Kepala SMPN 1 Sampit Sebut Video Viral Ulat di BMG Hanya Kesalahpahaman Siswa

Klarifikasi Kepala Sekolah Mengenai Video Viral di SMPN 1 Sampit

Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Sampit, Suyoso, akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait video yang viral beberapa waktu lalu. Video tersebut menunjukkan dugaan adanya ulat pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan kepada siswa. Dalam klarifikasinya, ia menegaskan bahwa pihak sekolah tidak menemukan bukti adanya belatung atau benda asing dalam makanan tersebut.

Penjelasan Kepala Sekolah

Suyoso menjelaskan bahwa pihak sekolah telah melakukan penelusuran dan pemeriksaan terhadap laporan tersebut. Ia menyebutkan bahwa siswa yang merekam dan mengunggah video tersebut mengalami salah persepsi terhadap isi makanan yang diterima. Siswa itu mengira terdapat ulat pada telur, padahal warna atau bentuk yang dilihatnya berasal dari saus atau mayones yang tercampur dalam adonan telur.

“Siswa tersebut terpengaruh oleh pemberitaan yang selama ini muncul mengenai MBG. Ia berimajinasi bahwa garis pada telur itu adalah ulat. Setelah kami cek, baik secara langsung maupun melalui dapur penyedia, hal itu tidak terbukti,” jelas Suyoso.

Ia menambahkan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan ulang dan melalui CCTV, tidak ditemukan benda asing di dalam makanan seperti yang disampaikan dalam video. Bahkan, telur yang dianggap bermasalah itu ikut dimakan bersama siswa lainnya tanpa keluhan tambahan.

“Fakta di lapangan menunjukkan siswa-siswa lain menikmati makanannya seperti biasa. Tidak ada imajinasi yang sama dengan siswa yang membuat video tersebut. Laporannya pun menunjukkan makanan habis,” ungkapnya.

Penguatan Proses Komunikasi

Suyoso juga menyampaikan bahwa siswa yang bersangkutan sudah diberi pembinaan agar tidak mudah menyampaikan informasi tanpa memahami fakta yang sebenarnya. Pihak sekolah juga memberikan penguatan pemahaman kepada seluruh siswa agar menyampaikan setiap keluhan melalui guru sebagai jalur resmi.

“Sebagai bentuk perlindungan anak, setiap informasi harus disampaikan melalui guru pembina agar bisa diklarifikasi dan dikoordinasikan dengan pihak terkait. Kami ingin siswa lebih berhati-hati dan berpegang pada fakta,” ujarnya.

Tanggapan dari Penyedia Makanan

Sementara itu, Kepala Sekolah Pengelola Program Gizi (SPPG), Dinda Tulus, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi bersama sekolah terkait peristiwa ini. Ia menyebut kejadian tersebut menjadi pembelajaran untuk memperkuat Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam proses pengolahan dan pemeriksaan makanan.

“Intinya kami semua sudah melakukan evaluasi. Kejadian ini kami jadikan bahan perbaikan agar tidak terulang lagi. Dari pemeriksaan, itu bukan belatung atau ulat, melainkan bahan makanan yang bentuknya mirip,” kata Dinda.

Dinda juga menuturkan bahwa saat kejadian ia tidak berada di lokasi sehingga tidak dapat memastikan secara langsung. Namun setelah mendapat laporan lengkap dari sekolah dan tim, ia memastikan temuan dalam video tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Pihaknya juga berharap sekolah dapat segera memberikan informasi ke SPPG jika ada temuan atau keluhan terkait menu MBG. Dengan komunikasi cepat, penanganan akan lebih mudah dilakukan dan tidak memunculkan kesalahpahaman.

“Harapannya, jika ada kendala atau kekurangan pada makanan, sekolah dapat segera menginformasikan kepada kami. Dengan komunikasi langsung, kita bisa cepat menindaklanjuti,” tegasnya.

Harapan Bersama

Dengan adanya klarifikasi ini, pihak sekolah dan penyedia berharap tidak ada lagi kesalahpahaman serupa. Mereka juga menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan standar kualitas makanan demi kenyamanan dan keamanan siswa penerima manfaat MBG.


Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *