Renungan Katolik: Kerajaan Allah Ada di Tengah Kita
Kerajaan Allah bukanlah sesuatu yang jauh dari kita, melainkan hadir dalam setiap tindakan baik, kasih, dan damai yang kita lakukan. Dalam renungan hari ini, kita diajak untuk merenungkan bagaimana kita dapat mengenali kehadiran Kerajaan Allah dalam hidup kita sehari-hari.
Bacaan Liturgi Hari Ini
Bacaan pertama kali ini berasal dari Kitab Kebijaksanaan (7:22-8:1), yang menjelaskan bahwa hikmat ilahi adalah roh yang arif, kudus, tunggal, beraneka ragam, halus, lincah, jernih, tidak menodai, terang, tidak terhambat, mencintai yang baik, tajam, tak terhalang, murah hati, ramah, teguh, tenteram, mahakuasa, dan mengawasi segalanya. Hikmat lebih lincah dari segala gerak; ia meresap dan menembus segala sesuatu karena kemurniannya. Hikmat adalah uap kuasa Allah dan pancaran kemuliaan Yang Mahakuasa; karena itu tidak sesuatu pun yang bernoda dapat merasuk ke dalamnya. Hikmat adalah pantulan terang abadi, cermin tanpa noda dari kegiatan Allah, dan citra kebaikan-Nya.
Mazmur Tanggapan
Mazmur 119:89,90,130,135,175 mengingatkan kita bahwa firman Tuhan tetap teguh di sorga. Kesetiaan-Nya dari keturunan ke keturunan, dan bumi tetap ada karena kekuatan-Nya. Bila tersingkap, firman-firman-Nya memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh. Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu, dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-kepadaku. Biarlah jiwaku hidup, supaya memuji-muji Engkau, dan biarlah hukum-hukum-Mu menolong aku.
Bait Pengantar Injil
Dalam bait pengantar Injil, Yohanes 15:5 menyampaikan pesan bahwa Yesus berkata, “Akulah pokok anggur, kalian ranting-rantingnya, sabda Tuhan. Tinggallah beserta-Ku, maka Aku tinggal besertamu, dan kalian akan berbuah banyak.”
Bacaan Injil
Dalam Injil Lukas 17:20-25, Yesus menjawab pertanyaan orang-orang Farisi tentang kapan Kerajaan Allah datang. Ia menjawab, “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah. Tidak dapat dikatakan, ‘Lihat, ia ada di sini’, atau ‘ia ada di sana’. Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengahmu.” Yesus juga memperingatkan para murid-Nya bahwa akan datang waktunya mereka ingin melihat salah satu hari Anak Manusia itu, tetapi mereka tidak akan melihatnya. Orang akan berkata kepadamu, “Lihat dia ada di sana! Lihat, dia ada di sini!” Tetapi jangan kalian pergi ke situ, jangan kalian ikut. Sebab seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pula halnya dengan Anak Manusia, pada hari kedatangan-Nya kelak. Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini.
Renungan Harian Katolik
Dari bacaan hari ini, kita dihadapkan pada dua pesan penting yang saling melengkapi: deskripsi tentang hikmat ilahi dan pernyataan Yesus tentang kedatangan Kerajaan Allah. Tema “Kerajaan Allah sudah ada di antaramu” mengajak kita untuk merenungkan bagaimana kita dapat mengenali dan menghayati kehadiran Kerajaan Allah dalam hidup kita saat ini, serta bagaimana kita dapat mencari hikmat yang sejati yang berasal dari Allah.
Hikmat adalah karunia Allah yang tak ternilai harganya, yang memimpin kita kepada kebenaran dan kebaikan. Dalam Injil Lukas 17:20-25, orang-orang Farisi bertanya kepada Yesus, “Bilamanakah Kerajaan Allah akan datang?” Yesus menjawab mereka, “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau lihat, ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.”
Refleksi kita dari permenungan ini adalah tentang Hikmat: Apakah kita mencari hikmat Allah dalam hidup kita? Apakah kita membaca Kitab Suci, berdoa, dan merenungkan firman-Nya untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang kehendak-Nya? Kehadiran Allah: Apakah kita menyadari bahwa Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengah kita? Apakah kita melihat tanda-tanda kehadiran-Nya dalam hidup kita sehari-hari? Penantian: Apakah kita hidup dalam penantian akan kedatangan Kristus yang kedua kali? Apakah kita mempersiapkan diri untuk menyambut-Nya dengan hati yang tulus dan berjaga-jaga?
Pesan untuk Kita
Pesan untuk kita, pertama: pada hari ini, marilah kita merenungkan panggilan untuk mencari hikmat Allah dan untuk menghayati kehadiran Kerajaan-Nya dalam hidup kita. Kedua, semoga kita diberi kekuatan untuk menolak godaan duniawi dan untuk mengarahkan hati kita kepada hal-hal yang kekal. Ketiga, mari kita berdoa agar kita selalu terbuka untuk menerima kasih dan kebenaran-Nya, serta menjadi saksi yang hidup bagi-Nya di dunia ini. Sehingga kita tidak hanya mencari tanda-tanda lahiriah, melainkan mengenali Kerajaan Allah yang ada di dalam hati kita dan di tengah-tengah kita.












