-katanya beda, enggak sesuai dengan realita,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa ia tidak lahir dengan cacat, melainkan mengalami dua kali kecelakaan yang mengubah kondisi fisiknya.

Pertama, ia terjatuh di area Masjid Kubah Emas, Depok. Setelah insiden tersebut, Nurhadi sempat sembuh selama dua tahun. Namun, ia kembali mengalami kecelakaan ketika terjatuh di sumur setelah mandi. “Ya, awal mulanya memang jatuh di Depok, pas di Kubah Emas. Setelah itu, normal dan dua tahun sembuh, normal lagi. Nah, jatuh lagi di sumur, habis mandi, sudah begini,” tuturnya.

Saat ini, Nurhadi tidak pernah menjalani pengobatan medis secara penuh, hanya berobat ke spesialis patah tulang atau tukang urut.

Aksi Warga Mengusir Patwal di Bandara Juanda

Selain kisah Nurhadi, sebuah kejadian lain juga viral di media sosial. Seorang anggota Patwal terpergok parkir di area drop penumpang disabilitas di Bandara Juanda Terminal 1A, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Area tersebut dicat berwarna biru sebagai tanda khusus bagi disabilitas.

Dalam video yang dibagikan oleh akun X @Sharpandshark, warga lalu menghampiri mobil Patwal tersebut dan menegur polisi yang berada di dalamnya. Patwal adalah singkatan dari Patroli dan Pengawalan, yaitu layanan kepolisian untuk mengawal rombongan kendaraan guna memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintasnya. Layanan ini umumnya diberikan untuk pejabat negara atau tamu kenegaraan.

Perekam video menegur Patwal dan menjelaskan bahwa bahkan Presiden pun tidak boleh berhenti di tempat tersebut. “Pak, Pak Anton dan pak driver Pak Haryadi, ini disabilitas, tidak berhak angkutan apapun, Presiden pun enggak berhak ini, ini disabilitas,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa peraturan harus berlaku untuk semua tanpa terkecuali.

Namun, sesaat kemudian, ada aparat berseragam tentara yang menegur balik perekam video tersebut. Menurut pria memakai seragam berlambang TNI AL tersebut, lambang drop off disabilitas tersebut tidak berlaku untuk petugas. Namun, perekam video tidak terima karena peraturan seharusnya berlaku untuk semua tanpa terkecuali.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *