Kehadiran IATTA Sulut di Ma’nda Cafe & Resto
Pada hari Sabtu (22/11/2025), suasana di Ma’nda Cafe & Resto yang berada di tepi Danau Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, dipenuhi oleh kehadiran anggota Indonesia Adventure Travel Trade Association (IATTA). Acara ini menjadi momen penting bagi komunitas wisata petualangan di wilayah tersebut.
Acara pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) IATTA Sulawesi Utara (Sulut) dilakukan oleh Ketua Umum IATTA, Amalia Yunita. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar seluruh pelaku wisata petualangan dapat menjalankan kegiatannya dengan aman dan nyaman, sesuai etika profesi serta memperhatikan keberlanjutan lingkungan hidup atau sustainable tourism.
Bob Sumoked, yang baru saja dilantik sebagai Ketua DPW IATTA Sulut, menyampaikan bahwa antusiasme dari pengelola wisata petualangan yang bergabung sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan masuknya personel dari berbagai organisasi seperti FASI, FAJI, FPTI, APGI, POSSI, PADI, AWISTA, AELI, FREE DIVING, FORMASI (mancing), bahkan UNIT SAR Manado dalam kepengurusan.
Potensi Wisata Petualangan di Sulawesi Utara
Menurut pendiri IATTA, Cahyo Alkantana, Sulawesi Utara memiliki potensi wisata petualangan yang sangat beragam. Oleh karena itu, IATTA harus berpikir out of the box untuk menciptakan atraksi wisata yang baru dan belum pernah dilakukan sebelumnya, sehingga mampu menarik minat wisatawan berkunjung ke daerah ini.
IATTA adalah asosiasi industri wisata petualangan Indonesia yang didirikan dengan semangat untuk mengangkat kualitas dan reputasi Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata petualangan terkemuka di dunia. Sebagai wadah kolaborasi bagi pelaku industri wisata petualangan, IATTA hadir untuk menghubungkan, memperkuat, dan mendorong pertumbuhan sektor ini secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.
IATTA didirikan dan dideklarasikan pada tanggal 10 November 2017, bertempat di Hotel Ibis Tamarin Jakarta oleh 58 pelaku industri dan media wisata petualangan se-Indonesia serta asosiasi-asosiasi yang menaungi kegiatan petualangan, yaitu: AELI, ASTAGA, ACI, FAJI, APGI, FPTI, APTIPI, IASA.
IATTA diharapkan dapat menjadi pendamping pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk mengembangkan kebijakan-kebijakan yang dapat mendorong pembangunan wisata petualangan di Indonesia.
Susunan DPW IATTA Sulut Masa Bhakti 2025-2030
Berikut susunan pengurus DPW IATTA Sulut masa bakti 2025-2030:
Dewan Pembina:
1. Kades Pariwisata Sulut (ex officio)
2. Kadis Kehutanan Sulut (ex officio)
3. Kadis Pemuda & Olah Raga (ex officio)
Dewan Pengawas:
1. Martin L Tumbelaka, SH
2. Joune Ganda, MAP, MSi
3. Dr Richard Sualang
4. Nanvie Tagah, SIP
5. Steven Malonda, SIP, Msi, MH
6. Alwan Hatma, SPd
Dewan Pengurus:
– Ketua Umum: Bob Sumoked, SPd
– Sekretaris Umum: Mauldy Maili
– Bendahara: Lauhien Kowaas
– Wakil Ketua Bidang Organisasi: Ferdy Pangalila, SPd
– Wakil Ketua Pemasaran dan Pengembangan: Stephant Langitan, SPd
– Wakil Ketua Bidang Pengembangan Kapasitas: Yefta Tololiu, SPd
– Wakil Ketua Bidang Wisata Petualang: Arlen Kolinug
– Wakil Ketua Bidang Komunikasi & Hubungan Kelembagaan: Franky Singkoh
– Wakil Ketua Bidang Keselamatan dan Kesehatan Keamanan: Yandre Muntiaha
– Wakil Ketua Bidang Riset dan Pendataan: Richard Rambitan
Kepala Bidang:
– Kepala Bidang Organisasi: Rian Williem, SPd
– Kepala Bidang Brand Communication: Marynita. A.Watulingas, MSc
– Kepala Bidang Pendidikan Pelatihan: Christine Ingkiriwang
– Kepala Bidang Ekonomi dan Sosial: Meggie G.Mamahit, SPi
– Kepala Bidang Lingkungan Hidup: Geovani Poluakan, SPsi, MAP
– Kepala Bidang Humas dan Media: Ridwan Nurhamidin, SPd
– Kepala Bidang Kesehatan Keselamatan Wisata Petualang: Fardi Bokang
– Kepala Bidang Kesehatan Keselamatan Nusa Tirta Dirga: Meitjia Worotican
– Kepala Bidang Riset dan Pendataan: Fathan Mubin












