Budaya  

Kompas Ajak Ratusan Gitaris Gelar Konser Amal dan Lelang Lukisan untuk Pulihkan Sumatera

Konser Amal Gitaris untuk Negeri: Upaya Kompas-Gramedia dalam Pemulihan Sumatera

Kegiatan amal yang bertajuk “Konser Amal Gitaris untuk Negeri” akan digelar di Studio 1 KompasTV, Jakarta, pada Senin (26/1/2026) malam. Acara ini merupakan inisiatif dari Kompas-Gramedia untuk menggalang dana guna membantu pemulihan wilayah Sumatera pasca-bencana banjir dan tanah longsor. Selain konser, acara ini juga dilengkapi dengan lelang lukisan karya seniman ternama di Tanah Air.

Bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akhir November 2025 telah menyebabkan kerusakan parah. Menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Sabtu (17/1/2026), tercatat 1.198 korban meninggal, 144 orang hilang, dan 166.579 pengungsi. Selain itu, banyak infrastruktur seperti rumah warga, fasilitas pendidikan, jembatan, dan tempat ibadah rusak berat. Semua ini membutuhkan dukungan dari masyarakat luas agar Sumatera dapat segera pulih.

Daftar Gitaris dan Penyanyi yang Ikut Berpartisipasi

Konser Amal Gitaris untuk Negeri akan diisi oleh sejumlah gitaris dan penyanyi ternama di Indonesia. Beberapa nama yang terlibat antara lain Andre Dinuth, BAIM, Denny Chasmala, Dewa Budjana, Edi Kemput, Endah Widiastuti, Eet Sjahranie, Eross Candra, Ezra Simanjuntak, Gugun Blues Shelter, Ian Antono, Jubing Kristianto, Kin The Fly, Kongko Cadillac, Ramadhista Akbar, Ridho Hafiedz, Stanly Bactian, dan Tohpati. Mereka akan tampil bersama para penyanyi seperti Arda Hatna, Dira Sugandi, Ipang Lazuardi, Lea Simanjuntak, Nadhif Basalamah, Nyak Ina Raseuki (Ubiet), Sandy Canester, Tantri Syalindri, dan Uap Widya.

Konser ini akan disiarkan secara live melalui KompasTV serta “live streaming” di berbagai platform digital seperti YouTube Harian Kompas, KompasTV, Kompas.com, Tribunnews, Kontan, Grid Network, KG Radio Network, dan Bentara Budaya. Masyarakat dapat menyaksikan dan turut berkontribusi sesuai kemampuan mereka.

Lelang Lukisan sebagai Bentuk Donasi

Selain konser, acara ini juga menyediakan lelang lukisan karya para seniman nasional. Karya-karya tersebut dipamerkan di Bentara Budaya Jakarta, 20-31 Januari 2026. Tema yang diangkat sangat beragam, mulai dari keindahan hutan Indonesia, kekayaan budaya, hingga pengalaman spiritual. Beberapa seniman yang terlibat antara lain Afriani, Asmo Adji, Emmy Go, Eko Hand, Kusdianti, Putu Fajar Arcana, Saskia Gita Sakanti, Supantono, Tri Suharyanto, Laiqa Twins (Niki & Rubi), Ilham Khoiri, Ika W. Burhan, Setiyoko Hadi, dan Wiwik Oratmangun.

Menurut General Manager Bentara Budaya & Communication Management Kompas Gramedia, Ilham Khoiri, seluruh hasil lelang akan sepenuhnya disumbangkan untuk pemulihan Sumatera. Bahkan, ia sendiri ikut menyertakan lukisannya dalam lelang tersebut.

Peran Dana Kemanusiaan Kompas (DKK)

Hasil donasi dari konser dan lelang akan disalurkan melalui Dana Kemanusiaan Kompas (DKK). Ketua Yayasan DKK, Gesit Ariyanto, menekankan bahwa bantuan ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan fasilitas kesehatan dan pendidikan di Sumatera. DKK juga sudah melakukan koordinasi dengan jejaring di tiga provinsi yang terkena bencana untuk memastikan distribusi bantuan sesuai kebutuhan.

Pengalaman serupa pernah dilakukan saat pemulihan pasca-gempa Cianjur tahun 2022. Gesit menilai, partisipasi para gitaris dan donatur sangat penting dalam proses pemulihan. “Seberapa pun besarnya donasi yang diserahkan akan sangat berarti,” ujarnya.

Tantangan Pemulihan Jangka Panjang

Dewa Budjana, gitaris senior, menyatakan bahwa pemulihan di Sumatera membutuhkan waktu dan dukungan terus-menerus. “Saudara-saudara kita di Sumatera belum sepenuhnya pulih, meskipun sudah banyak bantuan datang. Pemulihan itu harus terus menerus digaungkan, agar semuanya menjadi lebih baik,” katanya.

Corporate Communication Director Kompas Gramedia Glory Oyong berharap konser dan lelang ini dapat memperkuat solidaritas bangsa Indonesia. Ini adalah kali kelima Kompas Gramedia menggelar konser amal bersama gitaris, setelah sebelumnya digelar untuk bencana letusan Gunung Merapi (2010), Gunung Sinabung, banjir Jakarta, Manado (2014), Palu (2018), dan Cianjur (2022).

Kesimpulan

Konser Amal Gitaris untuk Negeri tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga bentuk solidaritas sosial yang penting. Dengan partisipasi para musisi dan seniman, serta dukungan masyarakat luas, diharapkan Sumatera dapat segera pulih dan kembali beraktivitas normal.

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *