Wali Kota Madiun Maidi Terlibat Operasi Tangkap Tangan KPK
Wali Kota Madiun, Maidi, terlibat dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (19/1/2026). Penangkapan ini telah dikonfirmasi langsung oleh pihak KPK. Maidi menjabat sebagai Wali Kota Madiun periode 2025–2030 dan sebelumnya juga pernah menjabat periode 2019–2024.
Maidi lahir di Kabupaten Magetan, 12 Mei 1961, sehingga usianya kini mencapai 64 tahun. Ia memiliki gelar lengkap Dr. Drs. H. Maidi, SH, MM, M.Pd. Sebagai wali kota, ia bekerja sama dengan Wakilnya, F Bagus Panuntun, dalam menjalankan roda pemerintahan.
Sebelum menjadi Wali Kota Madiun, Maidi pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun dan didukung oleh lima partai politik, yaitu PDI-P, Demokrat, PAN, PKB, dan PPP dalam Pilkada Madiun 2018.
Riwayat Pekerjaan
- Guru Geografi SMAN 1 Madiun (1989–2002)
- Kepala SMAN 2 Madiun (2002)
- Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun (7 Juli 2002)
- Pj Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun (7 Juli 2003)
- Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Madiun (6 Desember 2005)
- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun (2006)
- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun (2009–Februari 2018)
- Walikota Madiun Periode 2019–2024
Harta Kekayaan Wali Kota Madiun Maidi
Berdasarkan laporan e-LHKPN KPK, Maidi memiliki kekayaan sebesar Rp 18.414.126.698. Laporan harta kekayaan terbaru diterbitkan pada 1 September 2024. Berikut rincian kekayaannya:
A. Tanah dan Bangunan
- Tanah dan Bangunan Seluas 140 m2/126 m2 di KAB / KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI Rp 235.000.000
- Tanah Seluas 481 m2 di KAB / KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI Rp 1.200.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 280 m2/54 m2 di KAB / KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI Rp 450.000.000
… (lanjut hingga item 19)
B. Alat Transportasi dan Mesin
- MOTOR, TOSSA TSZ200-2 Tahun 2013, HASIL SENDIRI Rp 12.000.000
- MOTOR, HONDA C 70 Tahun 1980, HASIL SENDIRI Rp 3.000.000
… (lanjut hingga item 7)
C. Harta Bergerak Lainnya
Rp 95.825.000
D. Surat Berharga
Rp 0
E. Kas dan Setara Kas
Rp 3.347.681.487
F. Harta Lainnya
Rp 0
Sub Total: Rp 20.184.506.487
Hutang: Rp 1.770.379.789
Total Kekayaan: Rp 18.414.126.698
Riwayat Organisasi
- Pengurus PGRI (2000–2005)
- Ketua KORPRI (2009–2018)
- Kwarcab Kota Madiun
Pendidikan
- SD Ngancar (1974)
- SMP Negeri Plaosan (1977)
- SMA Negeri 3 Madiun (1981)
- S1 IKIP Surabaya, Sarjana Pendidikan Geografi (1985)
- S1 Universitas Merdeka (Unmer) Madiun, Sarjana Ilmu Hukum (1996)
- S2 Universitas Satyagama Jakarta, Magister Manajemen (1999)
- S2 Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Magister Teknologi Pendidikan (2002)
- S3 Universitas Terbuka Surabaya, Doktor Administrasi Publik (2023)
Perolehan Suara
Dalam Pilkada Serentak 2024, pasangan Maidi–Panuntun berhasil meraih suara terbanyak di Kota Madiun. Pasangan ini memperoleh 65.583 suara atau sekitar 56 persen. Pasangan ini diusung oleh 11 partai politik, yakni PSI, Nasdem, Demokrat, Gerindra, PKB, PKS, PAN, Prima, Gelora, PBB, dan PPP.
Dugaan Kasus
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan bahwa tim penindakan KPK telah melakukan penyelidikan tertutup di wilayah tersebut sejak pagi hari. “Benar, hari ini Senin (19/1), tim sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup, dengan mengamankan sejumlah 15 orang, di wilayah Madiun, Jawa Timur,” ujar Budi.
OTT ini diduga berkaitan dengan praktik korupsi dalam pelaksanaan proyek dan dana sosial perusahaan di wilayah Kota Madiun. Dari total 15 orang yang diamankan, 9 orang dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk Maidi.
Kontroversi
Maidi sempat menjadi sorotan setelah melarang hajatan menyajikan makanan secara prasmanan. Aturan ini diterbitkan untuk mengurangi sampah di Kota Madiun. Selain itu, ia juga melarang Pegawai Negeri Sipil (PNS) menggunakan gas LPG subsidi dan mengancam akan memotong gaji jika ketahuan.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”












