Hari Jumat, Hari yang Penuh Keberkahan bagi Umat Islam
Hari Jumat adalah hari istimewa dan dianggap sebagai Sayyidul Ayyam (Penghulunya Hari) yang penuh keberkahan bagi umat Islam. Pada hari ini, salat Zuhur digantikan oleh salat Jumat yang wajib dilaksanakan oleh kaum lelaki Muslim yang sudah balig, sehat, dan berakal. Hari Jumat memiliki keutamaan tersendiri dibandingkan hari-hari lainnya. Salat Zuhur pada hari tersebut digantikan dengan salat Jumat yang penuh makna dan keutamaan.
Salat Jumat diawali dengan khutbah yang disampaikan oleh khatib sebagai bagian dari syarat dan rukun salat Jumat. Dalam pelaksanaan khutbah, beberapa syarat harus dipenuhi, antara lain:
- Khatib harus laki-laki, baligh, berakal, suci dari hadast besar dan kecil, menutup aurat, dan bisa membedakan antara sunnah dan rukun khutbah.
- Khutbah harus diperdengarkan dan didengarkan oleh jamaah sholat Jumat.
Dalam khutbah, sang khotib bebas menerangkan perihal ketaan kepada Allah Subhana Wata Alaa. Ada berbagai jenis topik khutbah Jumat, namun kali ini akan mengulas salah satu tema berjudul Tanda Lemahnya Iman Seorang Muslimin.
Tanda Lemahnya Iman Seorang Muslimin
Tanda lemahnya iman seseorang tentu ada tandanya, dan tanda tersebut tidak hanya satu. Tanda-tanda lemahnya iman ini harus kita pahami dan perlu diingat serta kita jadikan bahan muhasabah dan evaluasi diri setiap hari. Dengan mengenali tanda lemahnya iman, kita berharap kepada Allah agar kita mampu mengendalikan diri sehingga kita memiliki kesempatan untuk menjaga iman kita agar tidak terus merosot.
Bukan tanpa alasan jika iman seorang muslimin terbolakbalik hatinya dalam keimanan setiap harinya. Namun bagaimana kita sebagai muslimin bisa menjaga kualitas iman tersebut, karena iman seorang muslim ada dijari-jemari sang pencipta dan mudah bagi Allah untuk membalikannya di detik manapun sesuai keinginan dan kehendaknya. Jika sampai itu tiba, dan keimanan seorang melemah sedang Allah beniat membalikan keimanannya maka habislah cerita.
9 Tanda Lemahnya Iman Seorang Muslimin
-
Malas melaksanakan amal ketaatan dan cenderung meremehkannya
Tanda lemahnya iman yang paling mudah dikenali adalah tumbuhnya rasa malas untuk melaksanakan amal ketaatan. Tanda yang lebih serius dari itu adalah meremehkan amal ketaatan, terutama yang sifatnya amal tambahan atau nafilah. Dalam QS. An-Nisa’: 142, Allah berfirman:
“Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas.”
Tanda ini sangat jelas terlihat bagi mereka yang malas melaksanakan amal ketaatan, tumbuh dari sikap kurangnya rasa kepedulian terhadap hukum dan keutamaan amal ketaatan tersebut. Akhirnya ia mulai meremehkan kedisiplinan waktu pelaksanaan amal ketaatan. Seolah, ia telah kehilangan harapan besar untuk mengharap pahala dari Allah. -
Melakukan kedurhakaan dan dosa
Jika diri kita mulai merasa ringan melakukan kedurhakaan, perbuatan dosa, dan perbuatan maksiat, bisa jadi iman kita sedang melemah. Terlalu sering melakukan kedurhakaan bisa berubah menjadi kebiasaan. Jika telah menjadi kebiasaan, otomatis ia akan merasa berat untuk meninggalkannya. Secara perlahan, rasa takut dan kesadaran bahwa itu adalah perbuatan dosa pun akan hilang dari lubuk hatinya. Akhirnya, pelakunya mulai berani melakukan kedurhakaan secara terang-terangan. -
Tidak marah jika menyaksikan pelanggaran syariat
Tanda yang sering kita saksikan selanjutnya adalah tidak adanya rasa marah jika menyaksikan pelanggaran syariat. Entah itu pelanggaran terhadap hal-hal yang haram, atau pelanggaran terhadap aturan-aturan syariat Islam lainnya. Mengapa demikian? Sebab ghirah dalam hatinya telah padam, sehingga anggota tubuhnya tidak mampu lagi mengingkari pelanggaran-pelanggaran syariat tersebut. Dari mimik wajahnya pun, sama sekali tidak ada perubahan ekspresi ketika melihat kemungkaran terjadi. Lagi-lagi inilah tanda iman sedang lemah. -
Menilai sesuatu dengan standar dosa atau tidak dosa, mengabaikan standar hukum makruh
Tanda selanjutnya, yakni menilai sesuatu dari sisi terjadinya dosa atau tidak, serta tidak mau melihat dari sisi perbuatan yang makruh, merupakan tanda lemahnya iman. Contohnya, sebagian orang ketika hendak melakukan suatu pekerjaan, maka dia tidak bertanya tentang pekerjaan yang baik, tetapi dia bertanya apakah pekerjaan ini menjurus kepada dosa atau tidak, apakah pekerjaan itu menjurus kepada dosa atau tidak, haram atau sekedar makruh saja? -
Dada terasa sesak, perilaku mulai memburuk
Jika dada kita mulai sering terasa sesak, mudah gelisah karena urusan remeh, diikuti dengan perubahan perilaku yang semakin buruk, seperti sebelumnya tidak melakukan suatu kemaksiatan lalu tiba-tiba melakukannya, sebelumnya tidak melakukan suatu dosa tiba-tiba tumbuh keinginan untuk melakukannya, maka kita perlu waspada. Ini adalah salah satu tanda lemahnya iman. -
Jarang membaca al-Quran dan zikir
Sudah berapa lama kita tidak membaca al-Quran? Sepekan, sebulan, atau bahkan setahun? Berapa sering kita berzikir mengingat Allah, hanya setelah shalat saja, atau setelah shalat pun tidak berzikir dan langsung keluar masjid? Maka, waspadalah, karena lalainya kita dari membaca al-Quran adalah tanda lemahnya iman. -
Gila hormat, jabatan, dan ketenaran
Jika diri kita mulai merasa nyaman dan sangat menikmati pujian orang lain, sangat menikmati ketenaran, sangat menikmati gelar dan jabatan, tanpa diiringi ketakwaan kepada Allah, maka kita patut untuk waspada. Sebab semua itu merupakan tanda lemahnya iman. -
Tidak peduli dengan urusan kaum muslimin
Tidak peduli dengan kondisi kaum muslimin dan hanya mementingkan urusan pribadi adalah salah satu tanda lemahnya iman. Sikap ini terwujud dalam banyak hal. Ketika ada saudara muslim yang tertimpa musibah, tidak mau menolongnya. -
Tidak tergugah untuk beramal bagi kepentingan Islam dan kaum muslimin
Tanda lemahnya iman seseorang yang berikutnya adalah tidak tergugah hatinya untuk beramal untuk kepentingan Islam dan kaum muslimin. Tidak mau berusaha berkontribusi pada hal-hal yang menyangkut kepentingan Islam dan kaum muslimin. -
Berlebihan dalam urusan duniawi
Tanda lemahnya iman yang kesepuluh adalah berlebihan dalam urusan duniawi. Jika kita merasa berada pada batas berlebihan dalam urusan makan dan minum, makan harus di restoran yang mewah, minum harus minuman yang bermerek, maka kita perlu waspada. Ini merupakan tanda iman kita sedang melemah.
Itulah sepuluh tanda lemahnya iman yang sangat perlu untuk kita ingat selalu. Semoga Allah senantiasa menjaga diri kita dari berbagai hal yang dapat melemahkan iman kita kepada-Nya.












