Maguna Social Space: Ruang Kreatif yang Menarik Perhatian Generasi Z
Maguna Social Space berada di dalam gang permukiman Jalan Punai Raya, Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan. Tempat ini dikenal sebagai hidden gem yang viral di media sosial karena konsepnya yang unik dan suasana yang menenangkan.
Konsep Ruang Kreatif yang Berbeda di Setiap Lantai
Maguna memiliki tiga lantai dengan tema yang berbeda-beda, yaitu Japanese style, Scandinavian, hingga rooftop bernuansa natural. Setiap lantai dirancang untuk memberikan pengalaman yang beragam bagi para pengunjung.
Di lantai satu, terdapat tiga area utama, yakni area depan, tengah, dan backyard. Area ini mengusung nuansa Japanese style dengan penggunaan plafon kayu asli Kalimantan. Sementara itu, area backyard menampilkan sentuhan klasik ala Romawi kuno melalui ornamen dekoratif yang unik.
Lantai dua mengusung konsep Scandinavian dengan dominasi material raw, kayu natural, serta tata ruang yang lebih nyaman. Di area ini juga tersedia panggung kecil yang sering dimanfaatkan untuk kegiatan seni dan berbagai event komunitas.
Sementara itu, rooftop menjadi hidden gem tersendiri. Mengusung konsep natural dengan sentuhan tanaman hijau, area ini menghadirkan suasana yang sejuk dan santai. Meski hanya berkapasitas sekitar 10–15 orang, banyak pengunjung justru menganggap rooftop sebagai spot paling menarik di Maguna Social Space.
Pengunjung Mayoritas dari Kalangan Gen Z
Mayoritas pengunjung Maguna Social Space berasal dari kalangan Gen Z dan anak muda. Mereka tertarik dengan suasana kafe yang homy serta banyaknya spot foto Instagramable.
Meskipun berada di kawasan permukiman, Maguna Social Space tetap menjaga kenyamanan lingkungan sekitar. Hiburan yang disajikan tidak bersifat bising, melainkan berupa playlist musik santai dan event seni berskala kecil.
Selain nongkrong, pengunjung juga dapat menikmati berbagai fasilitas hiburan seperti PS5, Nintendo Switch, Virtual Reality (VR), hingga permainan kartu.
Fasilitas Hiburan yang Menarik
Rahmad, pemilik Maguna Social Space, menjelaskan bahwa setiap lantai dirancang dengan vibes yang berbeda-beda. Hal ini memungkinkan pengunjung untuk merasakan pengalaman yang berbeda di setiap area.
“Setiap lantai memang kita setting beda-beda vibesnya. Jadi orang datang bisa ngerasain pengalaman yang berbeda di tiap area,” tambah Rahmad.
Fasilitas hiburan yang ditawarkan oleh Maguna Social Space sangat beragam. Salah satunya adalah PS5, yang bisa digunakan dengan berbagai paket bundling. Misalnya, jika pelanggan datang bersama pacarnya dan sudah belanja Rp75 ribu, mereka boleh bermain selama satu jam secara gratis. Jika tidak memenuhi syarat tersebut, harga sewa PS5 adalah Rp10 ribu per jam.
Harga yang Sesuai dengan Kualitas
Harga minuman di Maguna Social Space dibanderol mulai dari Rp25 ribu hingga Rp40 ribu-an, sementara harga makanan berat masih di bawah Rp50 ribu. Rahmad mengakui harga tersebut tergolong premium, namun dinilai sebanding dengan konsep tempat, pengalaman, serta kenyamanan yang ditawarkan.
Maguna Social Space buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WITA. Waktu kunjungan terpadat biasanya terjadi pada sore hingga malam hari, terutama di akhir pekan.
Nama yang Memiliki Makna Filosofis
Nama Maguna sendiri memiliki makna filosofis. Dalam bahasa Bugis, Maguna berarti “berguna”, yang diharapkan menjadi ruang ngopi yang bermanfaat sebagai tempat lahirnya ide dan kreativitas bagi para pengunjung.
Selain itu, Rahmad mengungkapkan inspirasi lain datang dari salah satu tokoh dalam film Avengers: Endgame. “Jadi di film itu, Tony Stark punya anak, namanya Morgan Stark. Tapi dia panggil dengan sebutan ‘Maguna’. Apalagi nama ini juga mudah diucapkan dan diingat,” jelasnya.
Sejak dibuka pada 2021, Maguna Social Space terus berkembang. Saat ini, kafe berkapasitas sekitar 100 orang tersebut memiliki tiga lantai dengan konsep yang berbeda di setiap area, sehingga memberikan pengalaman yang beragam bagi pengunjung.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”











