Pekerja dari Garut dan Tasikmalaya Terlantar di Kalimantan Barat
Sebanyak 13 pekerja asal Kabupaten Garut dan Tasikmalaya terlantar di pedalaman Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Mereka dilaporkan mengalami penipuan oleh oknum perekrut yang menawarkan pekerjaan di perkebunan sawit dengan janji gaji layak. Namun, setelah tiba di lokasi, para pekerja justru ditinggalkan tanpa kepastian.
Para pekerja ini awalnya bekerja di Kalimantan Utara selama empat bulan, tetapi upah mereka tidak dibayarkan sesuai janji. Setelah itu, mereka ditawari untuk bekerja di Provinsi Kalimantan Barat sebagai buruh kelapa sawit. Sayangnya, saat tiba di lokasi, mereka justru ditinggalkan tanpa perlindungan atau kejelasan.
Respons Gubernur Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons viralnya video yang menampilkan para pekerja tersebut. Dalam video yang beredar, seorang pria mewakili rekan-rekannya meminta bantuan kepada anggota dewan dan gubernur agar mereka bisa pulang ke Jawa Barat.
Dedi Mulyadi menyatakan bahwa posisi para pekerja saat ini berada di Polda Kalbar. Ia menegaskan bahwa timnya akan segera menghubungi para pekerja dan membawa mereka pulang ke Jawa Barat. “Tim kami akan segera menghubungi Bapak dan akan segera kami pulangkan hari ini juga. Mudah-mudahan tiket pesawatnya bisa dipesan hari ini,” kata Dedi dalam keterangan videonya.
Ia juga berharap peristiwa serupa, yakni penipuan terhadap pekerja khususnya di Jawa Barat, tidak terulang lagi. “Terlalu sering saya menangani warga Jabar yang bekerja di luar provinsi, kemudian ditelantarkan oleh orang yang membawanya,” ujarnya.
Identitas Pekerja yang Terlantar
Berikut adalah identitas pekerja yang terlantar di Kalimantan Barat:
- Abdul Basit asal Mekartani, Kabupaten Garut
- Ajat asal Mekartani, Kabupaten Garut
- Aam asal Sukanagara, Kabupaten Garut
- Hendra asal Saribakti, Kabupaten Garut
- Ade asal Saribakti, Kabupaten Garut
- Sohibi asal Saribakti, Kabupaten Garut
- Apim asal Karangpawitan, Kabupaten Garut
- Asep asal Campakasari, Tasikmalaya
- Kurniawan asal Camapaksari, Tasikmalaya
- Cecef asal Camapakasari, Tasikmalaya
- Muslim asal Toblong, Kabupaten Garut
- Angga asal Simpang, Kabupaten Garut
- Itang asal Sukanagara, Kabupaten Garut
DPRD Jabar Meminta Penyelidikan
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Dapil XI Jawa Barat Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Imas Aan Ubudiah membenarkan informasi terkait adanya 13 pekerja asal Garut dan Tasikmalaya yang terlantar. Ia menuturkan bahwa korban awalnya sempat bekerja di Kalimantan Utara dalam kurun waktu empat bulan, namun upah mereka tidak dibayarkan sesuai janji.
Korban kemudian ditawari untuk bekerja di Provinsi Kalimantan Barat sebagai buruh kelapa sawit. Sesampainya di lokasi, mereka justru ditelantarkan tanpa kepastian. “Sekarang sedang dikawal, yang penting mereka aman dulu dan sedang kami fasilitasi kepulangannya,” ucapnya.
Imas menegaskan bahwa setiap pekerja layak memperoleh perlindungan, kepastian pekerjaan, serta perlakuan yang manusiawi. Bukan malah diperlakukan semena-mena hingga akhirnya telantar jauh dari kampung halaman. “Saya meminta Kementerian Ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Barat, serta aparat berwenang lainnya untuk segera turun melakukan penyelidikan,” ungkapnya.
Tanggapan dari Disnakertrans Garut
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut, Muksin, mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima informasi tersebut. “Saat ini kami sedang koordinasi antar pengawas ketenagakerjaan Provinsi Jabar dan Wasnaker Kalbar, karena itu menyangkut pelanggaran hak pekerja,” ujarnya saat dihubungi Tribun.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."












